Jangan Sering Bilang “Jangan” Karena Hal Itu Akan Mengganggu Perkembangan Balita

perkembangan balita www.facebook.com/ibudanbalita

Perkembangan balita tidak hanya bertumpu pada nutrisi yang ibu berikan dari berbagai jenis makanan dan minuman sehat. Lebih dari itu, pola asuh yang baik juga mempengaruhi seberapa bagus perkembangan si kecil.

Dalam hal ini, ibu sebagai orang tua harus mengurangi mengatakan “jangan” atau jika perlu ibu tidak boleh menggunakan kata-kata tersebut. Pasalnya, kata-kata tersebut akan membuat perkembangan balita sedikit banyak terganggu. Si kecil akan takut melakukan sesuatu karena khawatir hal buruk akan terjadi.

Atau bahkan jangan-jangan ia akan takut melakukan sesuatu hal yang baru karena takut dimarahi oleh ibu. Jika itu terjadi, manfaat apa yang ibu dapatkan? Tentu saja bukan manfaat melainkan keburukan.

Anggapan yang Salah

Mungkin ibu dibesarkan oleh orang tua yang memiliki pemahaman bahwa sedini mungkin anak haurs diajarkan agar patuh kepada orang tua. Dulu, orang tua sering berkata dengan kata-kata yang keras ketika melarang anaknya melakukan sesuatu. Apakah ibu diasuh dengan cara tersebut?

Sekalipun ibu diasuh dengan cara tersebut, ibu tidak boleh menerapkan pola asuh seperti itu karena jelas tidak baik bagi tumbuh kembang balita. Ia akan merasa trauma dan takut untuk mempelajari hal-hal yang baru.

Terkadang, ibu tidak sadar bahwa suara keras yang keluar dari mulut ibu membuat si kecil merasa dimarahi. Ketika si kecil belajar berjalan dan jatuh kemudian ibu berteriak “awas”, maka anak akan merasa bahwa apa yang dilakukan itu salah. Padahal, bukan itu yang ingin ibu katakan, bukan?

Ketika anak merasa dimarahi dengan apa yang dia lakukan, maka ia akan trauma dan tidak mau mengulangi hal tersebut. Apakah ibu menginginkan hal tersebut? Tentu saja tidak.

Memarahi balita tidak akan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang patuh terhadap orang tua. Memarahi atau terdengar seperti memarahi justru akan membuat perkembangan balita terganggu terutama psikis. Mereka akan tumbuh menjadi anak yang kurang berani berinovasi. Dan bahkan, ada yang justru tumbuh menjadi anak yang nakal, keras, dan berani dengan orang tua karena ia sudah biasa dengan perkataan yang keras dari orang tua.

Pola Didik yang Benar

Sekarang ini sudah tidak zamannya lagi mendidik anak dengan cara kekerasan. Sudah terbukti anak yang sering mendengar kata “jangan” dan mendapatkan pola didik yang keras akan membuatnya tidak berkembang dan cenderung tumbuh menjadi anak yang susah diatur. Dengan cara tersebut, anak bukannya patuh namun justru brutal.

Oleh karena itu, ibu harus menerapkan pola didik yang penuh kasih sayang. Wujudkan kasih sayang tersebut melalui perkataan dan tindakan. Jangan sampai ada satu perkataan atau tidakan yang bisa menganggu perkembangan balita dalam hal psikisnya.

Ibu juga tidak perlu melarang balita ibu berlari karena berlari merupakan salah satu bentuk dari perkembangan balita yang normal. Biarkan ia berlari. Jangan marahi jika jatuh tapi justru memberikan pelukan sambil memberikan nasehat agar lebih berhati-hati.

Pola didik dengan penuh kasih sayang ini bisa diterapkan hingga balita ibu tumbuh dewasa. Lihatlah anak ibu akan tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa., pribadi yang kreatif karena berani melakukan hal baru dan pribadi yang patuh karena ia melakukan hal apapun bukan karena takut karena kesadaran. Bukankah itu hal yang terpenting dalam hidup? Oleh karena itu, hilangkan kata “jangan” untuk kebaikan perkembangan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*