Hati-Hati dengan Berat Badan Bayi

Berat badan bayi sering dijadikan acuan bahwa bayi sehat atau tidak. Namun, ada beberapa persepsi yang salah yang terlanjur diterima dan diyakin oleh masyarakat. Persepsi harus diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai bayi sehat.

Berapakah Berat Badan Ideal Bayi

WHO (World Health Organization) telah membuat tabel ukuran berat ideal bayi mulai sejak kelahiran sampai pada usia tertentu. Seperti contoh, bayi dikatakan memiliki berat badan ideal jika memiliki berat badan di antara 2,7 kg sampai 3,4 kg.

Sementara itu, pada minggu-minggu pertama setelah kelahiran, berat bayi ibu akan turun. Apakah itu bayi ibu memiliki masalah kesehatan? Sebenarnya, turunnya berat badan bayi ibu tersebut sangat normal. Cairan yang ia bawa dari dalam kandungan dikeluarkan melalui kencing dan BAB sehingga berat badan bayi akan turun. Jadi, ibu tidak perlu khawatir.

Beberapa minggu selanjutnya, berat badan bayi sehat akan naik sesuai dengan tabel yang dibuat oleh WHO. Akan tetapi, ada kesalahan persepsi tentang berat badan si kecil yang dipercayai oleh masyarakat.

Tubuh Bayi Gendut Berarti Sehat

Salah satu persepsi yang salah namun diterima oleh masyarakat adalah anggapan bahwa bayi yang memiliki tubuh gemuk itu sehat. Sayangnya, persepsi ini tidak sepenuhnya benar. Ada bayi yang gemuk lantaran terlalu sering mengkonsumsi susu formula sementara makanan yang dikonsumsi jumlahnya sedikit.

Memang tidak ada yang salah dengan susu formula. Hanya saja bayi tetap saja membutuhkan asupan berupa ASI. Dan jika sudah mencapai usia 6 bulan, sudah saatnya ibu harus memberikan MPASI atau makanan pendamping ASI.

Selain itu, ibu harus tahu tubuh gendut bayi itu bisa dikarenakan lemak. Justru ini yang harus diwaspadai. Jangan hanya senang dengan hasil timbangan berat badan bayi. Ibu harus tahu juga tubuh gendut sang buah hati itu karena apa, apakah karena protein atau lemak. Jika disebabkan lemak, maka bayi ibu mengalami obesitas atau kegemukan. Untuk kasus ini, ibu harus menerapkan program makanan yang sehat agar obesitas bisa ditangani dan tidak mengakibatkan masalah kesehatan yang lebih serius lagi seperti diabetes dan gangguan jantung.

Cara Menambah Berat Badan yang Benar

Sebenarnya jika ibu perhatikan pola konsumsi bayi ibu, maka ibu bisa mengetahui apakah ada yang salah dengan berat badan bayi. Berapa kali mengkonsumsi susu balita itu harus sesuai dengan anjuran ahli gizi. Terlalu sering memberikan susu formula juga akan membuat bayi ibu tidak memiliki nafsu makan jika sudah mulai mendapatkan MPASI.

Selain itu, walaupun ibu sudah memberikan susu formula, bukan berarti ibu tidak perlu memberikan ASI. ASI itu sangat penting bagi perkembangan balita. Jadi, ASI harus tetap ibu berikan kepada sang buah hati.

Perhatikan pula jadwal pemberian susu formula. Memberikan susu formula terlalu sering akan membuat bayi ibu mengalami kegemukan dan hal itu tidak baik bagi kesehatan bayi secara keseluruhan. Memang ini menjadi cara menaikkan berat badan yang sangat cepat. Namun, hal tersebut tidak disarankan karena biasanya akan berdampak pada konsumsi makanan serta ASI yang berkurang.

Jadi, ibu harus bijak menilai kesehatan bayi ibu. Bukan berarti tubuh yang gemuk itu pasti sehat. Ibu harus tahu kenapa tubuh bayi ibu gemuk. Lalu, cocokkan dengan tabel berat badan anak sesuai WHO untuk memastikan normal atau tidak berat berat badan bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*