Haruskah Memeratakan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) dari Payudara Kiri dan Kanan?

cara memperbanyak asi www.awalsehat.nestle.co.id

Pemberian ASI bagi bayi merupakan hal yang penting dan terbukti memiliki banyak manfaat, sehingga kegiatan pemberian ASI ‘populer’ dilakukan oleh Ibu. Seiring dengan bertambahkan tingkat ‘kepopuleran’ tersebut, mitos seputar ASI pun semakin bertambah dan diminati untuk diketahui, bahkan dipelajari. Salah satu mitos yang berkembang ialah pemberian ASI perlu dilakukan melalui kedua payudara agar gizi yang diterima bayi dan bentuk payudara seimbang. Benarkah demikian?

Tidak ada bukti pendukung perbedaan gizi ASI antara payudara kiri dan kanan

Hasil studi dan para pakar belum pernah menyatakan bahwa payudara kiri dan kanan mengandung komposisi yang berbeda. Mereka memang menyatakan bahwa ASI mengandung zat-zat antiinfeksi dan pertumbuhan, protein, lemak, zat besi, vitamin serta air dalam jumlah yang cukup dalam rangka mencukupi kebutuhan bayi. Namun, belum pernah ada yang menyatakan adanya perbedaan kandungan gizi ASI antar kedua payudara.

Memang, apakah ‘isi’ ASI dari kedua payudara? Benarkah gizinya sama?

ASI terdiri atas foremilk dan hindmilk. Foremilk merupakan ASI dengan kandungan lemak yang rendah, biasanya warnanya lebih bening dan lebih encer. Foremilk sering disebut dengan ASI depan karena dikeluarkan lebih dahulu saat bayi disusui maupun saat Ibu melakukan pumping atau pemerahan ASI. Komposisi ASI kedua, hindmilk adalah ASI yang kandungan lemaknya dan memiliki warna lebih putih serta lebih kental. Hindmilk dikeluarkan saat payudara semakin kosong (setelah foremilk dikeluarkan). Dengan demikian, kandungan lemak dalam ASI semakin tinggi. Oleh karena itu, hindmilk sering disebut sebagai ASI belakang. Foremilk dan hindmilk dikandung oleh kedua payudara, bukan hanya pada salah satu payudara. Semakin banyak bayi mengkonsumsi hindmilk, maka semakin signifikan kenaikan berat badan bayi Ibu.

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas, perbedaan gizi antar kedua payudara merupakan mitos belaka dan sebaiknya tidak diikuti. Mengapa? apabila bayi baru diberikan ASI sebentar dari salah satu payudara, kemudian langsung dipindahkan ke payudara yang lain, maka bayi Ibu akan lebih banyak mengonsumsi foremilk dibandingkan dengan hindmilk. Namun, bukan berarti pemberian foremilk pada bayi tidak diperlukan karena foremilk mengandung laktosa yang dapat membantu perkembangan otak bayi Ibu. Maka, seimbangkanlah konsumsi foremilk dan hindmilk pada bayi dengan mengonsumsi salah satu payudara sampai isinya kosong (rata-rata sekitar 20-25 menit), kemudian jika dirasa masih diperlukan bergantilah pada payudara lainnya. Alternatif lainnya, Ibu dapat melakukan pemerahan ASI pada payudara yang belum sempat ‘digunakan’ tersebut agar volume payudara lebih merata atau seimbang.

Benarkah pemberian ASI dari kedua payudara wajib dilakukan agar bentuk payudara seimbang?

Pemberian ASI dari kedua payudara sebaiknya dilakukan, namun hal ini bukanlah suatu kewajiban. Keseimbangan bentuk payudara ibu menyusui dilihat dari jumlah volume payudara. Volume tersebut dipengaruhi oleh perbedaan jumlah produksi daya simpan ASI pada masing-masing payudara. Kedua faktor tersebut dapat berbeda pada kedua payudara, sehingga dimungkinkan terjadi kasus perbedaan bentuk payudara. Contohnya, beberapa Ibu memproduksi ASI lebih banyak pada payudara sebelah kiri maupun sebaliknya sebaliknya. Namun, ada juga Ibu yang tidak mengalami perbedaan. Salah satu faktornya ialah pemerataan pengosongan payudara seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Lebih lanjut, tidak seluruh perempuan memiliki bentuk payudara seimbang dengan ukuran sama persis antar kedua payudara. Oleh sebab itu, Ibu tidak perlu terlalu khawatir dengan adanya perbedaan bentuk dan ukuran payudara.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*