Informasi Kehamilan Tentang Bahaya Terkena Anemia

Ibu Hamil Anemia www.huffingtonpost.co.uk

Jika ibu mencari informasi kehamilan tentang, maka ibu akan mendapatkan banyak sekali data. Mungkin selama ini ibu hanya mengetahui jika keguguran disebabkan oleh goncangan saat berkendara dengan menggunakan kendaan bermotor, mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein, atau dikarenakan jatuh. Dan kini ibu akan mengetahui jika anemia menjadi salah satu penyebab bayi di dalam kandungan mengalami keguguran.

Ini sangat mengkhawatirkan mengingat ibu hamil khususnya ketika usia trimester kedua sering sekali mengalami anemia. Kebutuhan zat besi semakin tinggi. Sementara itu, banyak ibu hamil yang tidak memperhatikan menu makanan setiap hari apakah mengandung zat besi yang tinggi atau tidak.

Dalam hal ini, ibu akan mendapatkan dua informasi ibu hamil yang sangat penting. Yang pertama tentang apa saja dampak buruk anemia saat hamil. Dan yang kedua, cara agar seorang ibu hamil terhindar dari anemia.

Dampak Buruk Anemia Terhadap Ibu Hamil

Sudah disinggung sebelumnya bawasannya salah satu dampak terburuk dari anemia saat hamil adalah terjadinya keguguran. Ini terjadi pada ibu yang mengalami anemia berat.

Selama ini ibu mungkin hanya mengetahui anemia menyebabkan tubuh mudah lelah dan tidak bertenaga. Ini merupakan dampak anemia yang ringan. Jika hal ini tidak ditangani dengan cepat, maka akan terjadi akumulasi sehingga anemia menjadi semakin berat dan membuat resiko bayi mengalami keguguran semakin tinggi.

Akan tetapi, bukan keguguran saja yang menjadi dampak buruk anemia yang dialami oleh ibu hamil. Dampak lainnya adalah bayi lahir dalam keadaan prematur. Seperti yang ibu ketahui, bayi yang lahir dalam keadaan prematur tidak mudah bertahan hidup. Bayi prematur harus dirawat secara lebih intensif.

Tidak hanya berdampak buruk bagi janin, anemia juga membahayakan kesehatan ibu hamil. Jika masa persalinan sudah hampir tiba, ada baiknya ibu segera konsultasikan dengan dokter agar anemia ini bisa diatasi secepatnya. Pasalnya, anemia bisa membuat ibu mengalami kesulitan dalam melakukan persalinan normal. Anemia membuat otot rahim mengalami kelelahan saat terjadi kontraksi waktu proses persalinan. Dan jika otot rahim sudah tidak mampu berkontraksi, maka kemungkinan besar akan terjadi pendarahan. Ini yang sangat dikhawatirkan oleh bidan dan juga dokter yang membantu proses persalinan.

Setidaknya info kehamilan ini membuka wawasan ibu tentang pentingnya mengobati anemia. Namun, akan lebih baik jika ibu berhasil melakukan pencegahan, bukan pengobatan setelah ibu benar-benar mengalami anemia.

Langkah Pencegahan Anemia Untuk Ibu Hamil

Pada intinya, ibu harus mencukupi kebutuhan nutrisi berupa zat besi jika ibu ingin mencegah anemia saat hamil. Menurut ahli kesehatan kandungan, kebutuhan zat besi harian seorang ibu hamil sekitar 27 mg. Dengan mengkonsumsi beberapa jenis makanan berikut ini, ibu bisa pastikan kebutuhan zat besi tercukupi.

  1. Kacang-Kacangan

Ada banyak sekali menu makanan yang bisa ibu buat dari kacang-kacangan. Ibu bisa membuat pecel dengan campuran sayuran seperti kacang panjang, bayam, kol, taoge, dan lain sebagainya. Selain menu makanan ini sehat, ibu tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk bisa menyajikan makanan ini.

  1. Sereal

Seringkali orang lupa sarapan. Alasannya bermacam-macam. Ada yang tidak sempat. Ada juga yang tidak terbiasa sarapan. Tentu kebiasaan ini harus ibu hentikan mengingat kebutuhan nutrisi kehamilan harus dicukupi. Salah satunya dengan sarapan setiap pagi.

Jika ibu tidak sempat membuat sarapan sendiri di pagi hari, ibu bisa siapkan sereal. Ini merupakan salah satu sumber zat besi yang paling tinggi. Selain itu, hanya cukup beberapa menit saja, ibu bisa menyajikan menu sarapan yang bergizi ini.

  1. Mengkonsumsi Susu

Ada baiknya ibu biasakan mengkonsumsi susu ibu hamil dua kali sehari, yaitu di pagi ketika sarapan dan di malam sebelum tidur. Kandungan zat besi di dalam dua gelas susu setiap hari akan membuat ibu terhindar dari kekurangan zat besi yang bisa menyebabkan ibu mengalami anemia.

Secara umum, anemia biasanya diawali dengan badan yang cenderung lemas dan tidak bertenaga. Hal ini biasanya dibarengi dengan yang lainnya seperti wajah pucat, bibir dan kuku berwarna kebiru-biruan, sering tiba-tiba merasa pusing, sesak nafas, dan sulit untuk fokus dan konsentrasi melakukan kegiatan atau pekerjaan setiap hari. Jika ada beberapa tanda tersebut yang ibu rasakan, sebaiknya ibu segera konsultasi kehamilan dengan dokter.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*