Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Cegukan pada bayi

www.johnsonsbaby.co.id

Bagi orang tua yang baru pertama kali mempunyai bayi, cegukan terkadang membuat panik dan khawatir. Sebagai orang tua, seharusnya tetap santai ketika menghadapi ini karena cegukan pada bayi dapat hilang dengan sendirinya. Bayi yang mengalami cegukan biasanya dikarenakan belum matangnya fungsi saraf yang dapat mengatur diafragma bayi. Nah, cegukan adalah reaksi diafragma yaitu otot yang memisahkan rongga dada dan perut, tepatnya di bawah tulang rusuk yang berguna untuk membantu mengendalikan pernapasan. Reaksi tersebut menyebabkan diafragma mengencang secara tiba-tiba dan tanpa disadari, menutup pita suara di kerongkongan, sehingga bunyi cegukan pun muncul.

Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan pada bayi.

1. Ubah Posisi Menyusui

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mengurangi cegukan pada bayi yaitu ketika Anda sedang menyusui. Terkadang bayi Anda menelan udara berlebih yang menyebabkan terjadinya cegukan. Cara mengatasinya yaitu Anda dapat mengubah posisi menyusui sehingga dapat membatasi jumlah udara yang masuk ke dalam mulutnya. Apabila frekuensi cegukan menjadi lebih sering, maka hentikan pemberian ASI, karena dikhawatirkan bayi akan tersedak.

2. Sendawakan Bayi Setelah Mendapatkan ASI

Salah satu cara untuk mengurangi bayi Anda dari cegukan adalah dengan sendawakan setelah mendapatkan ASI. Sendawa ini bertujuan agar bayi Anda dapat mengeluarkan udara yang berlebihan di dalam perutnya. Selain itu, bersendawa juga dapat melepaskan otot-otot yang kejang sehingga dapat menghentikan cegukan yang dialami oleh bayi. Cukup mudah untuk membuat bayi Anda bersendawa yaitu berdirikan bayi Anda sejajar dengan pundak Anda. Lalu, tepuk bagian punggung secara perlahan hingga keluar bunyi sendawa dari mulutnya.

3. Buat Jadwal Makan yang Teratur

Sebagai orang tua, ada baiknya membiasakan diri memberikan makanan secara teratur pada bayi untuk mengurangi kebiasaan cegukan. Pemberian makanan ini dilakukan pada saat bayi memasuki usia enam bulan, yang bertujuan sebagai makanan pendamping ASI. Pemberian makanan yang baik dan benar adalah sebelum lapar dan menghentikan makanan setelah kenyang. Cegukan yang dialami oleh anak Anda dapat berdampak pada masalah lambung apabila cegukan itu disertai dengan muntah.

4. Pijat Perlahan Bagian Punggung

Dengan memijat secara lembut bagian punggung, anak Anda akan merasa lebih

tenang. Gosok bagian punggung menggunakan minyak kayu putih, aroma hangat yang keluar dari minyak kayu putih dapat mengurangi intensitas cegukan pada bayi. Cara ini banyak dilakukan oleh ibu-ibu karena aman dan membuat bayi menjadi tenang.

5. Hentikan Makan dan Menyusui

Ketika bayi cegukan pada saat sedang makan atau minum ASI, dan cegukan itu tak kunjung hilang, cobalah hentikan aktivitas makan atau menyusui secara sementara dan biarkan bayi untuk tenang sejenak. Usap bagian punggung dan belakang agar si bayi tenang. Setelah dirasa cegukan tersebut hilang, Anda dapat melanjutkan aktivitas makan atau menyusui tersebut.

6. Pilih Lubang Dot yang Kecil

Ketika membeli dot untuk si kecil, pilihlah lubang dot yang ukurannya kecil. Mengapa begitu? Karena jika lubang dot berukuran kecil, maka otomatis udara yang ditelan ketika menghisap akan sedikit. Namun, sebaliknya jika lubang dot berukuran besar maka udara yang terhisap juga lebih banyak. Hal ini membuat lambung menjadi renggang dan menggangu diafragma sehingga cegukan pun muncul.

Bayi yang tiba-tiba mengalami cegukan memang perlu perhatian yang khusus tetapi Anda tak perlu panik mengatasinya, Atur pola makan dengan baik juga dapat membantu meminimalisir terjadinya cegukan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*