Info Kesehatan Balita Yang Harus Orangtua Ketahui

info kesehatan balita www.ibudanbalita.com

Info kesehatan balita sangatlah penting untuk diketahui sebab kita bisa dengan jelas mengetahui kondisi si kecil. Dengan fisik prima dan daya tahan tubuh maksimal bikin kuman penyakit enggan mendekati balita. Caranya agar anak tak mudah sakit sebenarnya tidak sulit.  Jangan abaikan makan. Idealnya, batita mendapat asupan zat gizi seimbang agar mempunyai daya tahan tubuh yang cukup untuk menangkal penyakit.

Hal ini bisa diperolehnya bila makanan mengandung ketiga golongan bahan makanan, yakni zat tenaga karbohidrat dan lemak, zat pembangun protein dan zat pengatur vitamin dan mineral.  Komposisinya pun sebaiknya  50-70 persen karbohidrat, 20-30 persen lemak dan 10-15 persen protein.  Susahnya, banyak juga balita yang picky eater, atau hanya suka makanan tertentu. Jangan khawatir, Anda bisa kok menyiasati balita yang suka pilih-pilih makanan.

Kalau balita hanya suka mi, masukkan daging ayam, sayur sawi, timun, udang ke dalamnya, atau bentuk makanannya dalam bentuk yang menarik, seperti dibentuk seperti wajah orang.  Intinya, buat balita seolah-olah tetap mengonsumsi makanan kegemarannya.  Selain makanan, jangan dilupakan asupan cairan buat batita. Sumber cairan penting adalah susu, jus buah dan air putih. Untuk susu, pilihlah yang sesuai usianya. Agar balita tidak keburu kenyang, berikan susu setelah balita makan.

Info Kesehatan Balita Untuk Mencegah Berbagai Penyakit

Setiap habis makan, berikan balita air putih dan sebagai selingan. Demikian juga jus, dapat diberikan sebagai selingan pada pagi dan sore hari. Ukuran pemberian per hari kira-kira susu sebanyak  2-3 gelas,  jus buah, dan air  2-3 gelas. Fisik prima tak hanya datang dari makanan. Kebersihan diri juga harus dijaga. Balita usia 2-3 tahun umumnya sudah bisa mencontoh orang lain. Untuk itu, biasakanlah batita untuk mandi, sebaiknya 2 kali sehari. Biasakan balita untuk menyabuni seluruh tubuh, termasuk lipatan-lipatan tubuh. Selesai mandi, keringkanlah tubuhnya.

Gosok gigi, jumlah gigi batita sudah mulai banyak, jadi gunakan sikat gigi untuk membersihkan gigi. Jika batita sudah bisa berkumur, Anda boleh memberinya pasta gigi. Supaya batita mau sikat gigi, ajak ia sikat gigi bersama, batita biasanya senang meniru tingkah orangtuanya. Ajari balita untuk cuci tangan dengan sabun setiap kali mau makan, sehabis makan, sehabis main di luar dan sehabis buang air. Biasakan batita mencuci kakinya setiap kali mau naik ke tempat tidur, sehabis bermain dan sehabis bepergian.

Tak usah pusing kalau melihat balita aktif bergerak. Berlari, memanjat, dan sebagainya. Yang penting, Anda jangan lengah mengawasinya agar tidak terjadi hal yang membahayakan seperti tersengat listrik atau jatuh dari tangga.

Setiap hari, anak sebaiknya bergerak minimal 1 jam. Tapi, jangan berlebihan pula, misalnya sampai lebih dari 2 jam per hari. Bentuk aktivitasnya dapat bermacam-macam, misalnya berlari, bermain bola bersama orangtua, berayun-ayun, atau bergoyang-goyang mengikuti irama lagu. Manfaat yang bisa dipetik bagi kesehatan tubuh balita, antara lain yaitu aliran darah menjadi lancar, membuat daya tahan tubuh lebih baik dan mengurangi risiko kegemukan dan metabolisme tubuh jadi oke.

Balita yang memiliki gangguan tidur, dikhawatirkan proses pengeluaran hormonnya terganggu. Akibatnya, terjadi gangguan pertumbuhan, misalnya mengganggu pembentukan sistim kekebalan tubuh balita, proses belajar dan daya ingat.  Untuk itu, biasakanlah balita tidur siang sekitar 1-2 jam. Misalnya, setelah makan siang. Kalau Anda ibu bekerja, minta bantuan pengasuh. Total dalam sehari, balita membutuhkan 12-14 jam waktu tidur.

Setelah balita merayakan ulang tahunnya yang  pertama, ingat bahwa sudah waktunya kembali untuk melengkapi imunisasi seperti imunisasi influenza, campak-gondongan-rubella dan cacar air.  Pada balita usia 15 – 18 bulan, ada ulangan ke-4 imunisasi wajib polio dan DTP dan imunisasi yang dianjurkan, yaitu Hib dan Pneumokokus (PVC). Pada usia 2 tahun, balita dapat diberikan imunisasi Hepatitis A dan Thyphus. Tujuan imunisasi adalah agar zat kekebalan tubuh balita terbentuk, sehingga risikonya mengalami penyakit yang bersangkutan lebih kecil.

Info Kesehatan Balita Mengenai Manfaat Sendawa Untuk Bayi

Anda tidak perlu cemas ketika bayi anda bersendawa setelah minum susu bahkan pada kondisi tertentu sendawa bayi dapat bersamaan dengan gumoh yaitu mengeluarkan susu dari mulut bayi. Sendawa pada bayi terjadi karena adanya pada ujung akhir saluran pencernaan terdapat otot yang memiliki fungsi mengatur isi perut agar menahan agar makan dan minum yang dikonsumsi bayi tidak kembali. Proses menahan makan dan minum yang dilakukan otot perut disebut mekanisme ventil.

Mekanisme ventil pada bayi belum sempurna ini karena pada usia bayi lahir masih butuh penyesuaian dengan sistem pencernaan bayi.  Pada saat ibu menyusui bayi seringkali udara ikut masuk bersama susu sehingga membuat volume udara ikut tertelan oleh bayi. Apalagi bila anda menyusui dengan posisi yang kurang tepat sehingga bayi sering menangis akibat ketidaknyamanan ketika mendapatkan ASI. Kondisi seperti itu akan menambah volume udara yang masuk sehingga memungkinkan udara masuk tertahan di bagian atas lambung. Akibatnya akan membuat perut kembung dan bayi rewel.

Itulah sebabnya dengan sendawa dapat membantu mengurangi risiko perut kembung pada bayi. Dengan menyendawakan bayi maka akan membantu untuk melepas semua gelembung udara yang membuat bayi tidak nyaman. Selain itu sendawa akan membantu bayi agar tidak gumoh. Gumoh adalah kondisi dimana bayi mengeluarkan cairan di mulutnya, umumnya berupa ASI. Dengan membuat bayi sendawa maka akan mengurangi gumoh yang terjadi setelah ibu menyusui bayi. Manfaat sendawa lainnya yaitu mengurangi rewel karena kondisi perut yang tidak nyaman. Bayi yang mengalami perut kembung akan mengalami ketidaknyamanan dan membuatnya sering nangis maka sangat penting untuk mengetahui info kesehatan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*