Faktor Yang Bisa Mempercepat Balita Belajar Bicara

IbudanBalita https://www.ibudanbalita.com/

 

Masih ada saja orang tua yang percaya dengan mitos. Jika balita tidak kunjung bisa berbicara, maka mereka membelikan makanan tertentu yang katanya bisa membuat balita cepat bicara. Ada juga yang membawa balita ke orang pintar. Dan banyak sekali mitos lainnya.

Apakah ibu juga percaya hal tersebut?

Terkadang orang tua akhirnya percaya ketika sudah mencoba menerapkan tips agar balita cepat bicara namun tidak ada hasilnya. Bisa dikatakan mempercayai mitos menjadi alternatif paling akhir.

Tunggu dulu. Sebelum ibu memutuskan hal tersebut, ibu harus tahu terlebih dahulu faktor yang membuat balita cepat bicara.

Yang Banyak Orang Ketahui

Kebanyakan orang hanya mengerti bawasannya hanya ada dua yang mempengaruhi belajar bicara balita. Yang pertama gizi. Ini bisa balita dapatkan dari makanan yang sehat dan susu balita terbaik.

Faktor yang kedua adalah lingkungan. Dan ini juga merupakan faktor yang dominan. Semakin sering balita diajak berbicara, maka ia akan semakin cepat belajar bicara.

Memang benar. Nutrisi dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang balita, salah satunya pertumbuhan berupa cepat belajar bicara. Namun, bukan dua faktor itu saja yang mempengaruhi cepat atau lambatnya belajar bicara balita.

3 Faktor Lain Yang Mempengaruhi Proses Belajar Bicara

Mungkin ibu perlu banyak belajar tentang bagaimana perkembangan balita. Ibu bisa ikuti saja update artikel di www.ibudanbalita.com. Banyak sekali artikel yang ditulis berdasarkan fakta ilmiah terkait tentang tumbuh kembang balita.

Salah satunya adalah bahasan tentang proses belajar bicara balita. Ada 3 faktor yang sangat mempengaruhi.

* Kesehatan Secara Umum

Proses belajar bicara tidak hanya berkaitan dengan saraf dan juga motorik anak. Ini juga berkaitan dengan kesehatan balita secara umum.

Anak yang tidak sehat akan sulit untuk mengenali lingkungan. Ia pun akan kesulitan dalam mengekspresikan apa yang ia rasakan melalui kata-kata. Berbeda dengan anak yang sehat. Ia cenderung suka bereksplorasi dan mempelajari hal baru, tak terkecuali dalam mengekspresikan melalui kata-kata.

* Kecerdasan

Tidak bisa dipungkiri lagi bawasannya kecerdasan berperan besar dalam proses belajar balita. Dan ini terkait dengan perkembangan saraf.

Itulah mengapa mulai ketika masih hamil, seorang ibu disarankan untuk menjagan asupan gizi. Tujuannya tidak lain agar saraf berkembang dengan baik.

Saraf bayi tidak hanya berkembang ketika sudah dilahirkan di dunia saja. Saraf bayi mulai berkembang ketika masih ada di dalam kandungan.

Hanya saja, ketika bayi sudah lahir ke dunia, ibu bisa memberikan makanan bernutrisi secara langsung. Berikan susu yang mengandung AA dan DHA seperti susu Frisian Flag yang sudah terbukti mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh balita.

* Kondisi Jasmani

Ada orang yang sarafnya tidak bermasalah. Bisa dikatakan orang tersebut sangat cerdas. Akan tetapi, ia tidak bisa bicara. Itu bisa juga disebabkan adanya keterbatasan dari sisi jasmine. Organ tubuh tertentu tidak berkembang sebagaimana mestinya akhirnya ia tidak bisa memproduksi kata secara tepat.

Jika kondisi ini dialami oleh balita, sebaiknya ibu segera konsultasikan dengan dokter anak.

Hambatan Belajar Bicara Balita

Tanpa sadar, orang tua menjadi pengalang dalam proses belajar bicara balita. Semoga saja ibu tidak melakukan kesalahan ini.

Salah satu penghalang adalah ketika balita harus dihadapkan pada dwibahasa. Mungkin ibu ingin sekali bailta ibu menguasai dua Bahasa. Tapi, yang pasti, ini bukan cara yang tepat.

Akan lebih baik jika balita belajar bicara ibu atau Bahasa yang digunakan oleh masyarakat. Baru kemudian ketika ia sudah lancar dan usianya sudah matang, ibu bisa mengajarkan Bahasa lainnya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*