Cara Menidurkan Bayi Penuh Perhatian

Cara menidurkan bayi www.johnsonsbaby.co.id
Cara menidurkan bayi

www.johnsonsbaby.co.id

Telah banyak buku ditulis untuk membantu orang tua menemukan cara menidurkan bayi. Begitu banyak metode untuk dipilih. Bayangkan bagaimana rasa bingung ayah bunda baru darimana memulai pembelajaran ini?

Apabila bayi anda telah tidur dengan tenang, memang artikel ini tidak akan membantu banyak, tapi sangat jarang seorang ibu (terutama anak pertama) berkata “Oh anakku sangat senang berbaring di kasurnya, dia biasanya langsung tidur lelap tanpa ada masalah. Tidak seperti bayi lain.”

Lebih sering ditemui, seorang ibu dengan mata merah dan sayu seperti tidak pernah tidur selama berminggu minggu. “Bayi aku tidak mau tidur, bahkan dia bisa tahan bangun seharian.” Mungkin sedikit berlebihan, tapi terkadang hal tersebut biasa dirasakan seorang ibu. Bayi sebenarnya memilki zona nyaman, bayi menyukai ‘menyusup’ ke pelukan ayah, bunda, atau rasa empuk dari tempat duduk mobil saat menyetir, hal ini yang menyebabkan seorang bayi memilih tidur di pangkuan ibu saat di susui dalam perjalanan, terkadang situasi ini lebih populer dari kasur ia sendiri.

Dengan banyak buku di pasaran dan situs penuh janji bahwa metode yang disampaikan pasti akan membuat bayi terlelap, orang tua bisa merasa frustasi ketika tidak satupun metode yang digunakan membuahkan hasil. Karena metode pada artikel ini adalah jalan pintas untuk menidurkan bayi secara pratikal, tidak ada jaminan pasti bahwa cara ini akan berhasil pada semua bayi. Pada artikel ini, akan ada berbagai macam tips yang cukup pratikal yang dapat berfungsi berbeda pada setiap bayi.

Perlu diingat bahwa beberapa anak senang tidur dan beberapa memilih tetap terjaga. Saran pertama adalah rileks saja. Memang akan terasa ‘greget’ agar si bayi cepat tidur. Beberapa percaya jika bayi akan tetap bisa tidur apabila hanya dibaringkan dan didiamkan saja, tapi ada beberapa orang yang memiliki pengalaman lain.

Membiarkan seorang bayi menemukan metode tidurnya sendiri, akan sangat kecil kemungkinan bayi tidur lelap. Namun, bila bayi memang meminta berbaring di kasurnya, bairkan saja. Tak jarang beberapa saat setelah berbaring, bayi akan menangis dan hal ini wajar. Jikalau bunda merasa tidak tahan mendengar tangisan bayi, maka sebaiknya bunda gendong bayi, peluk erat sampai bayi tenang, barulah kamu baringkan kembali ke kasur. Jika mungkin, kerja sama antar pasangan sangat penting. Ayah dan bunda bisa mendiskusikan giliran menenangkan bayi setiap malamnya. Agar bayi tertidur lelap setiap malam.

Ada beberapa ide mudah yang bisa dilakukan untuk menenangkan bayi. Beberapa bayi tidur lebih baik ketika ada banyak suara di sekitarnya. Umumnya hal ini dikarenakan bayi terbiasa di antara suara seharian dan malah suasana sepi menganggu ketenangan bayi. Kamu bisa mencoba membuat kombinasi suara suara dengan menyalakan kipas atau radio dengan volume rendah, atau memainkan music klasik lembut selagi bayi berusaha tidur bukan ide yang buruk. Beberapa orang tua senang memainkan musik klasik sambil memeluk anaknya hingga tidur.

Saran yang biasa diberikan pada saat menidurkan anak adalah mematikan lampu ruangan. Lampu tidur sebaiknya tersedia di kamar bayi. Selain faktor kenyamanan, ruang yang gelap bisa menjadi ukuran lelap atau tidaknya tidur bayi. Bukan berarti kamar bayi harus gelap gulita, karena memang bayi memiliki selera yang berbeda beda. Ada bayi yang senang remang, gelap, atau malah redup saat tidur, karenanya mencoba berbagai macam kadar cahaya ruangan saat penting untuk menemukan cahaya kesukaan anak.

Sama halnya dengan selimut. Bagaimana seorang bayi menyukai kehangatan berbeda satu sama lain. Ada yang senang tidur berbalut selimut tebal, bahkan jika selimut berganti letak sedikit saja dapat membangunkan bayi. Beberapa bayi menyukai kebebasan, termasuk bebas dari selimut. Jika bayi senang menendang selimut atau berusaha menyingkirkan selimut, maka itu adalah tanda bayi tidak suka dikekang dan sebaiknya selimut disingkirkan saja agar tidur lebih nyenyak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*