Kejang Pada Balita Tidak Selalu Disebabkan Demam Tinggi

bahaya kejang demam www.ibudanbalita.com

Banyak sekali yang mengkaitkan demam yang tinggi dengan kejang. Padahal, kejang tidak selalu disebabkan oleh demam.

Memang saat balita mengalami panas yang sangat tinggi, sangat dianjurkan agar ibu sebagai orang tua memberikan obat penurun panas secepatnya. Hal ini penting agar demam tidak semakin tinggi dan mengakibatkan kejang.

Namun, kurang tepat jika kejang selalu berkaitan dengan demam. Sehingga banyak yang menganggap kejang itu hanya disebabkan oleh demam yang sangat tinggi saja.

Kenyataannya tidak demikian. Kejang bisa juga terjadi bukan karena suhu tubuh balita sangat tinggi. Hal ini disebabkan kejang memang bermacam-macam.

Kejang dan Pingsan

Ibu pernah dengar istilah epilepsi? Ini adalah kejang yang biasanya langsung dibarengi dengan pingsan. Penderita akan langsung pingsan setelah kejang. Saat ia pingsan, tubuhnya masih melakukan gerakan yang tidak teratur dengan mata terbuka dan bola mata bergerak.

Tak jarang, kejang seperti ini membuat penderita mengeluarkan busa dari dalam mulutnya.

Apa yang harus ibu lakukan jika balita ibu mengalami hal ini?

Ada dua hal yang harus ibu lakukan. Yang pertama, segera hubungi dokter. Dan yang kedua, hitung durasi kejang karena inilah salah satu yang akan ditanyakan oleh dokter.

Yang harus ibu ingat, jika balita mengalami kejang, jangan sekali-kali memcoba untuk menghentikan gerakan yang ia lakukan entah itu dengan cara menekan tangan, tubuh, dan kakinya atau dengan cara apapun.

Biarkan tubuhnya melakukan gerakan. Tindakan yang harus ibu lakukan segera adalah meminta pertolongan medis.

Kejang Sambil Marah-Marah

Ini juga kejang yang berbeda lagi. Ada balita yang marah-marah sambil menahan nafas ketika ia sedang kejang.

Kejang yang seperti ini bisa dialami oleh bayi juga lho. Ia akan marah, merengek, dan menahan nafas. Kejang ini bisa dialami hingga usia balita 5 tahun.

Tindakan pertama yang harus ibu lakukan jika balita mengalami hal ini adalah membaringkan si kecil. Ini diperlukan agar ia tidak terjatuh yang bisa membuat keadaan semakin membahayakan. Kejangnya tidak begitu berbahaya namun jika kejang membuatnya terjatuh dan bahkan membuat kepalanya terkena benda keras, maka itu yang berbahaya.

Setelah itu membaringkan dan menenangkan balita, ibu bisa meminta bantuan medis. Meskipun kejang ini tidak berlangsung lama dan tidak begitu berbahaya seperti halnya kejang epilepsi, tetap saja sebaiknya menghubungi dokter agar si kecil segera mendapatkan penanganan medis.

Menghentakkan Kepala

Kejang yang satu ini biasanya dialami oleh balita ketika ia tertidur. Kejang dengan menghentakkan kepala ke depan dan ke belakang ini sering dikatakan sebagai gangguan tidur ringan.

Meskipun demikian, jika hal ini sering terjadi, tetap saja sangat berbahaya. Untuk masalah seperti ini, ibu bisa konsultasi secara online terlebih dahulu dengan dokter anak di www.ibudanbalita.com. Karena memang kejang yang satu ini levelnya ringan dan tidak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan kejang yang lainnya.

Banyak masalah yang bisa dialami oleh balita. Sayangnya, ketika ia belum bisa bicara, maka ibu tidak bisa menanyakan apa yang ia rasakan. Jadi, ibu harus lebih tahu apa yang sedang dialami oleh si kecil. Dan hal tersebut hanya bisa dilakukan jika ibu tahu perihal gangguan kesehatan balita.

Akan lebih baik jika ibu aktif di forum-forum orang tua seperti forum ibu dan balita agar ibu mendapatkan update terbaru seputar kesehatan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*