Cara Menyusui Yang Benar Dengan Takaran Pas

cara menyusui yang benar www.ibudanbalita.com
cara menyusui yang benar

www.ibudanbalita.com

Pemberian air susu ibu kepada si kecil bisa dibilang rutinitas yang sangat penting. Tumbuh kembang buah hati ayah bunda sangat bergantung pada terpenuhinya nutrisi dan gizi sejak dini. Apalagi jika bunda tahu cara menyusui yang benar, dampak dari air susu ibu akan optimal.

Kebanyakan bunda hanya memberikan air susu ibu kala si kecil menangis saja. Akibatnya, persiapan menyusui jadi terburu-buru. Wajar saja, tangisan bayi ibarat atasan kerja yang teriak deadline, pikiran kosong dan panic, terlebih pada bunda yang berpengalaman minim. Inilah mengapa takaran menyusui bayi harus paham betul supaya tidak terjadi hal yang merepotkan itu tadi.

Karateristik bayi sangat beragam, sebagai manusia pikiran satu sama lain cukup dinamis. Saat dipikir ulang, sebetulnya tidak masalah, toh, dengan pemikiran berbeda, kemajuan umat manusia bisa terjamin. Hanya saja, perbedaan tersebut pasti memiliki kesamaan mendasar. Serupa dengan buah hati ayah bunda, terdapat jalan mengetahui tipe menyusui bayi.

Tangisan bayi jelas menjadi sinyal darurat untuk diberikan susu kembali. Yang jadi masalah adalah, kembali pada penjelasan sebelumnya, prediksi yang kurang tepat menimbulkan kepanikan. Menarik garis rata-rata, selang waktu bayi dalam konsumsi air susu bunda biasanya berkisar satu sampai dua jam. Ada pula bayi yang lebih cepat lapar dibanding bayi lainnya dan hal ini bukan masalah.

Otak manusia terdiri dari jaringan-jaringan sel yang saling berkaitan satu sama lain. Informasi sepanjang hidup manusia akan ‘melayang’ hingga tiba saatnya untuk dikaitkan dengan pengetahuan serupa. Hal inilah yang membuat manusia paham akan pola dan rutinitas. Tidak perlu khawatir bila buah hati ayah bunda punya kebiasaan makan lebih cepat atau lebih lambat dibanding yang lain. Pengamatan yang rutin dan perhatian erat secara otomatis memecahkan selang waktu bayi lapar kembali.

Hipotesis umum seputar gampang laparnya bayi adalah air susu ibu kurang bobot. Sebetulnya anggapan tersebut bisa dibilang kurang tepat menurut ilmu pengetahuan. Air susu ibu merupakan anugrah yang canggih dan tersusun rapih, custom, hanya untuk buah hati tercinta. Masalahnya, perut bayi sangat kecil dan hanya mampu menampung sedikit. Faktor inilah yang justru membuat bayi gampang lapar, bukan masalah air susu ibunda.

Meskipun perut bayi terbatas, daya cerna si kecil cukup cepat. Alasan tersebut menyebabkan jarak waktu menyusui bayi cukup dekat satu sama lain. Bahkan, rata-rata buah hati orang tua mampu mengulang siklus menyusui hingga dua belas kali! Suatu angka yang fantastis mengingat satu kali menyusui tidak sekedar lima menit, bahkan bisa berlangsung hingga 1 jam. Bayangkan saja betapa sulit bunda harus memenuhi tuntutan si kecil.

Tidak semua bunda langsung hafal jadwal bayi menyusui. Kembali lagi, kalau menunggu bayi menangis tidak akan menguntungkan kedua belah pihak. Bunda merasa diburu-buru sehingga diliputi rasa manis, sedangkan tangisan merupakan indikator rasa lapar yang paling kuat. Kalau bayi bisa teriak lapar, mungkin suaranya cukup ‘halilintar’. Tenang saja, selama masa mengamati, ada beberapa gerakan yang konon katanya pertanda si kecil mau lapar.

Paling mudah, bunda bisa langsung tahu bayi lapar atau tidak ketika buah hati tidur. Ketika bayi tidur, umumnya si kecil tidak akan membuat banyak gerakan ataupun suara. Paling jauh bayi hanya berguling, kalau sudah mampu, tapi sebagian besar tidak akan bergerak banyak. Kesempatan inilah yang biasa dipakai bunda untuk melakukan aktivitas lain seperti kembali bekerja, atau mencuci pakaian kotor si kecil.

Kalau bayi tidak pernah punya masalah dengkur, maka tiap kali dirinya mulai bersuara, bisa berarti lapar. Tingkat pertama lapar mungkin hanya lengguhan kecil. Lama kelamaan suara tersebut makin keras hingga puncaknya bayi menangis. Setiap kali bayi mulai mengeluarkan suara-suara aneh, persiapkan diri untuk menyusui. Biasanya langkah bayi selanjutnya adalah bangun, dan mengharapkan kehadiran ‘saluran’ air susu ibu.

Beda lagi ceritanya kalau ternyata bayi tipe mendengkur. Misalkan saja di keluarga ada tukang ngorok, ditambah badan bayi yang lumayan berisi, dengkuran mungkin terjadi. Agak sulit identifikasi bayi lapar di kala tidur tanpa melalui suara. Tapi bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun seharusnya belum mampu membentu banyak eskpreksi di kala tidur.

Ingat kembali bagaimana posisi bayi saat menyusui. Mulut pasti membentuk ‘U’, siap siaga menyedot air susu bunda lewat putting. Manusia sadar atau tidak akan melakukan gerakan berdasar ingatan mengenai suatu kegiatan, inilah yang membuat bahasa non verbal jauh lebih mudah dipahami. Bayi juga demikian, mulut yang kerap membentu huruf ‘U’ seperti waktu menyusui bisa menandakan kesiapannya untuk minum air susu ibu.

Kala menggendong bayi, bunda jauh lebih mudah menentukan kapan saat paling tepat untuk menyusui. Bayi dalam gendongan sudah berada di posisi nyaman untuk meminta ‘makan’. Gampang saja, bunda tinggal lihat apakah bayi mulai manja, menempel pada dada bahkan seolah menubruk dada dengan pipinya. Ibarat kode, si kecil berusaha keras memberi tahu bunda bahwa dirinya ingin minum air susu bunda.

Posisi menyusui sebetulnya tergantung dari kondisi tersebut. Baik posisi tidur, satu tangan, atau duduk, bunda harus merasa nyaman. Pasalnya, rata-rata waktu menyusui bisa makan waktu hingga 1 jam. Bisa dibayangkan kalau ada gatal terlebih posisi sedang merepotkan dalam waktu lama cukup menyiksa. Jangan lupa pilihan cara menyusui yang benar juga tidak menyulitkan bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*