Hal Kecil Yang Bisa Mengganggu Penyerapan Gizi Balita

tumbuh kembang balita detik.com

Orang tua bisa saja yakin jika mereka sudah memberikan yang terbaik untuk mencukupi gizi balita. Menu makanan setiap hari dibuat sendiri dari bahan yang sudah dipastikan alami, sehat, bersih, dan higienis. Begitu juga minuman. Jus, susu, dan air putih saja yang biasa dikonsumsi oleh si kecil setiap hari.

Akan tetapi, kenapa si kecil terlihat kurus? Apakah ibu mengalami hal ini?

Ada kemungkinan terdapat masalah pada sistem penyerapan gizi. Tubuh balita tidak mampu menyerap gizi yang didapatkan dari makanan dan minuman. Jadi sekalipun makanan dan minuman bergizi tinggi, gizi untuk balita tersebut langsung dikeluarkan, tidak disalurkan untuk kebutuhan organ tubuh.

Penghambat Penyerapan Gizi Balita

Sebenarnya banyak sekali faktor penghambatnya. Akan tetapi, satu hal ini yang harus diketahui oleh orang tua, yaitu serat.

Apa yang ibu ketahui tentang serat? Kebanyakan orang akan mengatakan bawasannya serat dibutuhkan untuk memastikan sistem pencernaan baik. Lebih tepatnya, serat akan membuat balita terhindar dari masalah pencernaan khususnya konstipasi.

Namun, tidak itu saja. Ternyata serat memiliki peran yang jauh lebih penting dari itu. Serat sebenarnya mampu memberikan proteksi agar usus besar selalu terjaga. Yang perlu dikhawatirkan adalah munculnya infeksi parasit. Ini bisa bermacam-macam. Salah satunya ketika ada infeksi cacing yang akan sangat merugikan bagi kesehatan balita. Cacing tersebut tidak hanya akan mengambil nutrisi balita yang didapatkan dari makanan saja. Lebih parah dari itu, cacing juga yang menjadi penyebab kerusakan pada rongga usus. Jadi, balita tidak hanya akan kehilangan nutrisi tapi juga mengalami masalah kesehatan.

Lalu, apa yang menyebabkan balita kekurangan serat? Sangat sederhana. Balita yang tidak mau makan sayur rentan sekali mengalami masalah tersebut lantaran kebutuhan serat tidak terpenuhi. Sebenarnya ibu bisa ganti dengan buah-buahan yang juga kaya akan kandungan seratnya. Namun, tetap saja serat di dalam sayuran harus ia dapatkan.

Jadi, jangan remehkan jika balita susah makan sayur. Jika si kecil tidak mau makan sayur, awalnya ia akan mengalami masalah pencernaan seperti konstipasi. Selanjutnya, ia akan mulai sering merasakan sakit perut. Kemudian, ia akan kehilangan nafsu makan dan akhirnya berat badannya turun.

Mengatasi Anak Yang Susah Makan Sayur

Susah Makan Sayur

huffingtonpost.ca

Keterangan singkat tersebut di atas sudah sangat gamblang menjelaskan bagaimana gizi balita hilang atau tidak bisa diserap dengan baik oleh tubuh si kecil. Salah satu faktornya adanya cacing di dalam usus. Dan cacing tersebut muncul lantaran tidak ada proteksi dari serat.

Jelas mengkonsumsi sayuran bagi balita itu sangat penting. Lalu, bagaimana jika anak susah makan sayur?

Langkah awal yang harus ibu lakukan adalah memberikan alternatif. Yang dimaksud dengan alternatif adalah apa saja yang bisa memenuhi kebutuhan serat harian balita seperti memberikan buah-buahan. Sekarang sudah ada juga suplemen yang terbuat dari sayur-sayuran. Dengan memberikan suplemen tersebut, maka kebutuhan serat si kecil terpenuhi. Dengan demikian, nutrisi untuk balita yang didapatkan dari makanan bisa diserap dengan baik oleh tubuh.

Namun, itu hanya langkah awal saja. Ibu tentu harus mulai menumbuhkan rasa suka terhadap sayuran. Ibu bisa memberikan motivasi melalui tontonan film yang menunjukkan pentingnya anak makan sayur. Dengan cara ini, semoga anak akan semakin senang mengkonsumsi sayuran.

Dari penjelasan tersebut, ibu mungkin akan beranggapan serat lah yang paling penting. Tentu saja tidak. Gizi balita lainnya juga harus tercukupi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

2 Comments on Hal Kecil Yang Bisa Mengganggu Penyerapan Gizi Balita

  1. Apakah suplemen anak bisa mengganti serat yang terdapat pada sayuran? Bukan kah serat itu terdapat pada teksturnya ? tks

Leave a comment

Your email address will not be published.


*