Hati-Hati Terkena Sindrom Baby Blues Pasca Kelahiran. Ini Cara Pencegahannya

pasca kelahiran https://www.facebook.com/FrisoIndonesia/

Sebenarnya normal saja jika seorang ibu mengalami sindrom baby blues pasca kelahiran. Dan hampir semua wanita akan mengalami hal ini. Yang membedakan hanya seberapa berat sindrom ibu rasakan.

Karena ada baby blues syndrome yang sangat berat sehingga masalah ini dialami oleh seorang ibu hamil hingga lebih dari satu minggu. Bahkan, tidak jarang juga hingga satu tahun paska kelahiran.

Mungkin ibu pernah mendengar berita seorang ibu yang menganiaya balitanya sendiri. Ini merupakan akumulasi dari beratnya sindrom baby blues yang ia alami.

Tentu ibu tidak ingin hal buruk tersebut terjadi. Ibu tahu kelahiran seorang anak merupakan anugrah. Jangan sampai hal tersebut menjadi bencana.

Jika ibu tahu penyebab baby blues, ibu bisa melakukan pencegahan sejak dini. Dan kalaupun ibu mengalami sindrom ini, tingatannya tidak begitu parah.

Penyebab Terkena Baby Blues Syndrome

Sebenarnya ada satu penyebab seorang ibu terkena baby blues, yaitu ketidaksiapan mental.

Itulah realita yang terjadi. Banyak pasangan yang belum siap secara mental namun sudah menikah dan akhirnya memiliki anak. Karena mental belum siap, maka mereka merasa stress.

Dan yang paling merasakan hal ini adalah seorang wanita. Karena ia tidak hanya merasakan mental yang kurang siap tapi juga sakitnya melahirkan dan repotnya mengurus serta merawat bayi.

Itulah mengapa sekarang ini pernikahan dini tidak disarankan. Walaupun sudah diatur oleh pemerintah mengenai batas minimal usia pernikahan, tapi setidaknya seseorang sudah matang entah secara psikis maupun secara finansial. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya sindrom baby blues setelah melahirkan bayi.

Dan ujung-ujungnya, agar tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh ibu kepada anaknya sendiri. Dan angka perceraian yang ternyata tinggi karena pernikahan dini ini bisa ditekan.

Mengantisipasi Baby Blues

Penjelasan sebelumnya tentang penyebab baby blues sepertinya sudah menjelaskan bagaimana cara mengantisipasi baby blues, yaitu dengan mempersiapkan mental.

Akan tetapi, bukan berarti yang sudah siap secara mental dan juga sudah mapan secara finansial tidak mengalami baby blues syndrome lho. Seperti di pembukaan artikel ini, hampir semua wanita mengalami baby blues. Dan ini merupakan hal yang wajar.

Hanya saja, akan menjadi hal yang buruk jika baby blues yang ibu alami terjadi hingga berminggu-minggu bahkan hingga satu tahun.

Untuk mencegah hal ini, ibu perlu tahu bagaimana cara mengatur emosi. Bicaralah dengan suami atau orang tua untuk membantu ibu meringankan beban merawat bayi.

Jika bayi rewel di malam hari dan tidak bisa tidur, ibu bisa meminta suami ibu untuk menggendong bayi jika ibu merasa mengantuk.

Dan urusan perawatan bayi yang mungkin bisa dilakukan oleh suami bisa ibu serahkan kepadanya seperti menjemur bayi di pagi hari.

Secara teknis, ibu tidak boleh merasa berat ketika merawat bayi. Dan hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mencari bantuan entah dari suami atau orang tua.

Akan tetapi, ada satu hal yang paling penting. Ibu tidak boleh terlalu stress. Banyak seklai ibu pasca melahirkan emikirkan hal-hal negatif atau mengkhawatirkan masa depan tentang bagaimana membesarkan anak. Dan pikiran semacam itulah yang bisa membuat ibu mengalami baby blues syndrome.

Yang harus ibu lakukan hanya melakukan apa saja yang yang saat ini ibu harus lakukan. Jalani saja dan jauhkan pikiran negatif dan kekhawatiran yang belum tentu terjadi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*