Katakan “Tidak” Kepada Anak Tapi Dengan Cara Yang Tepat

katakan tidak pada anak www.friso.co.id

Jangan bilang “tidak” kepada anak. Karena hal tersebut akan membuat anak tidak berani untuk melakukan sesuatu dan akhirnya tidak percaya diri.

Itulah nasehat dari pakar perkembangan psikologi anak.

Tapi, bagaimana jika si kecil melakukan hal yang kurang baik? Apakah tetap saja ibu tidak boleh mengatakan “tidak”?

Terlalu sering melarang anak untuk melakukan sesuatu memang akan menurunkan kreatifitas. Ia akan cenderung takut dan kurang bisa berkembang dengan baik.

Lain hal dengan anak yang dibebaskan untuk melakukan sesuatu seperti mencorat-coret dinding, menyobek kertas, membuat dapur berantakan dan lain-lain.

Namun, jika hal tersebut dilakukan terus menerus, anak cenderung menganggap hal tersebut wajar dan boleh dilakukan.

Tentu saja tidak demikian, bukan?

Larangan tetap saja boleh dilakukan. Kata “tidak” bisa ibu katakan asalkan dengan cara yang tepat.

Jangan Membentak

Alih-alih mengatakan “tidak” dengan cara membetank, akan lebih baik jika ibu mengatakan kata tersebut dengan lemah lembut.

Ibu bisa katakan “Adik, tidak boleh ya corat coret dinding. Nanti kotor”

Dengan nada yang rendah, anak akan mendengarkan. Nasehat ibu akan membekas.

Berbeda jika ibu melarang dengan nada yang keras. Ia akan terkejut, menangis, dan akhirnya marah kepada ibu. Dan bentakan seperti itulah yang sebenarnya tidak bagus untuk perkembangan psikologi anak.

Barengi Dengan Penjelasan

Kan masih kecil. Mana mungkin bisa mengerti apa yang kita jelaskan.

Kebanyakan orang tua akan menganggap hal tersebut. Namun, pada dasarnya, anak kecil itu belajar dari apa yang ia dengarkan. Semakin sering ibu menjelaskan sesuatu, terutama sesuatu yang tidak pantas untuk dilakukan, ia akan mengerti dengan sendirinya.

Cara menjelaskannya pun harus kreatif. Ibu bisa mengajak si kecil untuk mengulang penjelasan ibu.

Seperti ketika ibu melarang anak membuat dapur berantakan, ibu bisa katakan “Adik, tidak boleh berantakin dapur. Nanti kotor. Nanti apa?” Nah, ibu bisa meminta si kecil mengulang kata terakhir sehingga nasehat yang ibu berikan akan membekas dan dipahami oleh si kecil.

Hindari Melarang Di Depan Orang Banyak

Sebenarnya ini salah satu yang paling tidak dianjurkan oleh pakar perkembangan anak, memarahi dan membentak di depan orang banyak.

Pakar perkembangan anak sudah menjelaskan secara gamblang di situs friso. Bawasannya membentak si kecil di depan orang banyak akan membuat anak minder, kehilangan kepercayaan diri, dan bahkan bisa membuat tidak percaya dan tidak sayang kepada ibu.

Tentu saja ibu tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan?

Ada waktu di mana ibu bisa melarang dengan larangan yang lebih keras, seperti pukulan kecil, yaitu ketika usianya mencapai 7 tahun. Pada saat itulah, ibu boleh melakukan lebih keras sedikit kepada anak jika ia tidak mau melakukan kewajiban atau melakukan kesalahan. Itu adalah salah satu cara untuk mendidik anak.

Sebaiknya ibu lebih banyak mempelajari tentang parenting. Dengan ilmu parenting yang benar, ibu bisa memastikan si kecil tumbuh dengan lebih baik dan lebih optimal.

Banyak hal-hal seputar pengasuhan anak yang sepertinya wajar dilakukan tapi ternyata salah. Contohnya saja mengatakan tidak yang katanya agar membuat anak tidak melakukan kesalahan yang sama. Ternyata justru hal tersebut berdampak buruk terhadap psikologi anak.

Dan tidak hanya itu saja. Temukan informasi tentang parenting di situs Friso.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*