Kapan bayi bisa duduk ? Apa peran orang tua ? cek disini

kapan bayi bisa duduk www.awalsehat.nestle.co.id

Melihat si kecil mulai bisa mengenggam tangan, barang, menggerak gerakkan badan dengan muka berseri cerah, membuat hati bunda dan ayah leleh dengan kasih sayang. Tidak sabar rasanya agar anak lekas tumbuh besar dan kuat, membanggakan orang tua. Pertanyaan pertama yang mungkin terbesit di pikiran orang tua adalah jika bayi saya cukup kuat untuk menggerakkan badan, kapan bayi bisa duduk? Jika tentu saja dibandingkan dengan rata rata kapan bayi bisa duduk menurut data di luar sana. Apa peran atau hal yang bisa saya lakukan sebagai orang tua agar si kecil lekas duduk sendiri?

Memang, ketika bayi duduk pertama kali, hal ini akan memberi ‘pandangan’ baru bagi bayi. Seolah olah dunia yang dulu ia kenal tidak sama lagi, seperti membuka cakrawala baru di pikiran bayi. Hal inilah yang mendorong bayi untuk segera belajar merangkak, hingga berjalan dengan tegap.

Dalam pikiran bayi mengalir naluri manusia yang biasa kita kenal dengan rasa ingin tahu dan penasaran. Kapan bayi bisa duduk sendiri tidak hanya ada di benak orang tua namun juga bayi secara tidak langsung penasaran akankah datang hari dimana aku duduk bersama mereka seperti orang yang sudah besar ? seperti anak yang kuat ?

Seperti yang telah dijelaskan diatas, bayi mulai belajar duduk ketika dirinya sudah bisa menggulingkan badan sampai mampu merangkak sendiri. Berguling atau merangkak adalah indikasi apabila tulang bayi sudah bertambah kuat.

Pada usia 4 bulan, otot leher sudah cukup kuat untuk menopang kepala, anda bisa menyadari hal ini jika bayi sudah mulai tertatih tatih mencoba mengangkat kepalanya sendiri, mungkin akan banyak terjadi ketika bayi berbaring diatas anda atau ketika anda menggendong bayi. Si kecil biasanya akan tertarik untuk mengintip atau sekedar menatap anda dengan mengangkat kepala.

Langkah selanjutnya adalah bayi akan mencoba untuk mengangkat badan. Anda akan sering meliaht si kecil menyeret badan agar nyaris seperti posisi duduk.

Disinilah peran anda masuk, usahakan jangan buru buru membantu bayi ketika malaikat kecil anda tengah berusaha mengangkat badan, jika hal ini dilakukan bayi akan merasa ia tidak perlu berusaha, toh bunda atau ayah akan datang menolongku, ujung ujungnya tindakan ini malah menghambat perkembangan bayi.

Tahap awal memang bayi tidak akan terlihat seperti duduk malah cenderung seperti bayi sedang menaruh beban badan ke perut.

Wajar saja, bayi memulai langkah awal duduk dengan menyeret badan ke belakang hingga nyaris membentuk posisi duduk. Perlahan tapi pasti punggung bayi akan lurus dengan sendirinya bahkan jika anda tak pernah membantunya sekalipun.

‘Apa yang bisa saya lakukan agar proses pembelajaran duduk semakin cepat ?’

Nah, jika anda mempertanyakan hal tersebut, ya memang ad acara tidak langsung agar bayi mau lekas belajar duduk. Salah satu hal yang anda bisa lakukan adalah membeli banyak mainan gantung dengan warna warna menarik dan mencolok seperti warna merah, kuning terang, dan biru cerah.

Warna warna tersebut adalah warna yang bisa dilihat dan ditangkap oleh bayi dengan cepat pada rentan usia 1 sampai  4 bulan. Mainan yang mengeluarkan suara menarik perhatian seperti lagu anak anak juga sangat bagus. Tujuan dari mainan mainan tersebut adalah menarik perhatian bayi agar mau melihat ke atas, alias mengangkat kepalanya.

Mengangkat kepala bagi bayi membutuhkan tenaga seluruh badan sehingga tentu akan membuat bayi seperti berolah raga kecil. Menciptakan permainan yang mampu memancing bayi melihat ke daerah atap atap rumah juga ide yang bagus, ditambah, cara ini membuat anda bisa berkomunikasi dan berhubungan baik dengan bayi. Hal kedua yang bisa anda lakukan yaitu memastikan anda memiliki banyak bantal baik bantal besar maupun bantal kecil.

Apa fungsi bantal bantal tersebut ?

Baik masa belajar maupun ketika bayi sudah bisa duduk, ada kalanya bayi akan senang pamer. Terutama jika bunda dan ayah sangat aktif mendorong bayi untuk terus meningkatkan kemampuan. Tindakan pamer ini bukan hal yang buruk, malah cenderung baik karena meningkatkan kemauan bayi untuk tetap tumbuh dan bisa membedakan mana hal yang disenangi orang tua dan mana tindakan tindakan yang tidak disenangi ayah bunda. Masalahnya, meski sudah bisa duduk sekalipun, badan bayi masih dalam fase ‘kontruksi’ sehingga pada saat bayi belajar duduk sangat sering badan bayi akan terhempas ke belakang.

Jika bayi menangis terbentur sesuatu pada saat terhempas ke belakang tentu tidak terdengar bagus, bukan ? tidak hanya tangisan bayi menyayat hati namun juga akibat dari benturan bisa bermacam macam, kondisi ini tentu menentukan arah hidup bayi kedepannya. Disinilah peran bantal bantal tersebut. Dengan menata bantal layaknya benteng di sekeliling bayi bisa menjaga bayi tetap aman selama proses.

Umumnya sudah bisa duduk sendiri ketika menginjak usia 4 sampai 7 bulan. Cepat atau lambatnya proses pembelajaran duduk juga bergantung dari asupan gizi yang diterima, seperti yang kita tahu asupan gizi layaknya bahan bakar yang mendorong tubuh bayi agar segera ‘menyelesaikan proyek’ alias mengoptimalkan pertumbuhan badan bayi dari dalam. Batas maksimal bayi benar benar bisa duduk sendiri ada pada usia 4 bulan. Penjelasan ini berdasarkan kapan bayi bisa duduk dari segi rata rata.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*