Cara Menjaga Kehamilan Terbaik! Hanya 10 Langkah

pertanyaan kehamilan www.ibudanbalita.com

Cara menjaga kehamilan sebetulnya gampang-gampang susah. Selama tidak salah langkah, seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nah, supaya lebih pasti tidak ada yang terlewat, mari simak daftar tips jaga kehamilan berikut ini:

  1. Miliki visi masa depan

Sejak kecil, perempuan sudah punya naluri merawat dan membesarkan anak. Jangan heran, bila anak usia belia sekalipun berharap atau setidaknya menaruh minat pada boneka yang berhubungan dengan mengasuh. Seiring berjalannya waktu, naluri ini akan semakin berkembang dimana kehamilan akan jadi impian.

Jatuhnya takdir mengandung anak seharusnya tidak terjadi begitu saja. Alangkah lebih baik, momen penting seperti hamil harus direncanakan masak-masak dari jauh hari. Contoh kecil saja, mulai biasakan olahraga sehat, atau pola makan yang benar sudah cukup untuk ‘nyicil’ persiapan mengandung.

  1. Temukan dokter impian
    Kehamilan yang sukses memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk medis. Ya, memantau kehamilan jaman sekarang jauh lebih mudah dengan adanya teknologi yang kian canggih di tanah air. Sangat disayangkan bila bunda tidak memanfaatkan fasilitas yang ada atau hanya ala kadar saja. Ingat, peralatan yang canggih akan percuma bila dokter yang dipilih tak berkualitas.
    Skeptis bukan hal aneh toh memang kepercayaan sulit untuk dicapai. Ada baiknya bunda dan ayah mulai eksplorisasi tipe dokter lengkap dengan reputasi dan karakter bila perlu. Dokter yang cocok dengan ayah bunda baik dari segi pelayanan maupun biaya akan berdampak pada proses pemeriksaan kandungan.
  2. Pahami gejala-gejala berbahaya

Kesadaran kesehatan di tanah air cukup rendah. Walaupun telah disampaikan betapa pentingnya pengecekan rutin, tetap saja rumah sakit dipenuhi pasien yang terlanjur sakit parah dibanding mereka yang hanya cek reguler. Kantong tak memadai atau malas pergi ke dokter seperti sudah jadi trademark penduduk tanah air, termasuk bunda mengandung.

Malas boleh, tapi jangan cuek bebek. Tubuh sejatinya sudah punya sistem tersendiri untuk memberi tahu ayah bunda mengenai kelainan pada kondisi janin. Pahami dengan baik sinyal-sinyal tubuh untuk penanganan yang lebih cepat agar tak berbuntut penyesalan.

  1. Bangkit dari ranjang
    Hamil memang buat badan lelah, apalagi kalau ingat kesehatan hamil seolah menurun karena badan musti berbagi oksigen. Jangan salah kaprah, istirahat boleh saja, tapi jangan terus-terusan. Terlalu lama duduk justru mengurangi jatah umur dan tidak membantu tubuh mempersiapkan hari persalinan. Inilah kenapa, luangkan waktu untuk senam atau olah tubuh lain, minimal bergerak keliling rumah.
  2. Kenali kemampuan diri sendiri

Perempuan kadang merasa perlu membuktikkan diri sendiri bahwa dirinya sama kuatnya dengan pria. Hanya saja, kadang pembuktian berdasar kognifit atau logika agak sulit dibedakan dengan afektif atau emosi belaka di kala mengandung. Hormon tubuh kerap picu perasaan tak perlu yang bisa jadi dorong bunda mengambil keputusan keliru. Inila kenapa, selalu berhenti bila bunda merasa tubuh tak mampu melakukan sesuatu. Memaksa diri bukan momen tepat di kala mengandung.

  1. Temukan dukungan positif

Pikiran jauh lebih kuat dari tubuh. Kalimat tersebut banyak sekali ditemukan dalam buku motivasi, dan ternyata cukup akurat. Penelitian membuktikkan tubuh dengan pikiran stress cenderung kesulitan dalam melakukan rutinitas sehari-hari. Bahkan bunda yang gampang tertekan di kala hamil akan mempengaruhi karakter anak nanti. Maka dari itu, kelilingi diri bunda dengan orang-orang yang mampu mendukung dan berpikir positif.

  1. Sayangi alam semesta
    Manusia pada dasarnya dekat dengan alam. Bisa dibilang fungsi tubuh justru optimal bila sering interaksi dengan alam raya. Sayangnya, perkembangan teknologi memang mudahkan kehidupan manusia, namun di saat bersamaan merusak beberapa aspek kesehatan baik mental maupun fisik. Disinilah momen paling tepat bagi bunda untuk mulai mendekatkan diri dengan habitat asli, melalui go green.
  2. Jalin utasan cinta dengan pasangan
    Janin dalam kandungan tidak berada disana tanpa ada kerja sama antara ayah dan bunda. Tentu masuk akal, bila keduanya bersatu guna persiapkan kehadiran buah hati dalam hidup. Pada dasarnya ayah akan membutuhkan bunda sebagaimana sebaliknya. Bangun komunikasi antar ayah dan bunda supaya tak terjadi gesekan tak perlu. Sumber kehancuran anak justru bukan terletak pada pendidikan yang salah namun hubungan kedua orang tua.
  3. Rutin timbang badan
    Berat badan tubuh biasanya identik dengan imej kurus, tinggi, dan menawan bak model. Dalam konteks kehamilan tidak hanya gambaran tersebut gampang dicapai, namun juga bukanlah inti yang harus dikejar. Berat badan yang ideal justru berdasarkan perbandingan tinggi dengan berat badan atau dikenal teknik body mass index. Rutin timbang badan merupakan jalan paling tepat atasi obesitas atau malah kekurangan berat badan tubuh.
  4. Nutrisi seimbang sebuah kewajiban

Kenaikan berat badan kerap kali picu diet yang tidak sehat. Dalam artian, bunda akan berhenti makan dan berolah tubuh lebih banyak. Kesalahan tersebut ironisnya banyak ditemui pada banyak perempuan. Langkah tepat yang seharusnya diambil adalah mulai ubah pola makan menjadi lebih sehat.

Mual dan muntah tak jarang jadi alasan utama untuk tak hentikan kebiasaan makan sekenanya. Padahal, sikap satu ini bisa bahayakan bunda dan janin. Kalau memang, bunda kesulitan mengkunyah makanan, carilah solusi yang tepat. Misalkan saja, minum susu ibu hamil Frisian flag mama sehari saja sudah cukup penuhi kebutuhan nutrisi. Hambatan cara menjaga kehamilan satu ini teratasi, bukan? (HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*