Eits, Jangan Sembarang Beli Susu Bayi Sebelum Kenalan!

susu bayi Source: Kidspot

Susu bayi pasti barang wajib ada dalam tas bunda kemanapun posisi berada. Bagaimana tidak? setiap jam, bahkan menit bayi bisa saja merengek, nangis minta susu. Kalau sampai amunisi ketinggalan, berabe sudah, mau menyusui ASI posisi sedang tidak nyaman, tapi bila tidak diberikan kelihatan seperti bunda super kejam. Lebih baik berjaga – jaga guna memastikan kebutuhan bayi terpenuhi.

Namanya orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik. Jarang sekali, orang tua beli barang bayi asal saja, yang penting ada, apa lagi orang tua dengan modal membesarkan bayi yang tidak sedikit. Pemilihan susu bayi, misalnya. Kesannya semua susu memang sama – sama berwarna putih, rasanya juga paling begitu – begitu saja. Padahal, kalau dikaji lebih lanjut, ada beragam tipe dan kegunaan susu bayi.

Jalan penemuan terus mulus mengingat perkembangan teknologi yang semakin cepat nan tak terbendung. Bayangkan saja, memerah susu sapi saja tidak perlu pakai tangan manual, tinggal tancapkan alat perah ke ‘payudara’ sapi betina dan dalam hitungan menit saja susu sapi segar sudah tersedia, bisa langsung diminum atau diolah menjadi susu bubuk, susu rasa dan lain – lain.

Walau penemuan jaman sekarang punya potensi tidak terbatas, sejauh ini, secara garis besar baru ditemukan beberapa jenis susu saja. Diantara susu yang ditemukan adalah susu sapi, susu kambing, susu hydrolysis protein, dan susu berdasar kedelai. Wah, pasti terasa asing sekali mendengar fakta satu ini. Tenang, di bawah ini akan ada penjelasan tipe susu bayi yang bisa jadi bahan pertimbangan ayah dan bunda.

Susu sapi

Tinggal di tanah air Indonesia pasti sudah taka sing lagi dengan susu sapi. Kalau disuruh menggambar pertanian, entah kenapa selalu ada sapi masuk ke dalamnya padahal kenyataan mengatakan sapi biasanya ada di perternakan. Sapi berumur cukup panjang dan mudah dipelihara menjadikan penyetok susu merasa mudah memenuhi permintaan susu sehari – hari. Ditambah kandungan nutrisi yang patut diberi tepuk tangan makin menaikkan pamor susu sapi.

Secara umum, kandungan protein susu sapi dibagi menjadi dua, yakni whey dan cursd (Casein). Secara kasat mata, bunda dan ayah bisa langsung menebak jenis protein mana yang paling mendominasi. Whey biasanya punya tekstur berair, sedangkan casein punya tekstur kental bahkan cenderung menggumpal. Lantas apakah ada perbedaan fungsi ?

Susu dengan dominasi whey, yakni sekitar empat puluh banding enam puluh, akan menyerupai air susu ibu. Bayi umumnya merasa tidak asing dengan susu sapi jenis satu ini karena dari segi rasa langsung dikenali oleh lidah. Kekurangan dari susu tipe ini adalah gampang sekali dicerna sehingga sama dengan menyusui, bayi bisa terus minta tambah berulang – ulang.

Bagaimana dengan susu yang memuaskan rasa lapar bayi?

Susu dengan rasio delapan puluh casein dan dua puluh whey tentu beda dengan susu dominasi whey. Tipe susu sapi satu ini tidak cocok untuk bayi yang baru lahir. Pencernaan bayi yang lemah belum mampu melumat gumpalan tekstur casein. Lain cerita kalau bayi sudah berusia lebih dari satu bulan, casein akan jadi senjata ampuh saat perjalanan. Casein yang sulit dicerna mampu menjaga rasa kenyang pada bayi lebih lama dibanding susu pada umumnya.

1. Susu kambing

Trend lokal menunjukkan kambing lebih identik dengan makanan seperti sate, gulai, atau bistik, padahal kambing juga berguna untuk bayi. Bangsa Arab banyak menggunakan susu kambing dan domba untuk memenuhi permintaan susu dari anak – anaknya. Penduduk manca negara banyak menggunakan susu kambing mengingat harganya yang lebih terjangkau dibanding susu sapi. Dalam konteks susu memang susu kambing punya gizi serupa dengan susu sapi menjadikan keduanya sama saja.

Ibarat copy paste susu kambing merupakan versi murah susu sapi. Harap diingat, konteks susu kambing adalah susu kambing murni, bukan susu kambing yang sudah dimodifikasi menjadi minuman kesehatan. Meski susu kambing cukup berguna, sebaiknya bunda menunda pemberian susu kambing untuk bayi di bawah umur satu bulan karena kandungan zat besi yang lebih rendah dibanding susu sapi.

2. Susu hydrolysis  

Tidak banyak orang pernah mendengar mengenai susu hydrolysis. Kebanyakan pemasar hanya mencantumkan susu sapi atau susu kambing, tanpa peduli keberadaan susu hydrolysis. Lantas apa kelebihan susu hydrolysis dibanding susu kambing dan susu sapi ?

Perlu diingat, bayi punya kondisi berbeda – beda. Beberapa bayi bisa mendapat manfaat susu sapi atau kambing dan beberapa bayi tidak. Kasus menunjukkan bayi justru mengalami sakit perut, disertai diare atau muntah – muntah usai minum susu sapi, padahal bunda dan ayah yakin betul susu yang dibeli masih baru dan tidak mungkin basi. Salah satu faktor pemicu diare tersebut ada pada pengidap lactose intolerant.

Pengidap lactose intolerant tidak mampu mencerna protein dalam susu sapi atau kambing sehingga berujung pada sinyal bahaya tubuh. Padahal, susu sangat penting sebagai bagian tumbuh kembang bayi. Apalagi, air susu ibu malah menyakiti bayi daripada menyenangkan bayi, tentu kondisi ini bikin pusing kepala. Disinilah, peran susu hydrolysis diperlukan.

Mengingat protein menjadi biang kerok tentu kandungan ini yang harus diatasi. Teknologi masa kini mampu menjaga kandungan penting dalam susu sambil menghancurkan protein di dalamnya. Karena protein sudah dipecah menjadi butiran, kemungkinan besar bayi tidak akan bereaksi alergi terhadap susu, menjadikan susu bayi tipe hydrolysis aman dikonsumsi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*