Info Kesehatan Balita Terkait Dengan Penyakit Tifus

info kesehatan balita www.ibudanbalita.com

Meskipun Anda sudah tahu banyak mengenai info kesehatan balita, tidak mudah lho menentukan apakah si kecil terkena tifus atau demam biasa. Pasalnya, demam dengan tifus terlihat sama. Balita yang terkena tifus biasanya mengalami demam yang tinggi. Orang tua mungkin akan menganggap bawasannya balita mereka hanya mengalami demam biasa. Mereka tidak sadar jika balita mereka mengalami tifus.

Karena ketidaktahuan inilah banyak balita yang akhirnya tidak terselamatkan. Menurut penelitian, tifus merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian pada anak kecil. Oleh sebab itu, penyakit yang satu ini tidak boleh dianggap sepele. Setidaknya ibu harus tahu apa itu tifus, bagaimana gejalanya, serta apa yang harus Anda lakukan jika si kecil terkena tifus.

Membedakan Demam Biasa Dengan Tifus

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada kemiripan antara demam biasa dengan tifus. Balita yang terkena tifus biasanya diawali dengan munculnya gejala demam. Namun, beda antara tifus dengan demam biasa.

  • Suhu Tubuh Naik Turun

Berbeda dengan demam biasa. Tifus biasanya diawali dengan munculnya gejala naik turunnya suhu tubuh. penderita tifus biasanya mengalami demam di malam hari. Suhu tubuh bisa mencapai 39 derajat celcius. Sementara itu, suhu tubuh kembali turun di pagi hari. Kelihatannya penderita tifus tersebut tidak mengalami masalah apapun. Suhu tubuhnya normal. Namun kembali lagi naik di sore atau di malam hari.

  • Lidah Terlihat Kotor

Sebenarnya bukan kotor seperti lidah setelah makan makanan tertentu. Menurut informasi kesehatan balita, balita yang terkena tifus memiliki lidah yang berwarna putih dan terlihat sedikit kotor.

Balita tidak bisa merasakan rasa makanan tertentu. Lidahnya terasa pahit sehingga ia cenderung tidak doyan mengkonsumsi makanan favoritnya sekalipun.

  • Sakit Kepala

Selain demam, balita yang terkena tifus juga mengalami sakit kepala.

Jika ketiga gejala tersebut muncul, besar kemungkinan balita ibu tidak sedang mengalami demam biasa melainkan tifus. Meskipun demikian, ibu tidak bisa memastikan hal tersebut. Tetap saja ibu harus bawa si kecil ke dokter anak atau ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih intensif. Biasanya, tes darah akan dilakukan untuk memastikan apakah balita ibu benar-benar terkena tifus atau tidak.

Penangangan Yang Diperlukan Saat Balita Tifus

Dari berbagai sumber info kesehatan balita, tifus dianggap sebagai penyakit yang cukup berbahaya. Hal ini disebabkan tifus ini disebabkan oleh adanya bakteri yang menyebar dan berkembang di usus halus. Bisa dikatakan tifus merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang pencernaan. Hanya saja, efeknya kepada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Untuk menghilangkan bakteri yang masuk ke dalam usus halus tersebut, diperlukan obat-obatan tertentu. Berikut ini beberapa tindakan medis yang sering dilakukan oleh dokter.

  1. Memberikan Antibiotik

Sebenarnya pemberian antibiotik kepada balita itu tidak disarankan. Memberikan antibiotik itu artinya membiarkan sistem kekebalan tubuh balita tidak berkembang secara maksimal. Akan tetapi, jika kondisi mendesak seperti ketika balita terkena tifus, pemberian antibiotik dianggap sebagai langkah yang paling tepat.

Dalam hal ini, ibu harus tahu tidak semua balita cocok dengan antibiotik. Oleh sebab itu, ketika dokter memberikan antibiotik, perhatikan reaksi yang terjadi. Jika balita ibu mengalami gatal-gatal atau bahkan pernafasannya terlihat sulit, itu artinya antibiotik yang diberikan tidak cocok dengan kondisi tubuh si kecil. Segera hubungi dokter yang menangani si kecil agar bisa mendapatkan antibiotik yang berbeda.

  1. Makan Makanan Yang Lunak

Karena tifus ini menyerang usus halus, maka cara yang tepat untuk mengatasinya adalah mengkonsumsi makanan yang lunak. Jangan sampai balita mengkonsumsi makanan yang keras di mana makanan tersebut bisa menyebabkan rasa perih pada usus halus yang diserang oleh bakteri.

Selama sakit, balita harusnya mendapatkan makanan yang lunak seperti halnya bubur. Buah yang asam pun tidak diperkenankan untuk dikonsumsi.

Dua hal tersebutlah yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengatasi masalah tifus yang dialami oleh balita. Dan memang proises penyembuhan membutuhkan waktu yang cukup lama. Setidaknya, anak harus dirawat di rumah sakit selama 3 hari. Jika kondisi membaik, anak ibu sudah diperbolehkan untuk rawat jalan.

Pada intinya, proses pengobatan dilakukan untuk dua hal. Yang pertama, menghilangkan bakteri yang masuk ke dalam usus halus yang menyebabkan tifus. Dan yang kedua, pengobatan dilakukan untuk mengembalikan usus seperti semula setelah dirusak oleh bakteri.

Informasi kesehatan balita lainnya bisa Anda dapatkan di www.ibudanbalita.com. Di situs tersebut, Anda akan menemukan sebuah forum ibu dan balita di mana forum tersebut membahas banyak hal mengenai kesehatan balita.

Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter anak melalui situs tersebut. Terdapat layanan konsultasi online dengan dokter anak yang bisa Anda manfaatkan. Silakan tinggalkan peranyaan dan pakar kesehatan anak akan segera merespon atau membalas pertanyaan yang Anda tanyakan tersebut.

Yang pasti, kesehatan balita harus dijaga dengan satu cara, yaitu dengan selalu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Memberikan makanan yang sehat dan bervariasi serta selalu memberikan tiga gelas susu Frisian Flag Jelajah setiap hari sudah cukup untuk memastikan sistem kekebalan tubuh anak selalu ditingkatkan. Dengan menjaga kesehatan, itu artinya Anda sudah membantu agar perkembangan balita lebih optimal. Berbeda dengan balita yang sering sakit. Perkembangannya pasti terganggu. Untuk itu, jaga selalu kesehatan anak. Jangan pernah berhenti untuk menggali dan mengupdate pengetahuan serta info kesehatan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*