Gara-Gara Mainan, Anak Ini Belajar Bicara Kotor

belajar bicara www.facebook.com/ibudanbalita

Belajar bicara merupakan proses di mana balita ibu mulai mengucapkan kata per kata walaupun tidak sempurna. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak menyadari sebenarnya anak setiap saat belajar untuk berbicara. Bagi anak kecil, apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar merupakan bagian dari proses belajar.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, ibu harus paham betul lingkungan itu sangat mempengaruhi tumbuh kembang si kecil. Jangan sampai lingkungan mengajari balita ibu dengan hal-hal yang jelak.

Seperti yang dialami oleh Emily, balita usai 2 tahun. Di usia di mana ia mulai belajar bicara, ia mendapatkan sebuah mainan berupa boneka yang bisa bicara. Biasanya, boneka yang bisa berbicara tersebut terdapat rekaman suara nyanyian atau sapaan. Ternyata, bukan suara itu ada di dalam rekaman, tapi justru suara cacian.

Anthony Burridge dan Sarah Williams merupakan orang tua dari Emily. Mereka sangat terkejut ketika sang buah hatinya mengucapkan kata pertama yang berupa cacian, yaitu f**k it (cacian dalam bahasa Inggris). Ternyata, mereka menemukan Emily bisa bicara dari menirukan rekaman yang ada di dalam mainan bonek.

Belajar dari Kasus Emily

Mungkin saja ibu akan menyalahkan orang tua Emily kenapa mereka tidak peka terhadap apa yang si kecil mainkan dan apa saja yang ada di sekitar lingkungan. Hal tersebut sah-sah saja. Akan tetapi, penting bagi ibu untuk mengambil pelajaran dari Emily ini.

Pada usia 2 tahun, sang buah hati sudah mulai belajar mengucapkan kata. Pada saat inilah peran ibu sebagai orang tua sangatlah penting. Ibu harus tahu konsep cara belajar bicara anak. Bawasannya, si kecil bisa bicara itu karena ia mendengar. Semakin sering ia mendengarkan, maka semakin muda ia bisa menirukan kata-kata tersebut. Prinsipnya seperti itu.

Itulah mengapa Emily bisa mengucapkan kata kotor tersebut lantaran ia sering bermain dengan boneka yang menguarkan kata yang kotor. Lain hal jika ibu selalu mengajak si kecil bernyanyi, bercerita, atau mengucapkan nama-nama benda yang ada di sekitar.

Satu hal lain yang paling penting adalah bahwa si kecil harus tidak melihat ketika ibu sedang cek cok dengan suami. Pertengkaran di dalam rumah tangga merupakan hal yang lumrah. Hanya saja, jangan bertengkar di depan anak walaupun baru berusia 2 tahun. Seperti kasusnya Emily di atas, anak usia 2 tahun mudah sekali merekam apa yang dia lihat dan apa yang ia dengarkan kemudian menirukan. Dikhawatirkan, orang tua mengeluarkan kata-kata kasar apalagi bentakan dan hal tersebut ditirukan oleh balita. Tentu ibu yang rugi, bukan?

Usia Anak Mulai Belajar berbicara

Jika dilihat dari konsep cara anak kecil bicara di atas di mana mereka belajar dari apa yang mereka dengar, maka tidak ada patokan kapan si kecil mulai belajar bicara. Pada usia berapapun, bahkan ketika masih bayi, sang buah hati ibu sudah mulai belajar untuk bicara. Hanya saja, pada tahap tersebut, ia hanya sekedar mendengarkan saja. Kemudian, ia akan mulai memproduksi kata yang tidak sempurna.

Oleh karena itu, ibu harus mulai mengajarkan belajar berbicara sejak dini mungkin. Belajar untuk bicara tidak hanya agar si kecil mau berbicara tapi membantu si kecil dalam proses berbicara, yaitu mendengarkan kata-kata yang baik.

Hanya saja, menurut para ahli anak, jika anak sudah masuk usia 2 tahun, anak tersebut sudah bisa mulai berbicara lebih jelas. Pada saat itulah, ibu harus benar-benar memperhatikan perkembangan si kecil dalam hal belajar bicara.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*