Diskusi Seputar Kehamilan : Kelainan Kromosom

diskusi seputar kehamilan kelainan kromosom budisma.net

Kehamilan. Suatu bagian hidup yang amat sangat membahagiakan bagi siapa saja yang menantikannya. Tiap diskusi seputar kehamilan seolah topik tiada matinya. Mulai dari menjaga pola hidup sehat selama masa kehamilan sampai pengalaman ngidam semuanya dibagi bersama. Namun namanya hidup, tidak selalu emas dan berlian, kadang abu dan polusi juga menghiasi warna hidup.

Kehamilan tidak selalu berisi mimpi – mimpi indah, namun juga nightmare alias mimpi buruk. Kelainan pada kehamilan bisa saja terjadi pada siapa saja, bahkan pada bayi yang lahir nantinya. Topik diskusi kelainan kromosom dibuat tidak untuk menakut – nakuti kandungan perempuan hamil namun perempuan mana saja yang menginginkan buah hati. Ilmu pengetahuan akan sangat membantu mempersiapkan masa depan termasuk mengatasi kemungkinan terburuk.

Kromosom vs Gen

Pada pandangan orang awam sering menyamakan antara kromosom dan gen, padahal keduanya memiliki perbedaan. Kromosom ditemukan dalam bagian tengah sel, mirip dengan 3 simpul ikatan benang wol pada rajut. Nah, jika ada yang menganggap kromosom dan gen adalah sama sebenarnya tidak salah namun tidak sepenuhnya benar. Gen, adalah pembentuk dari kromosom. Ibarat rumah, kromosom merupakan rumah sedangkan gen adalah isi perabotan rumah – rumah tersebut dan tubuh manusia adalah komplek perumahan yang terdiri dari rumah – rumah kecil. Gen sendiri mengandung informasi – informasi penting untuk sel, seperti perintah kerja seumur hidup, yang mana membuat ‘perabotan rumah’ berfungsi sebagaimana mestinya. Normalnya, manusia sendiri memiliki 46 kromosom, tidak kurang dan tidak lebih. Kelamin manusia ditentukan oleh gabungan dari 2 kromosom berbeda, dalam buku pelajaran dikenal kromosom X dan Y.

Perempuan dan laki – laki memiliki kromosom X dan Y tentu berbeda, mengingat 2 jenis insan bertingkah laku dan nampak tidak sama. Perempuan memiliki 46 kromosom XX sedangkan laki – laki memiliki 46 kromosom XY. Ilmu jaman sekarang bahkan menemukan kadar XX dan XY berbeda pada jenis kelamin. Kromosom XY seharusnya membentuk anak laki – laki, akan tetapi justru ada kromosom X yang seolah lebih mendominasi sehingga anak laki – laki lahir normal hanya saja tubuh sedikit feminine.

Pemberian kadar kromosom tidak semerta – merta dari ayah ataupun pihak ibu saja, melainkan gabungan dari keduanya, bahkan dari nenek moyang sekalipun. Hal ini menjelaskan kenapa beberapa anak tidak memiliki karateristik langsung dari ibu atau ayah namun mendapati karateristik khusus dari nenek buyut ayah atau ibu. Sebagai contoh, dalam 1 keluarga, tidak satupun memiliki rambut keriting kecuali 1 anak yang baru lahir, tentu saja menimbulkan tanda tanya, akan tetapi di album foto, anak tersebut mirip sekali dengan kakek buyut dari pihak ayah.

Kelainan kromosom

Tuhan memang maha pintar, demi mencegah adanya kegagalan hamil yang terlalu tinggi, sistem tubuh telah berusaha menghindarkan kelainan kromosom. Pada saat ‘kencan pertama’ antar sperma dan indung telur sukses, kromosom langsung giat bekerja supaya janin cepat tumbuh. Sayangnya, ada saja kromosom gagal baik dari pihak ayah maupun dari pihak ibu. Kromosom – kromosom baik segera bersatu untuk membuang kromosom – kromosom buruk yang tidak mampu melanjutkan, menyebabakn pertumbuhan janin tetap normal.

Sistem pencegahan kelainan telah dibuat dengan sangat baik. Kendati demikian beberapa kasus menunjukkan kromosom baik tidak sebanyak kromosom buruk atau bahkan tidak ada sama sekali.Tidak adanya kromosom baik untuk mendukung kromosom buruk menyebabkan kromosom buruk mau tidak mau melanjutkan pembangunan. Sistem sempurna yang seharusnya berjalan lancar, ternyata tetap ada nol koma lima persen kelainan saat kelahiran. Jika memang kromosom tidak bertahan lama, lima puluh persen kehamilan terpaksa berujung keguguran.

Sumber kromosom memang berasal baik dari ayah maupun ibu. Menyalahkan satu sama lain bukan cara yang tepat untuk menyelesaikannya. Baik ayah dan ibu, saling menyumbang ‘bahan’ untuk kromosom namun hasil jadi kromosom ditentukan dari kualitas tubuh. Usia perempuan memang bisa mempengaruhi kemampuan tubuh mengembangkan kromosom. Semakin muda, resiko kelainan kromosom juga semakin rendah. Kasus kelainan kromosom justru banyak ditemukan pada wanita yang sudah berumur dibanding mereka yang muda.

Orang tua terutama mereka yang sedang menantikan anak pertama memang bisa khawatir dengan banyak hal. Membaca mengenai kelainan kehamilan tentu menimbulkan rasa was – was lebih dalam lagi. Berdoa tanpa usaha belum tentu membuahkan hasil. Beruntung, jaman sekarang, ilmu kedokteran telah jauh lebih maju sehingga tindakan pencegahan lebih awal bisa dilakukan. Orang tua hanya perlu menyediakan kocek alias uang, dan mencari rumah sakit memadai untuk melakukan tes. Sekarang, sudah ada banyak alternatif tes yang bisa dilakukan guna menemukan apakah ada kelainan dari awal sebelum persalinan tiba.

Tes diagnosis menggunakan ultra sound sudah sangat umum dengan tingkat akurasi yang bisa diacungi jempol. Tes diagnosis ini diperuntukkan bagi perempuan hamil mana saja terutama bagi mereka yang telah mengalami kelainan kehamilan sebelumnya. Resiko kromosom buruk memang bisa dicerminkan dari kehamilan sebelum – sebelumnya, dengan usia kehamilan yang tidak sedikit. Dokter akan meminta bunda untuk tiduran, sebelum mengoleskan pelumas dan menuju ke ultra sound. Mulai dari sana, janin akan diamati melalui layar komputer dengan teknologi terkini, mengamati apakah ada perkembangan tidak normal pada janin yang disebakan oleh kromosom. Apapun hasilnya nanti, buah hati tetaplah anugrah. Diskusi seputar kehamilan mengenai kromosom tidak dibuat untuk menakut – nakuti atau menimbulkan kecemasan tidak perlu, melainkan pengetahuan murni.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*