Karakter Anak Akan Berkualitas Dengan Bantuan Dari Orangtua Benarkah?

cara mendidik batita www.friso.co.id

Karakter anak akan terbentuk terutama ketika ia berusia 3 sampai 10 tahun. Sebagai tentunya Anda harus bisa menentukan input seperti apa yang masuk ke dalam pikirannya, sehingga dapat membentuk karakter yang berkualitas. Pendidikan keagamaan ini adalah hal yang utama perlu ditekankan pada seorang anak  seorang anak perlu tahu siapa Tuhannya, cara beribadah, dan bagaimana memohon berkat dan mengucap syukur.

Tunjukkan buku, gambar, dan cerita-cerita yang bisa menginspirasi si anak yang berhubungan dengan keagamaan tersebut. Jika memungkinkan, ajak anak anda untuk ikut ke tempat ibadah bersama. Semakin dini kita menanamkan hal ini pada seorang anak, akan semakin kuat ahlak dan keyakinan akan Tuhan di dalam diri buah hati Anda.

Seorang anak pada usia dibawah 10 tahun belum mempunyai fondasi yang kuat dalam prinsip hidup, cara berpikir, dan tingkah laku. Artinya, semua hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan olehnya selama masa pertumbuhan tersebut akan diserap semuanya oleh pikiran dan dijadikan sebagai dasar atau prinsip dalam hidupnya. Adalah tugas orang tua untuk memilah dan menentukan, input-input mana saja yang perlu dimasukkan,dan mana yang perlu dihindarkan.

Menonton televisi misalnya, tidak semua acara itu bagus. Demikian juga dengan membaca majalah, menontonfilm, mendengarkan radio, dan sebagainya. Anak perlu figur seorang tokoh yang dikagumi, yang akan ditiru di dalam tindakan sehari-harinya. Pilihan utamanya biasanya akan jatuh pada orang tua. Dan seorang anak akan lebih percaya pada apa yang dilihat daripada apa yang dikatakan orang tua.

Karakter Anak Bisa Dipahami Dengan Cara Berikut Ini

Memahami karakter seorang anak memang terkadang begitu sulit bahkan kita seringkali tidak mampu melakukannya. Kebanyakan kita bahkan dibuat bingung oleh anak sehingga mereka enggan membagi banyak hal misalnya cerita di sekolah, masalah mereka, hingga cerita-cerita yang biasa kepada kita sebagai orang tua. Ketika anak mulai tidak nyaman berbicara dengan kita, mungkin itu berarti kita belum mampu mendapatkan kepercayaan dan memahami karakter anak itu sendiri. Berikut ini tips dalam memahami karakter seorang anak;

– Jadilah pendengar yang baik untuk anak Anda

Jangan mendengarkan anak sebagai syarat saja, namun dengarkan dengan baik, berikan respon, dan pikirkan penyelesaiannya jika anak mempunyai masalah. Banyak orang tua yang menganggap cerita anak mereka tidak penting dan hanya mendengarkan sebagai symbol atau syarat saja. Sementara itu, anak mengetahui bahwa mereka tidak didengarkan dan mulai menjauh dari orang tua. Ketika hal ini terjadi, maka orang tua sudah mengambil langkah salah untuk memahami seorang anak.

-Pahamilah tipe emosional anak

Contohnya saja, anak anda merupakan anak yang tidak sabaran, namun sebenarnya ia bisa lebih sabar apabila diberi pengertian dengan baik. Oleh karena itu, pahami tipe emosional anak dan jangan berikan amarah atau tindak kekerasan ketika anak telah menyentuh sisi negatif dari emosinya. Berikan ia pengertian atau cari cara lain agar emosi anak tidak bertambah buruk dari waktu ke waktu.

– Interogasi anak tanpa berkata kasar

Beberapa orang tua cenderung buru-buru dan tidak sabaran ketika mereka menemukan suatu kejanggalan dan ingin mendapatkan fakta mengenai hal tersebut dari anak. jika anda melakukan interogasi dengan konsep berkata keras, memaksa, dan bahkan memukul. Maka anak akan berbohong kepada anda, serta konsep memahami karakter anak bisa pupus. Interogasi anak dengan lembut, buat ia mengatakan hal yang sebenarnya, dan ketahui bagaimana anak tersebut mampu menceritakan hal-hal yang sangat rahasia kepada anda. jika hal itu terjadi, maka anda telah memahami karakter anak dan siap untuk mendidiknya menjadi lebih baik.

Karakter Anak Usia Dini Dalam Hal Pendidikan

Kunci dalam pendidikan karakter supaya karakter seorang anak bisa tumbuh dan berkembang maksimal, ada 3 kebutuhan yang harus dipenuhi pada anak usia 0  sampai 7 tahun bahkan lebih. Yakni kebutuhan akan rasa aman, Kebutuhan untuk mengontrol dan Kebutuhan untuk diterima.

Tiga kebutuhan dasar emosi tersebut harus terpenuhi agar anak kita menjadi pribadi yang handal dan memiliki karakter yang kuat menghadapi hidup. Sebenarnya ada 6 ciri karakter anak yang bermasalah, cukup kita melihat dari perilakunya yang nampak maka, kita sudah dapat melakukan deteksi dini terhadap masalah dikehidupan yang akan datang atau dewasa. Berikut ini beberapa ciri karakter dari seorang anak ;

– Susah diatur dan diajak kerja sama.

Hal yang paling nampak adalah anak akan membangkang, akan semaunya sendiri, mulai mengatur tidak mau ini dan itu. pada fase ini anak sangat ingin memegang kontrol. Mulai ada pemberontakan dari dalam dirinya. Hal yang dapat kita lakukan adalah memahaminya dan kita sebaiknya menanggapinya dengan kondisi emosi yang tenang.

-Menanggapi negatif.

Saat anak mulai sering berkomentar. tanda harga diri anak yang terluka. Harga diri yang rendah, salah satu cara untuk naik ke tempat yang lebih tinggi adalah mencari pijakan, sama saat harga diri kita rendah maka cara paling mudah untuk menaikkan harga diri kita adalah dengan mencela orang lain. Dan anak pun sudah terlatih melakukan itu, berhati-hatilah terhadap hal ini. Harga diri adalah kunci sukses di masa depan anak.

– Menjadi pelawak.

Suatu kejadian disekolah ketika teman-temannya tertawa karena ulahnya dan anak tersebut merasa senang. Jika ini sesekali mungkin tidak masalah, tetapi jika berulang-ulang dia tidak mau kembali ke tempat duduk dan mencari-cari kesempatan untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka kita sebagai orang tua harap waspada. Karena anak tersebut tidak mendapatkan rasa diterima dirumah. Disinilah karakter anak bisa terlihat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*