Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi Beserta Langkahnya

Ruam popok bayi www.johnsonsbaby.co.id
Cara mengatasi ruam popok bayi

www.johnsonsbaby.co.id

Pertama kali bunda menemukan adanya ruam popok bayi bisa menimbulkan kepanikan tersendiri. Namun sebenarnya bunda tidak perlu khawatir berlebih karena ruam popok bayi adalah hal yang normal terjadi.

Lebih dari setengah masalah berhubungan dengan popok bayi dimulai pada usia 4 sampai 15 bulan, pada usia sekitar itu bayi akan mengidap ruam setidaknya sekali setiap beberapa bulan. Untung saja, ada cara mengatasi ruam popok bayi. Dengan penanganan yang tepat tentunya ruam pada bayi bukan lagi menjadi masalah utama dan perkembangan tubuh bayi menuju arah lebih baik lagi.

Langkah pertama dalam pencegah ruam popok bayi adalah mengetahui kenapa pantat bayi yang lembut sangat rentan terkena ruam. Kondisi bayi memang berbeda sehingga sebab ruam pun beragam. Namun, kebanyakan ruam didorong oleh enzim pada kotoran bayi, yang mana menimbulkan iritasi kulit. Kerut dan basah pada popok membuat pantat kenyal bayi menjadi lebih rentan, menimbulkan iritasi. Ragi adalah tersangka kedua setelah enzim, terutama pada ruam yang sangat sulit dihilangkan.

Hal kedua yang harus anda lakukan adalah memberi perhatian lebih pada gejala bayi mengompol atau buang air besar di popok. Terus percepat fase pergantian popok bayi. Mengganti tiap kali bayi buang air besar di popok sesering dan secepat mungkin menjadi kunci pencegahan ruam bayi. Hal ini dikarenakan jika kulit terlalu lama lembab, kulit akan lebih lemah dan mudah diserang oleh enzim penyebab ruam. Jadi meski bayi kamu tidak menangis minta diganti popok, ganti saja setiap kali kamu melihat popoknya sudah kotor.

Alkohol dan parfum pada sabun, tisu basah dengan pewangi dan segala macam produk yang melakukan kontak fisik dengan bayi bisa menimbulkan iritasi kulit. Mencegah ruam bayi dengan membersihkan pantat dengan kapas atau kain yang sudah direndam air panas jika memang tidak menemukan produk di saat darurat sangat disarankan terutama pada bayi baru lahir, dimana kulit sangat sensitif. Selain itu perhatikan kebersihan air, dan hanya gunakan produk yang bebas alkohol, bebas bau, jika memang bayi anda rentan alergi. Hanya gunakan sabun jika memang sangat penting.

Setelah anda terbiasa rutin mengganti popok bayi, pastikan pantat bayi selalu dalam kondisi sekering mungkin. Karena pantat bayi kering, jangan mencoba menggosok dengan tangan namun tepuk tepuk lembut saja. Lebih baik lagi jika pantat bayi sering diangin anginkan, terutama jika memang bayi tidak sanggup memakai popok. Taruh bayi di alas tahan air atau setumpukan handuk (bayi yang sudah diganti popok saja bisa tetap ngompol atau bahkan lebih buruk dari itu) dan bermainlah dengan si kecil sampai pantat bayi sudah sanggup menerima popok lagi. Jika memang cara alami tidak sempat dilakukan, gunakan saja kipas kecil untuk mengeringkan pantat bayi dengan waktu lebih singkat.

Selain itu, ada baiknya memeriksa tingkat keeratan popok bayi. Popok yang terlalu erat sebenarnya bisa menyebabkan ruam. Ketika kamu memasang popok bayi, sebisa mungkin longgarkan popok bayi anda (Tentunya dengan mempertimbangkan faktor ompol) terutama pada malam hari.

Ada baiknya untuk mencoba berbagai jenis popok. Terkadang popok sekali pakai dengan daya serap super lebih efisien dalam menyerap kelembaban yang bisa menyebabkan ruam. Cobalah membeli banyak jenis popok atau sampel dan lihat efeknya pada bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*