Cara Menghitung Usia Kehamilan Dengan Keakuratan 90%

cara menghitung usia kehamilan www.deherba.com

Ada banyak cara menghitung usia kehamilan. Sebut saja kalkulator kehamilan, tes HCG, dan pemeriksaan tinggi puncak rahim. Jangan tanyakan mana yang akurat. Tidak yang akurat. Faktanya, banyak yang sudah dihitung usia kehamilannya dan sudah diketahui HPL atau hari perkiraan lahirnya. Akan tetapi, anak lahir tidak pada HPL. Terkadang lebih awal. Tak jarang juga lebih lambat.

Dari beberapa cara tersebut, menghitung usia kehamilan dengan menggunakan kalkulator kehamilan menjadi metode yang paling sering dilakukan. Apalagi sekarang Ibu dan Balita menyediakan kalkulator kehamilan secara online. Anda tinggal masuk ke situs www.ibudanbalita.com dan gunakan aplikasi tersebut.

Namun, pemeriksaan USG menjadi cara penghitungan usia kehamilan yang paling akurat. keakuratannya mencapai 90%. Ini yang disampaikan oleh para ahli kesehatan kandungan.

Bukan Hanya Masalah Keakuratan

Sebenarnya Anda bisa saja menggunakan kalkulator kehamilan. Lebih mudah dan murah karena Anda tidak perlu ke mana-mana. Tinggal browsing saja menggunakan smartphone Anda dan semua beres. Anda bisa mengkses aplikasi kalkulator kehamilan.

Namun, mengapa sebaiknya menggunakan tes USG saja? Ini hanya anjuran saja ya. Dengan melakukan tes USG, tidak hanya usia kehamilan saja yang akan Anda ketahui. Banyak hal lagi yang sekaligus Anda ketahui.

  • Kondisi Kantong Kehamilan

Dengan menggunakan alat USG, dokter bisa melihat bagaimana kondisi kantong kehamilan. Dokter akan memberitahukan kepada Anda bagaimana kantung air ini yang sebanarnya berisi dengan janin.

  • Melihat Fetal

Apa itu fetal? Dalam dunia medis, fetal merupakan janin ringan di mana bisa dilihat bagaimana calon organ tubuh seperti tangan dan kaki. Tentu fetal ini terlihat berbeda-beda tergantung usia kehamilan. Saat tes USG dilakukan, dokter akan melihat kondisi fetal sesuai dengan usia kehamilan Anda.

  • Kantung Kuning Telur

Anda tahu plasenta, bukan? Inilah yang menyalurkan nutrisi menuju ke rahim. Saat plasenta mulai berkembang, terdapat kantung kuning telur yang berisi makanan untuk janin di dalam kandungan.

  • Kehamilan Kembar

Ini yang paling penting. Dengan melakukan pemeriksaan USG, Anda bisa tahu apakah Anda mengalami kehamilan kembar atau tidak. Dengan menggunakan alat USG, dokter bisa melihat berapa jumlah janin yang ada di dalam rahim sekaligus melihat usia kehamilan berdasarkan bentuk janin ketika tes USG dilakukan.

Jadi, dengan melakukan pemeriksaan USG Anda bisa mendapatkan hal lain dari sekedar mengetahui usia kehamilan, mengapa tidak?

Pemeriksaan USG Tidak Harus Di Dokter Kandungan

Salah jika Anda hanya bisa melakukan pemeriksaan USG di dokter kandungan saja. Sekarang ini, sudah ada keputusan menteri kesehatan di mana bidan juga diperbolehkan memeriksa kondisi kandungan ibu hamil dengan menggunakan alat USG.

Banyak ibu hamil yang tidak mau memeriksakan kesehatan kehamilan mereka di dokter. Biaya selalu paling sering menjadi alasan utama. Selain itu, ada juga yang beralasan jauh sekali untuk memeriksakan kondisi kandungan di dokter. Bagi ibu hamil yang tinggal di desa, tentu mereka harus datang ke kota di mana dokter kandungan biasanya melakukan praktik.

Beruntung sekali sekarang sudah ada ijin di mana bidan boleh menggunakan alat USG. Jadi, bidan tidak hanya menggunakan cara menghitung usia kandungan secara manual saja, tapi juga bisa menggunakan alat USG.

Meskipun demikian, Anda tidak boleh asal-asalan dalam memilih bidan. Tidak semua bidan itu memiliki ijin menggunakan alat USG. Hanya bidan yang sudah mengikuti pelatihan saja yang diperbolehkan. Jadi, bidan sudah bersertifikasi sehingga ia sudah memiliki pengetahuan untuk melakukan tes menggunakan alat USG.

Meskipun bidan diperbolehkan melakukan tes USG, kapasitasnya sangat terbatas. Bidan hanya boleh menjelaskan tentang posisi, berat, serta bentuk janin saja. Bidan tidak memiliki wewenang untuk mendiagnosa.

Itulah mengapa sekalipun Anda memeriksakan kondisi janin dengan bidan menggunakan alat USG, Anda biasanya tetap disarankan untuk datang ke dokter ketika usia kehamilan sudah mencapai trimester kedua. Bidan tidak memiliki wewenang untuk melakukan diagnosa. Anda diharapkan datang dan berkonsultasi dengan dokter kandungan agar dokter melakukan diagnosa.

Yang pasti, untuk konsultasi setiap bulan, Anda tidak perlu datang ke dokter. Sudah ada bidan yang bersertifikasi sehingga bidan tersebut bisa mengoperasikan alat USG. Dan tentunya biaya konsultasi dengan bidan jauh lebih murah, bukan?

Untuk hal-hal lain, sebenarnya Anda bisa melakukan konsultasi kehamilan secara online. Di situs Ibu dan Balita, ada layanan konsultasi online. Konsultasi ini tidak dipungut biaya. Hanya saja, yang bisa dikonsultasikan adalah hal-hal yang tidak menuntut pemeriksaan secara langsung. Seperti contoh, ketika Anda mengalami keluhan kesehatan seperti mual, sering mengalami kram, atau susah buang air besar, Anda bisa konsultasi dengan dokter kandungan secara online saja.

Yang harus Anda tanyakan pada diri Anda adalah apa yang harus Anda lakukan setelah tahu usia kehamilan. Melakukan penghitungan usia kehamilan bukan hanya semata-mata untuk mengetahui HPL atau hari perkiraan lahir saja. Dengan mengetahui usia kehamilan, Anda tahu apa yang seharusnya Anda lakukan. Setiap fase kehamilan memerlukan treatment yang berbeda. Keluhan kesehatan yang sering terjadi pun berbeda.

Dari penjelasan tersebut di atas, dapat disimpulkan bawasannya Anda bisa bebas memilih untuk menggunakan cara yang mana saja untuk mengetahui usia kehamilan. Namun, pemeriksaan USG lebih disarankan. Pasalnya, selain mengetahui usia kehamilan lebih akurat, Anda juga mengetahui kondisi janin di dalam kandungan. Namun, akhirnya, Anda lah yang memutuskan sendiri mana cara menghitung usia kehamilan yang ingin Anda pilih.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*