DHA Untuk Bayi Perlukah Diberikan Kepada Si Kecil?

dha untuk bayi New Kids Center

Saat ini banyak sekali berbagai produk yang menawarkan kandungan AA dan DHA untuk bayi terutama dalam susu formula. DHA atau atau asam dokosaheksanoenoat merupakan lemak utama yang berfungsi untuk membantu dalam pembentukan otak, retina mata dan jantung. Kebutuhan nutrisi manusia ini sangat penting untuk dipenuhi terutama untuk perkembangan otak bayi pada masa kehamilan sampai bayi berumur sekitar 18 bulan.

Selain itu, DHA juga membantu bayi untuk mengkoordinasikan antara mata dan tangan, untuk perkembangan kemampuan motorik, serta meningkatkan daya fokus atau konsentrasi. DHA yang tercukupi juga membantu bayi untuk bisa  tidur lebih nyenyak. Sebenarnya, bayi dapat membentuk sendiri AA dan DHA di dalam tubuhnya di sistem syaraf pusat dan hati di janin maupun bayi. Kedua komponen ini dapat dibentuk dari bahan dasar asam linoleat (LA) dan asam alfa linoleat (ALA).

Menurut WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia, jumlah DHA yang direkomendasikan untuk bayi ialah sekitar 20 mg/kg berat badan bayi. Sehingga, apabila bayi rutin diberi Air Susu Ibu, maka itu sudah terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan standar sekitar 21 mg DHA/kg berat badan bayi. Namun, kadar DHA di dalam ASI juga bergantung pada asupan nutrisi yang ada pada tubuh ibu. Sehingga tidak menutup kemungkinan masih ada kekurangannya.

Kebutuhan DHA Untuk Anak Anda

Ttidak jarang bayi masih memerlukan makanan tambahan lain yang mengandung DHA untuk memenuhi kebutuhannya. Selain melalui ASI, DHA juga bisa didapatkan melalui produk susu formula. Akan tetapi, yang membedakan antara kandungan susu formula dan ASI ialah pada ASI terdapat asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda (LCPUFA) yang kaya dan bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan bayi. Sementara pada susu formula, kandungan LCPUFA  tidak ada.

Namun kadar DHA di dalam ASI juga bergantung pada cadangan dalam tubuh si Ibu sendiri. Perlu diketahui, di dalam produk-produk susu formula yang beredar, sebagian ada yang hanya mengandung DHA, ada juga yang hanya mengandung LA dan ALA. Pemberian DHA tanpa AA tidak dianjurkan karena dapat menekan sintesis AA akibat enzim desaturase. Lagi pula, kadar DHA di dalam susu  formula hanya memenuhi sekitar 1-5 mg kebutuhan DHA bayi per hari. Sehingga tidak benar jika ibu memilih memberikan susu formula saja kepada bayinya karena kecukupan gizi bayi tidak akan terpenuhi.

Bahaya Mengonsumsi DHA Untuk Bayi Terlalu Berlebihan

Memang pada dasarnya AA dan DHA sangat diperlukan untuk perkembangan otak janin maupun bayi sehingga kecukupannya harus selalu diperhatikan agar bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Apalagi dengan adanya iklan-iklan di berbagai media mengenai AA dan DHA yang membantu meningkatkan kecerdasan bayi, semakin maraklah produk-produk susu formula yang mengandung AA dan DHA di pasaran. Ibu-ibu pun banyak yang tertarik untuk memberikan anaknya susu formula karena ingin memenuhi kebutuhan AA dan DHA anaknya, yang paling diinginkan pasti agar anaknya tumbuh cerdas dan sehat.

Padahal tidak benar jika orang tua gegabah dalam memberikan asupan AA dan DHA kepada anaknya. Perlu diketahui jika kelebihan AA dan DHA di dalam tubuh janin atau bayi justru dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Berikut ini beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan jika konsumsi AA dan DHA berlebihan :

  • Menurunkan daya tahan tubuh

Menurut dokter spesialis anak, kelebihan AA dan DHA di dalam tubuh janin maupun bayi justru dapat menurunkan daya tahan tubuh (imunitas). Akibatnya, bayi menjadi lebih mudah terserang penyakit.

  • Penyebab darah menjadi lebih encer

Selain itu, kandungan AA dan DHA yang berlebih juga dapat menyebabkan darah menjadi lebih encer sehingga apabila terluka akan terjadi perdarahan yang lebih lama.

  • Kelebihan kadar DHA menghambat pembentukan AA

Ada produk yang hanya menyediakan kandungan DHA saja di dalamnya. Apabila dikonsumsi terus-menerus tentu akan menghasilkan perbandingan yang tidak seimbang antara asupan DHA dan AA. Perlu orang tua ketahui, tingginya kadar DHA di dalam tubuh justru akan mengurangi kadar AA sendiri karena pembentukan AA menjadi kurang.

  • Terjadinya haemolisis

Kelebihan DHA selain menghambat AA juga bisa menyebabkan terjadinya haemolisis atau pecahnya sel darah merah. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan kembali pemberian AA dan DHA untuk buah hati. Komposisi perbandingan antara asam linoleat dengan asam alfa linolenat adalah 5 banding 1. Sementara perbandingan DHA dan AA adalah 1:1 sampai 1:2. Kandungan yang seimbang dan sesuai antara DHA dan AA dapat bekerjsama lebih baik dengan makanan yang mengandung zat besi untuk membantu pembentukan otak janin maupun bayi.

Memberikan asupan DHA dan AA untuk buah hati memang baik, sekalipun melalui susu formula. Akan tetapi, seharusnya ibu tidak sampai salah mengartikan bahwa apa yang dipromosikan oleh produk susu formula berarti dapat memenuhi seluruh kebutuhan bayi. Hendaknya ibu lebih mengutamakan untuk memberikan asupan yang lebih baik lagi yaitu ASI karena ASI merupakan sumber nutrisi dan makanan yang paling sempurna untuk bayi.

Oleh sebab itu, ibu menyusui hendaknya juga memerhatikan betul asupan nutrisi untuk dirinya sendiri karena apa yang ibu makan, bayi juga akan mendapatkan bagiannya. Jadi, pastikan ibu mengkonsumsi makanan dan minuman yang baik sehingga janin atau bayi juga mendapatkan manfaatnya. ASI adalah sumber nutrisi yang terbaik untuk bayi. Susu formula yang mengandung DHA untuk bayi hanya diberikan bilamana karena satu dan lain hal, Ibu tidak dapat memberikan ASInya. Ibu bisa mencoba Nan kid PHPro 3 yang memiliki kandungan DHA yang tepat untuk si kecil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*