Forum Ibu dan Balita Seputar Berpergian dengan Anak Kecil

friso.co.id

Liburan tiba, duh, gatal rasanya kaki ingin melangkah keluar, menjelajah dunia, apalagi kalau anggaran rumah tangga mencukupi. Balita juga rasanya sudah mampu dibawa pergi selama jaraknya masih manusiawi dengan transportasi memadai, pesawat misalnya. Sayangnya, tidak banyak orang, mungkin pembaca sendiri, paham bagaimana membawa balita pergi liburan, inilah kenapa berpergian dengan anak kecil tak luput dari pembahasan forum ibu dan balita.

Kebanyakan orang tua mengira liburan bersama anak hanya berlaku ketika dirinya sudah dewasa. Akibatnya, porsi uang dan waktu lebih banyak digunakan untuk berputar di kota yang sama saja. Tindakan tersebut sebetulnya kurang tepat. Kala anak beranjak dewasa, makin banyak orang, dengan beragam kegiatan yang dia punyai, sedangkan orang tua pasti bertambah tua, uang yang banyak tak sebanding dengan fisik yang cenderung lemah.

Mengadakan liburan keluarga setiap ada waktu, apalagi kalau kocek memadai, tidak hanya membuat kenangan masa kecil, namun juga mempererat hubungan antar anggota keluarga. Supaya kesan yang membekas di hati anak bukanlah pengalaman tak menyenangkan, pengetahuan akan membawa balita berpergian harus dimatangkan.

Pesawat seringkali dianggap transportasi yang cukup mewah. Alasan pesawat direkomendasikan untuk balita bukan karena gensi, melainkan fungsi. Berbeda dengan jenis transportasi lain, pesawat paling terdepan dalam soal kecepatan dan kenyamanan. Terlebih kalau orang tua memilih kelas ‘wow’ seperti kelas bisnis. Akan tetapi tetap saja peran orang tua saat terbang bersama balita tetap kental. Indahnya senyumnya pramurigari belum tentu menenangkan kondisi buah hati ayah bunda.

Bicara soal harga dan peran orang tua, pemilihan pesawat akan sangat menentukan. Tidak bermadsud menjelekkan suatu maskapai pada pembaca, melainkan ingin tekankan bahwa definisi maskapai terbaik sangat bergantung pada masing-masing individu. Orang tua jauh lebih paham keperluan balita dibanding orang lain, maupun agensi pemasaran.

Lion air, Garuda Indonesia, Kalstar, dan semua maskapai pasti ada kebijakan serta rating harga tersendiri. Fasilitas tak lupa ditawarkan guna menarik perhatian calon konsumen. Tak jarang, beberapa diantaranya bisa menguntungkan atau malah merugikan penumpang, bila calon pembeli saja tidak teliti. Pembaca, sebaiknya selalu baca terlebih dahulu fasilitas, syarat, dan kondisi penerbangan dan bandingkan dengan kebutuhan si kecil.

Layanan konsumen tidak dibuat untuk mengatasi komplain saja. Orang-orang dibalik layar, dan telfon justru dibayar untuk menjawab segala pertanyaan pembaca. Kalau memang dirasa ada fasilitas yang tidak tercantum, namun masih masuk akal, tak ada salahnya menghubungi maskapai terlebih dahulu. Barangkali, ada kebijakan yang menguntungkan penumpang dengan balita yang hanya dipasarkan khusus.

Tidak ada yang suka dengan biaya tambahan. Namanya konsumen, mau bayar penuh dan langsung saja sudah malasnya bukan main, apalagi kalau mesti narik uang dari dompet lagi. Inilah mengapa memastikan hak yang diperoleh dengan biaya yang diberikan harus benar-benar dipastikan. Selalu tanyakan di depan apa saja biaya tambahan terkait buah hati, lebih baik bayar mahal di depan tapi di pesawat malah rempong dibebankan biaya tak terduga.

Tak ada maskapai yangs sempurna, memenuhi kebutuhan semua pelanggan. Berita baiknya, orang tua yang sudah paham betul fasilitas yang didapat, tentu bisa mengisi ruang kekurangan. Misalkan saja, orang tua tahu tidak akan ada tv di pesawat, maka komputer tablet bisa jadi jawaban utama. Isi saja tablet dengan lagu, film, dan kartun kesukaan si kecil. Lumayan, kartun 15 menit saja bisa mengalihkan perhatian balita dari seramnya penerbangan.

Pembaca bukan penyuka teknologi untuk usia dini? Tenang saja, masih ada cara lain!

Kejutan merupakan hal yang nyaris disukai semua anak. Kalau anak tidak punya mainan favorit, orang tua bisa menyediakan kumpulan mainan yang tak diduga. Pergi saja ke pasar loak, atau tempat mainan murah lainnya, dan kemas dalam tas mini. Jangan buka tas tersebut di bandara, namun bak harta karun, tunjukkan mainan kejutan tersebtu kala pesawat sudah lepas landas. Selama beberapa menit kedepan, pikiran anak disibukkan dengan karateristik mainan.

Lukisan merupakan media tanpa batas, yang bisa terus dikembangkan. Bagi orang tua yang tahu si kecil suka menggambar, alih-alih menyediakan kumpulan mainan, berikan media lukis. Tidak perlu yang mewah, buku gambar dari pasar malam, dengan krayon dari warung belakang rumah juga sudah cukup. Maskapai internasional banyak menggunakan metode ini, selain murah, cepat, dan ringkas, menggambar bisa menjaga fokus anak ke tempat yang lebih baik.

Balita kebanyakan punya kebiasaan yang agak menganggu, yakni buang air besar dan buang air kecil sembarangan, apalagi kalau sedang berpergian. Tidak mungkin, ayah atau bunda pasang pispot dimanapun si kecil dapat ‘panggilan alam’. Inilah kenapa, sediakan selalu tas jinjing berisi diaper, bedak, tisu basah, dan alat-alat sanitari lainnya yang mampu bersihkan kotoran anak dengan cepat, dalam ruang sempit seperti toilet pesawat.

Tak jarang, persiapan seperti apapun tidak selalu berbuah manis. Ada saja faktor-faktor tak terduga yang menghancurkan rencana bunda. Padahal, kalau dipikir lagi, ada banyak penumpang lain dalam pesawat, dan tak semuanya mengerti anak kecil. Apalagi, harga yang mereka bayarkan sama saja dengan yang pembaca bayarkan, termasuk kelas bisnis sekalipun.

Permintaan maaf secara lisan saja kadang kurang cukup. Beberapa jawaban dari forum ibu dan balita sampai menyarankan memberi permen, bolpoin, atau jenis hadiah kecil lain sebagai tanda permohonan maaf atas ketidaknyamanannya. (HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*