Hati-Hati, Hindari Menggunakan Alat Bantu ketika Si Kecil Belajar Jalan

belajar jalan www.facebook.com/ibudanbalita

Belajar jalan membutuhkan proses. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak sabar ingin segera melihat buah hati mereka segera berjalan. Apapun mereka lakukan, tak terkecuali membelikan alat bantu jalan atau yang sering disebut baby walker. Apakah ibu juga melakukan hal yang sama?

Jika ibu baru sekedar berencana membelkan alat bantu tersebut, sebaiknya ibu mempertimbangkan lagi. Pasalnya, ada beberapa efek samping yang bisa terjadi jika ibu membelikan alat bantu tersebut.

Cidera

Tahukah ibu kapan bayi sudah mulai belajar berjalan? Umumnya, bayi yang sudah masuk usia 10 bulan akan mulai belajar menapakkan kaki. Ia mulai berdiri dengan memegang kursi, meja, atau barang lainnya sehingga ia bisa berdiri tegap. Pada usia 11 bulan, bayi akan mulai berjalan.

Akan tetapi, harus ibu pahami usia 10-11 bulan hanyalah usia umum saja. Ada anak yang sudah berusia 1 tahun tapi belum menujukkan bahwa ia sudah mulai belajar jalan. Hal tersebut bukan berarti tidak wajar. Ada kemungkinan keterlambatan tersebut lantaran struktur tulangnya yang belum sempurna.

Ibu harus tahu perkembangan setiap bayi itu berbeda. Itulah yang membuat waktu bayi mulai belajar untuk berjalan juga berbeda-beda. Hanya saja, menurut ahli medis, umumnya bayi yang berusia 10 bulan sudah mulai belajar berjalan. Jadi, pasa usia tersebut, tidak salahnya jika ibu mengajarkan cara belajar jalan.

Namun, ibu bisa bayangkan jika struktur tulang bayi ibu belum sempurna, belum cukup kuat untuk menopang tubuh mungilnya. Jika ibu memaksakan, maka yang terjadi adalah cidera.

Walaupun ibu membelikan alat bantu baby walker, bukan berarti cidera bisa dihindari. Sayangnya, banyak sekali orang tua ketakutan jika bayi mereka belum bisa berjalan sementara bayi seumurannya sudah bisa berjalan. Akhirnya mereka membelikan baby walker.

Setelah mengetahui informasi ini, sebaiknya ibu semakin bijak dan tidak membelikan baby walker.

Tulang Kaki Tidak Tumbuh Sempurna

Alat bantu berupa baby walker itu sebenarnya membuat bayi manja. Pasalnya, bayi tidak perlu 100% menopang badannya, tapi sudah dibantu dengan alat bantu jalan tersebut. Jadi, bayi akan manja.

Namun, bukan itu akibat terburuknya. Karena kaki bayi tidak 100% menapak tanah dan menopang tubuhnya sendiri, maka tulang kaki akan tumbuh tidak sempurna. Ketika ibu melepas baby walker, tulang kakinya tidak akan sekuat bayi yang belajar jalan secara normal tanpa menggunakan baby walker.

Cara Belajar Jalan yang Disarankan

Sebenarnya, secara naluri anak akan belajar berjalan dengan sendiri tanpa harus dipaksa atau diajari. Pada waktu di mana struktur tulangnya sudah kuat untuk menopang badan, si kecil akan mulai mengajak ibu untuk mencoba melangkah satu atau dua langkah. Pada saat itulah ibu bisa mulai mengajarkan bagaimana cara berjalan.

Ibu bisa menyiapkan ruangan yang luas. Bila perlu, ibu singkirkan beberapa perabotan agar salah satu ruangan di rumah luas. Ibu bisa mengajak si kecil belajar berjalan dengan cara menuntutnya dengan kedua tangan.

Tentu hal tersebut sangat melelahkan. Bayi yang sudah mulai belajar berjalan umumnya tidak mau berhenti dan bersemangat untuk berjalan. Jika ibu lelah, ibu bisa mengajarkan si kecil untuk berdiri sambil memegang kursi, meja atau barang yang lain agar ia bisa melangkah dan belajar berjalan. Cara ini jelas lebih disarankan jika ibu ingin melihat si kecil belajar jalan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*