Ingin Tulang Si Kecil Tumbuh Kuat? Cek Nutrisi Anak Penting Frisian Flag Karya Disini!

frisian flag karya www.ibudanbalita.com

Frisian flag karya – Pertumbuhan si kecil menjadi bagian paling penting dalam hidupnya. Anak kecil bak kertas polos yang menunggu untuk diisi. Apakah kertas tersebut nanti berisi tulisan jorok nan jelek atau lukisan indah memikat hati siapa saja yang bertemu dengannya sangat tergantung pada orang tua. Bagaimana isi ‘kertas’ malaikat kecil ayah bunda tidak sebatas psikis saja atau kondisi mental namun juga fisik. Kebahagiaan yang dibangun orang tua bisa hancur berantakan apabila ada hal tidak diinginkan secara fisik terjadi pada anak, terang saja menjaga kesehatan seolah wajib bagi siapa saja.

Sayuran memang banyak digadang – gadangkan sebagai sumber nutrisi vitamin yang cukup kaya. Orang dalam segala umur sangat diharapkan memakan sayur setidaknya sekali dalam sehari. Diberkatilah orang – orang yang memang menyukai sayur dari sananya atau bahkan mampu memilih jalan hidup sebagai seorang vegan alias orang yang tidak makan produk hewani sama sekali. Sayuran memang kurang populer di kalangan banyak orang termasuk anak – anak. Rasa sayuran yang terkadang pahit atau kurang manis dengan tekstur sedikit kasar atau kelembekan membuat anak – anak memilih meraung galak sampai ayah bunda menyerah dan menarik piring berisi sayuran. Dilema juga, kalau ayah dan bunda sendiri bukan tipe orang yang mau makan sayur. Masa’ memaksa anak makan sayur padahal sendirinya tidak bisa memberi contoh.

Brokoli, misalnya. Sayuran berbentuk pohon mini, dengan ujung keruwul seperti rambut kribo satu ini sering tidak mengundang selera. Tampilan brokoli yang hijau tua seolah membuat anak berpikir brokoli tidak terasa enak. Ketika digigit, tekstur yang cukup kasar membuat anak yang jarang makanan padat makin mengumandangkan gendang perang pada brokoli. Susah, sekali menyuruh si kecil menghabiskan deretan brokoli meski sudah dicampur dengan makanan lain sekalipun. Padahal, brokoli sendiri mengandung banyak nutrisi untuk tumbuh kembang si kecil. Kalau sampai tidak kunjung berhasil menjejalkan brokoli dalam mulut anak, salah satu nutrisi penting yakni kalsium sudah menghilang.

Susu hewani memang sering dikaitkan dengan kandungan kalsium. Padahal, kalau mau adu kalsium, brokoli bisa maju sebagai jagoan. Ya, sayuran hijau dengan ujung kruwul seperti beringin mini ini diam – diam memiliki kemampuan setara dengan susu, keju atau sejenisnya ketika membicarakan kalsium. Semakin hijau warna brokoli maka kandungan kalsiumnya juga semakin tinggi. Bayangkan saja, satu cangkir brokoli sudah mengandung setidaknya seratus delapan puluh kalsium ! susu saja hanya mengandung tiga ratus kalsium dalam 1 cangkir,  dua kali lipat lebih sedikit dibanding brokoli apabila susu seukuran brokoli. Bisa dibayangkan betapa besar potensi brokoli dalam urusan kalsium, namun jarang sekali tampak.

Kalsium sangat dibutuhkan tubuh terlepas dari sadar atau tidak. Biasanya, seseorang baru sadar kebutuhan akan kalsium sangat menginjak usia sepuh atau manula. Di usia yang sudah bau tanah, memang tubuh akan lebih lemah dan kesulitan memperkokoh tulang yang semakin keropos seiring dengan bertambahnya umur. Era 20’an seseorang hanya membutuhkan 1000 mili gram kalsium setiap harinya sedangkan saat memasuki 50 tahun, kebutuhan susu melonjak menjadi seribu dua ratus. Memang masa kecil seolah tidak butuh kalsium sebanyak orang dewasa tapi apabila tidak diberi asupan dari awal kemungkinan tulang tidak tumbuh dengan baik dan kuat semakin besar. Bahkan, kalsium tidak hanya berhenti di tulang namun juga gigi. Perkiraan gigi gampang keropos pada anak – anak sebenarnya bisa terjadi karena kekurangan kalsium. Tidak ada kalsium bak pembangunan rumah yang pekerjanya kurang makan.

 Tubuh seolah olah menjunjung tinggi kalsium. Pahlawan super, penjabat, bahkan manusia terkuat sekalipun membutuhkan pendamping dalam hidupnya. Kalsium sendiri diam – diam mencerminkan makna bahwa bersatu kita kuat bercerai kita runtuh. Pendamping hidup paling cocok untuk kalsium adalah vitamin D3. Bak punguk merindukan bulan, tak adanya D3 dalam tubuh membuat kalsium tidak bisa diserap tubuh secara maksimal sehingga berujung tulang keropos juga. Percuma bukan, sudah susah – susah menyediakan kalsium namun hasilnya nihil hanya karena tidak ada vitamin D3. Yang namanya membesarkan anak memang tidak boleh setengah jalan.

Vitamin D tidak kalah penting dengan kalsium, sayangnya berbeda dengan kalsium tidak banyak bahan makanan yang mengandung vitamin D. Ikan tuna adalah salah satu dari beberapa makanan yang mau menyediakan vitamin D untuk mendukung tubuh menyerap kalsium. Dibalik daging tuna lembut dan murmer tersembunyi 106 vitamin D dalam 75 gram ikan tuna masak. Kendati demikian, nasib tuna tidak jauh berbeda dengan brokoli, anak kecil cenderung tidak menyukai ikan. Bisa dibilang, kucing jauh lebih bersahabat ketika disuruh makan ikan tuna diabanding anak sendiri.

Frustasi bisa saja terjadi kalau sudah begini. Punya ilmu pengetahuan tentang gizi yang diperlukan tulang sayangnya tidak bisa praktek. Malaikat kecil ayah bunda tetap saja menolak kedua makanan utama dengan kandungan baik untuk tulang terlepas dari cara penyajiannya. Untung saja, dengan teknologi jaman sekarang, sudah ada sumber kalsium dan vitamin D dalam bentuk yang mudah dikonsumsi si kecil. Klaim produk mengatakan 1 gelas susu Frisian flag karya menyediakan kalsium yang setara dengan 1 bonggol brokoli, dan vitamin D yang sederajat dengan 1 potong tuna. Ditambah lagi, Frisian flag karya bersahabat baik dengan lidah anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*