Jangan Anggap Remeh Jika Balita Muntah

Ibu dan balita www.ibudanbalita.com
Ibu dan balita

www.ibudanbalita.com

Muntah bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa saja balita ibu muntah karena mengalami masuk angin. Akan tetapi, muntah yang dialami oleh balita bisa jadi gejala tipes lho. Jadi, jika balita muntah, ibu harus memastikan dulu bawasannya muntah yang dialami oleh si kecil tidak berakibat pada hal yang lebih berbahaya lagi seperti tipes.

Muntah Karena Masuk Angin

Sebenarnya bisa dilihat apakah si kecil mengalami muntah sebagai gejala tipes atau karena masuk angin.

Jika karena masuk angin, biasanya muntah yang dialami oleh balita tidak lama. Ketika ibu memberikan susu atau ASI (jika balita masih minum ASI), ia akan sehat kembali. Biasanya hanya butuh istirahat saja sehingga balita tidak lagi muntah.

Selain itu, muntah yang disebabkan masuk angin biasanya terjadi ketika pancaroba atau proses pergantian musim. Jika kondisinya panas, sepertinya muntah yang dialami oleh si kecil bukan disebabkan oleh masuk angin.

Jika balita muntah hingga berkali-kali dan setiap kali makan langsung dimuntahkan, sebaiknya ibu waspada. Bukan tidak mungkin si kecil bisa mengalami dehidrasi mengingat apapun makanan dan minuman yang dikonsumsi dikeluarkan lagi.

Muntah Sebagai Gejala Tipes

Salah satu gejala tipes adalah muntah. Akan tetapi, tidak sebaliknya. Balita yang muntah belum tentu tipes.

Ada gejala lain selain muntah yang menunjukkan bawasannya si kecil terkena tipes. Salah satunya adalah suhu badan panas. Umumnya, balita yang mengalami tipes memiliki masalah seperti muntah yang disertai dengan suhu tubuh di atas 27 derajat celsius.

Jika tanda-tanda tersebut juga dibarengi dengan diare, besar kemungkinan si kecil memang mengalami gejala tipes.

Lalu, apa yang seharusnya ibu lakukan?

Tindakan yang Diperlukan

Jika si kecil muntah dalam kurun waktu berhari-hari, tindakan pertama yang perlu ibu lakukan adalah membawanya ke rumah sakit agar mendapatkan infus. Tindakan ini sangat diperlukan agar si kecil terhindar dehidrasi.

Setelah itu, biasanya dokter akan mengambil sample darah si kecil untuk memastikan apakah si kecil positif tipes atau tidak.

Jika si kecil memang terkena tipes, pengobatan akan dilakukan setidaknya selama 3 hari. Atau jika panas sudah turun dan si kecil tidak muntah lagi, itu tandanya si kecil sudah tidak lagi menderita tipes.

Pada dasarnya perawatan yang diperlukan bertujuan untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini penting agar bakteri yang menyebabkan bakteri bisa dilumpuhkan.

Itulah mengapa salah satu bagian dari perawatan yang akan didapatkan si kecil adalah suntikan antibiotik. Selain itu, selama masa penyembuhan, si kecil juga harus mengkonsumsi makanan yang lunak.

Tindakan Paling Awal Saat Balita Muntah

Tentu saja ibu tidak harus langsung panik dan membawa si kecil ke rumah sakit. Jika ia muntah, ada beberapa tindakan yang perlu ibu lakukan.

  • Bantu Si Kecil Mengeluarkan Muntahan

Ibu bisa membantu si kecil agar semua yang ingin dimuntahkan si kecil berhasil dikeluarkan.

  • Berikan Minuman Hangat

Agar tidak mengalami dehidrasi, ibu perlu memberikan minuman yang hangat, entah itu susu atau minuman hangat lainnya.

  • Buat Si Kecil Tenang

Biasanya setelah muntah, tubuh balita akan lemas sekali. Untuk itu, ibu bisa menenangkan si kecil. Akan lebih baik jika ibu bisa membuatnya tertidur. Dengan istirahat, maka rasa tidak nyaman tersebut tidak lagi ia rasakan.

Semoga informasi tersebut di atas membantu ibu. Setidaknya ibu tahu apa yang seharusnya ibu lakukan jika balita muntah. Untuk informasi lebih lengkap seputar kesehatan balita, ibu bisa akses website ibu dan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*