Diet ibu hamil bagi vegetarian

diet ibu hamil

Mengurangi berat badan pada masa kehamilan sebenarnya tidak disarankan. Namun, diet ibu hamil kearah yang lebih sehat dengan menjadi vegan maupun vegetarian tidak ada salahnya. Perlu diketahui ada perbedaan antara non vegan , vegetarian, dan vegan. Vegetarian adalah jalan hidup dengan menjauhi produk hewan, vegan menjauhi produk hewani termasuk susu dan telur. Non vegan adalah orang yang makan produk tumbuhan maupun hewani. Manapun itu kebutuhan gizi saat hamil tetap sama.

1. Protein  

Salah satu tantangan terbesar yang lewat di pikiran ketika membicarakan nutrisi bagi vegetarian terletak pada protein. Asupan protein selama masa kehamilan sangatlah penting guna pertumbuhan janin, mengingat protein memiliki peran dalam pembangunan sel – sel tubuh. Rambut misalnya, sel – sel yang bekerja dalam rambut sebagian dipenuhi oleh protein. Catok rambut yang dianggap mesin ajaib guna membentuk rambut sebetulnya bekerja dengan menghancurkan protein. Pilar pilar tubuh berasal dari protein karenanya bisa dibayangkan betapa pentingnya protein bagi kehidupan manusia terutama janin. Cikal bakal manusia terletak pada janin, tanpa kehadiran protein janin menjadi sulit tumbuh dengan baik dan benar padahal ‘pekerjaan rumah’ cukup besar.

Daging dan ikan seringkali dikaitkan dengan sumber protein terbesar selama kehamilan. Komitmen menjadi vegetarian di era sekarang bukan lagi hal yang menyulitkan, kok. Meskipun tidak ada daging dan ikan bukan berarti tidak ada alternatif protein sama sekali. Telur, dan susu masih bisa menjadi pilihan. Bagi anda yang lebih menetap pada jalan hidup vegan, biji – bijian dan akar tumbuhan diam – diam menyembunyikan kandungan protein yang cukup besar. Makanan rakyat seperti tempe dan tahu juga membantu pengkonsumsi mendapat asupan protein, bahkan pada banyak masakan vegetarian dan vegan menempatkan tempe sebagai pengganti daging. Apabila anda pernah mencoba veggie burger atau vegetarian burger, anda mungkin mendapati tempe ditempatkan sebagai pengganti patty dari daging.

2. Kalsium

Siapa bilang bahwa kalsium tidak penting untuk bayi ? Justru dunia medis sangat menyarankan penyediaan kalsium bahkan di awal masa kehamilan sekalipun. Mari diketahui lebih lanjut apa fungsi kalsium bagi tubuh maupun janin. Manusia memerlukan kalsium guna memastikan tulang tetap berdiri kokoh meski usia sudah lanjut sekalipun. Susu masa tua sering menambahkan kalsium lebih banyak dibanding jenis susu lain karena memang semakin tua, kebutuhan kalsium meninggi seiring dengan berkurangnya kemampuan tulang menopang tubuh. Janin dalam tubuh juga sedang berusaha membangun tubuhnya dengan menggunakan tulang sebagi fondasi, hal inilah yang menyebabkan tulang sangat diperlukan. Kokoh dan cepat atau tidaknya pertumbuhan gigi nanti juga dipengaruhi oleh kadar kalsium yang diberikan salama kehamilan. Kalsium yang cukup juga bisa mengurangi beban bunda karena penopang janin jauh lebih kuat.

Sebagai vegetarian tentu tidak perlu banyak khawatir, toh sumber kalsium sangat mudah ditemukan dan bisa dimakan yakni susu. Ya, susu sapi sudah terkenal dengan pamor minuman dengan kadar kalsium tinggi. Anda bisa memilih susu kehamilan, atau susu sapi semacamnya agar menemukan asupan kalsium yang paling berkenan di hati. Beberapa makanan berbahan dasar tanaman seperti nasi dan oatmeal memang tidak terlalu menjamin kehadiran kalsium kaya. Vegan tidak perlu khawatir, bumi sangat kaya terlebih lagi tanah air Indonesia. Kembali ke makanan tradisional seperti tahu dan biji wijen bisa menjadi asupan kalsium yang cukup baik. Berita baiknya lagi, buah – buahan kering bisa memberikan tubuh kebutuhan kalsium, sehingga anda bisa mengemil tanpa khawatir marabahaya.

3. Zat besi

Diagnosa darah pecah seringkali ditemui pada wanita hamil di berbagai negara, seolah masalah pada peredaran darah bukan lagi berita baru di kalangan bunda mengandung. Padahal, bila masyarakat tahu mengenai pentingnya zat besi guna mencegah pecahnya pembuluh darah yang gagal matang maka seharusnya tragedi ini tidak perlu berulang – ulang terjadi. Zat besi telah banyak diperkenalkan di kalangan masyarakat sebagai obat yang bisa membuat segar. Sebagai nutrisi yang bertanggung jawab dalam mengatur dan memperbarahui peredaran darah, zat besi termasuk asupan yang cukup penting selama masa kehamilan. Ditambah lagi, oksigen yang diberikan ibu sebagai satu – satunya cara janin bertahan hidup dibawa langsung dengan senyawa zat besi.

Kebanyakan akan mengatakan zat besi didapat dari telur maupun produk hewani. Bunda vegetarian mungkin tidak merasa keberatan banyak mengkonsumsi telur guna memenuhi kebutuhan kehamilan. Akan tetapi, bunda dengan pilihan hidup sebagai vegan merasa tidak senang dengan pilihan telur dalam menunya. Kalau anda pernah meluangkan waktu menonton film “hello ghost” anda bisa menyadari ada sumber zat besi di tempat lain. Pada salah satu adegan, digambarkan seorang ibu menyediakan kim bab (Semacam sushi asal korea) menggunakan sayur mayur sambil berkata sayuran hijau membantu jantung tetap sehat. Usut punya usut, kutipan film tersebut tidak salah malah lebih banyak benar. Sayur hijau memang bisa memberi asupan zat besi.

Sekarang anda sudah lebih tahu mengenai sumber – sumber yang bisa menjaga ibunda lebih sehat tanpa menambah berat badan. Perlu diketahui, memang produk non hewani bisa mengurangi berat badan terutama pada bunda yang obesitas bahkan sebelum hamil. Alasan obesitas tidak boleh digunakan untuk memaksa tubuh tidak makan banyak pada saat lapar. Transisi diet ibu hamil menjadi vegetarian atau vegan bisa menyebabkan rasa lapar di awal dan tidak ada salahnya untuk makan melebihi porsi normal. Selain makanan, ibunda tetap perlu berolahraga untuk menjaga stabilitas berat badan dan kesehatan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*