Jangan Biarkan Anak Suka Corat Coret Tembok Rumah

friso www.facebook.com/frisoindonesia

Tentu saja jangan dibiarkan. Karena tembok rumah akan menjadi kotor.

Namun, bukan itu alasan kenapa ibu tidak boleh membiarkan anak corat coret tembok rumah.

Tentu ada silang pendapat. Ada yang bilang, biarkan saja karena corat coret tembok itu bentuk dari ekspresi. Anak bisa bereksplorasi dengan cara mencoret coret tembok.

Pertanyaannya, apakah tidak cara lain agar anak mengeksplorasikan diri mereka? Toh ada banyak cara eksplorasi kemampuan si kecil yang bisa ibu tiru di friso. Di sana ada banyak sekali jenis permainan yang bisa membuat balita ibu eksplorasi keinginan serta kemampuannya.

Kembali pada topik awal, kenapa ibu sebaiknya jangan membiarkan anak corat-coret tembok rumah. Hal ini sedikit banyak berhubungan dengan masa depan.

Membiarkan Artinya Mengijinkan

Bagaimana pun juga mencorat-coret tembok itu bukan hal yang baik untuk dilakukan. Sama halnya dengan membuang sampah sembarang. Tentu ibu ingin sekali membiasakan si kecil untuk membuang sampah pada tempatnya, bukan?

Bukan berarti ia masih kecil sehingga ibu membiarkan anak ibu buang sampah di sembarang tempat.

Begitu juga logika kenapa ibu tidak boleh membiarkan anak mencorat coret tembok.

Yaitu, agar si kecil tidak merasa diijinkan untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan.

Memulai dari kecil itu hal yang baik. Artinya, akan lebih baik jika mulai dari awal ibu melarang anak mencorat-coret tembok. Dikhawatirkan jika ibu membiarkan, maka ia merasa diijinkan dan tindakan mencorat-coret tembok merupakan tindakan yang boleh dilakukan.

Jadi, bukan hanya sekedar larangan karena tembok bisa kotor. Bukan itu. Ini berkaitan dengan perilaku anak di masa depan.

Sekali ibu mengajarkan hal yang baik ketika masih kecil, maka ajaran itu akan membekas hingga dewasa nanti.

Di sisi lain, sekali ibu membiarkan si kecil berbuat kurang baik, maka ia akan terus melakukannya hingga dewasa nanti.

Logika sederhana tentang jangan membiarkan anak mencorat-coret tembok itu seperti logika tentang ibu melarang si kecil membuang sampah sembarang. Usahakan sedini mungkin anak tidak membuang sampah sembarangan. Dan sedini mungkin ibu tidak boleh membiarkan si kecil corat-coret tembok.

Cara Melarang Anak Corat-Coret Tembok

Tentu saja ibu tidak boleh langsung melarang dan bahkan memarahi dan membentak anak ibu. Itu bukan cara yang efektif.

Ada dua pilihan. Yang pertama, menjelaskan dengan lembah lembut bawasannya tindakan mencorat-coret tembok itu tidak boleh dilakukan. Umumnya, orang tua melakukan cara ini walaupun banyak yang tidak berhasil.

Ada pilihan yang kedua, yaitu menempel kertas atau dinding yang terbuat dari tripleks pada tembok. Ini pilihan yang paling tepat. Dengan adanya tripleks, si kecil tahu bagian mana yang bisa ia gunakan untuk belajar menulis atau mencorat-coret dan bagian tembok mana yang tidak boleh dicorat-coret.

Ada juga cara lain, yaitu mengajari anak untuk menempel stiker. Ini permainan yang bagus untuk tumbuh kembang anak yang masih berhubungan dengan tembok. Dengan permainan ini, perhatian anak akan teralihkan. Ia tidak lagi suka mencorat-coret tembok. Ia akan lupa dan mulai bermain menempel stiker.

Bagaimana? Apakah ibu sudah punya ide apa yang seharusnya ibu lakukan?

Untuk meningkatkan perkembangan si kecil, ibu bisa cari tahu bagaimana agar si kecil mengeksplorasi potensinya tanpa harus melakukan hal yang kurang baik seperti mencorat-coret tembok. Temukan berbagai ide untuk perkembanan balita di situs Friso.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*