Gangguan Bicara Balita Tidak Seperti yang Banyak Orang Pahami

Friso www.friso.co.id
Friso

www.friso.co.id

Gangguan bicara pada balita tidak hanya sebatas pada ketidakmampuannya dalam mengucapkan kata. Sayangnya, selama ini masyarakat secara umum hanya memahami bawasannya balita dikatakan memiliki gangguan bicara ketika ia sulit belajar bicara.

Kenyataannya tidak seperti itu. Ada banyak hal yang menjadikan balita dikatakan mengalami masalah verbal atau bicara, apa saja itu?

Beberapa Jenis Gangguan Bicara

Sebelumnya, harus dipahami terlebih dahulu bawasannya perkembangan balita itu berbeda-beda. Ada yang bisa bicara ketika usianya baru 15 bulan. Ada juga yang usianya sudah menginjak 2 tahun si kecil belum jelas mengucapkan satu patah kata.

Apakah ini disebut dengan gangguan bicara? Lebih tepatnya ada keterlambatan proses belajar bicara. Dalam hal ini, diperlukan stimulus yang tepat untuk membantu si kecil agar lebih mudah untuk belajar bicara.

Jika si kecil mengalami hal ini, ibu bisa lihat stimulus apa saja yang perlu ibu berikan di www.friso.co.id

Namun, ada juga jenis gangguan bicara lainnya. Seperti contoh, ada anak yang bicaranya sangat cepat. Ini juga bisa dikategorikan sebagai gangguan bicara. Balita seperti ini cenderung terburu-buru untuk mengatakan satu atau dua patah kata. Terkadang, orang dewasa seperti ibu tidak bisa memahami apa yang ia bicarakan.

Jika balita ibu terburu-buru ketika berbicara, dr. Irawan Mangunatmadja menyarankan agar ibu mengajarkan si kecil menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan pelan-pelan. Ini seolah menjadi terapi agar si kecil bisa lebih pelan ketika berbicara. Sebaliknya, dr. Irawan melarang keras ibu memarahi si kecil.

Penyebab Gangguan Bicara Pada Balita

Ini yang menjadi pertanyaan penting. Apa sebenarnya yang menyebabkan balita mengalami gangguan bicara. Apakah karena nutrisinya kurang? Atau peran ibu yang kurang optimal?

Sayangnya dua-duanya sangat berperan. Nutrisi yang kurang akan menghambat perkembangan otak dan juga motorik si kecil sehingga ia akan mengalami gangguan bicara.

Namun, stimulus dari luar jauh lebih berpengaruh. Dalam hal ini, jika ibu tidak berperan secara optimal untuk mengajarkan si kecil bicara, maka ia akan mengalami keterlambatan bicara.

Begitu juga dengan cara mengajar yang ibu lakukan. Karena apa yang ia lihat dan ia dengar itulah yang ia akan tiru. Jika ibu sering membentak dan bicara cepat, maka si kecil akan meniru seperti yang ibu lakukan.

Yang pasti, ibu memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam perkembangan balita, terutama masalah komunikasi atau belajar bicara. Semakin sering ibu mengajak si kecil berkomunikasi maka semakin cepat si kecil akan bisa bicara.

Begitu juga ketika ibu sering berbicara dengan sopan dan halus, maka si kecil akan menirukan bagaimana cara berbicara dengan sopan dan halus seperti yang ibu contohkan.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak memahami hal ini. Justru kebanyakan membiarkan si kecil banyak menonton TV sementara mereka sibuk dengan gadget.

Walhasil, tidak hanya terlambat berbicara yang dialami oleh balita. Tidak ada juga keterikatan emosional antara ibu dan balita. Dan jika hal ini terjadi hingga ia dewasa, ia akan menjadi anak yang sulit diatur dan tidak mau mendengarkan perkataan atau nasehat orang tua.

Ibu harus lebih banyak tahu tentang parenting, yaitu bagaimana ibu sebagai orang tua mendidik dan membesarkan sang buah hati dengan tepat. Tentang ilmu parenting, ibu bisa balajar di situs Friso.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*