Hati-hati Kelebihan Vitamin pada Anak!

Source: http://timetour.tistory.com

Memberi gizi yang baik bagi anak merupakan salah satu tugas Ibu. Mulai dari pemberian makanan yang dinilai bergizi sampai suplemen vitamin. Apakah hal tersebut salah? Tidak salah, tetapi mungkin jumlahnya tidak tepat dan dapat berakibat buruk bagi anak. Ibu, berikut ini jumlah yang dianjurkan dalam pemberian vitamin bagi anak dan akibat jika kelebihan vitamin.

Vitamin A

Salah satu fungsi penting dari vitamin ini ialah mendukung kualitas penglihatan. Vitamin A juga dapat membantu pertumbuhan tulang dan melindungi tubuh anak dari infeksi.

Jumlah vitamin A perhari yang dibutuhkan anak:

* Usia 1-3 tahun jumlah takaran vitamin A sebanyak 300 mcg.

* Usia 4 tahun dosisnya bisa dinaikkan hingga 400 mcg perhari.

Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, rasa sakit di perut, iritasi, gangguan penglihatan, demam, mulut kering, nyeri pada tulang, dan anoreksia.

Vitamin B

Vitamin B berfungsi untuk membantu produksi energi dan sel darah merah, membantu menyediakan energi yang diperlukan tubuh, serta membantu sel-sel tubuh mereproduksi DNA baru.

Jumlah vitamin B perhari yang dibutuhkan anak:

* Bayi membutuhkan 0.5 mcg.

* Bagi yang sudah memasuki usia balita, dosisnya naik menjadi 0.9 mcg.

* Anak berusia 4-8 tahun membutuhkan 1.2 mcg vitamin B.

* Anak usia 9-13 tahun membutuhkan 1.8 mcg vitamin B.

Kelebihan vitamin B dapat menyebabkan efek toksik dan jika konsumsi dilakukan dalam waktu lama lama dapat menyebabkan penyakit saraf. Umumnya kelebihan vitamin B menyebabkan perubahan pada kulit, mual, dan luka pada usus.

Vitamin C

Vitamin C membantu pembentukan dan perbaikan sel-sel darah merah, tulang, dan jaringan tubuh. Selain itu, vitamin C dapat memperkuat pembuluh darah, meminimalkan memar akibat jatuh, membantu proses penyembuhan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mencegah tubuh anak terjangkit infeksi.

Jumlah vitamin C perhari yang dibutuhkan anak:

* Bayi berusia 0-6 bulan cukup 40 mg perharinya (dapat didapatkan dari ASI).

* Anak berusia 7-23 bulan bisa mendapatkan vitamin C dari makanan pendamping ASI dengan takaran 40 mg perharinya.

* Anak usia 2- 5 tahun membutuhkan 45 mg vitamin C.

Kelebihan vitamin C dapat menyebabkan diare, mual, sakit kepala, insomnia, dan pembentukan batu ginjal.

Vitamin D

Vitamin D berfungsi untuk membantu tubuh mengatur jumlah kalsium dan fosfat yang dapat menjaga kesehatan tulang dan gigi anak.

Jumlah vitamin D perhari yang dibutuhkan anak:

* Balita dan anak-anak membutuhkan 400 IU vitamin D per hari.

Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan berlebihnya kalsium dalam darah, sehingga efek-efek lainnya muncul, seperti sembelit, dehidrasi, hilangnya nafsu makan, kelelahan, pusing, tekanan darah tinggi, aritmia, kerusakan ginjal, pengeroposan tulang, serta pengerasan arteri dan dan jaringan lunak pada tubuh.

Vitamin E

Vitamin ini dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh anak dan melancarkan aliran darah pada anak.

Jumlah vitamin E perhari yang dibutuhkan anak:

* Anak berusia 1-3 tahun perlu diberi vitamin E sebanyak 9 IU.

* Anak berusia 4-8 tahun perlu diberi vitamin E sebanyak 10.4 IU.

* Anak berusia 9-13 tahun membutuhkan 16.4 IU vitamin E perhari.

* Jika sudah memasuki remaja hingga usia dewasa maka takaran vitamin E bisa mencapai 22 IU perharinya.

Kelebihan vitamin E dapat menyebabkan pendarahan karena menghambat kerja vitamin K, kelelahan, sakit kepala, dan masalah pada pencernaan.

Vitamin K

Vitamin K berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah, sehingga luka dapat lebih mudah menutup.

Kelebihan vitamin K dapat menyebabkan alergi dan menyebabkan gangguan pada liver.

Kapankah waktu yang tepat untuk memberi suplemen vitamin pada bayi?

Umumnya bayi berusia 4-6 bulan sudah mendapatkan gizi yang mendukung pertumbuhan dari ASI. Setelah usia tersebut, bayi membutuhkan asupan makanan yang lebih padat. Bayi usia 4-6 bulan yang mengkonsumsi ASI atau susu formula kurang atau 0.95 liter perhari disarankan diberi suplemen vitamin D. Saat bayi sudah diberi makanan pendamping ASI, dokter biasanya tidak menyarankan pemberian suplemen vitamin.

Suplemen vitamin diperlukan pada bayi yang lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah, atau memiliki ukuran kecil saat dalam kandungan, dan bayi yang memiliki masalah kronis, sehingga memengaruhi nafsu makan.

Ibu, agar tidak salah dalam memenuhi kebutuhan vitamin bagi anak, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*