Cara Mendidik Batita Ternyata Mudah Dan Menyenangkan

Mendidik Anak http://madujuara.com

Bagaimana cara mendidik batita? Bagi orang tua yang tidak memahami psikologi anak, mereka akan mengutarakan pertanyaan tersebut. Yang pasti, caranya berbeda dengan cara mendidik anak yang sudah dewasa. Jangan pernah berpikir ibu akan mendidik seperti yang dilakukan oleh guru di sekolah. Sama sekali jauh dari itu.

Sebelumnya, ibu harus mengerti perihal psikologi batita. Setelah ibu memahami hal tersebut, ibu akan semakin mengerti bagaimana cara mendidik anak batita yang tepat.

Psikologi Anak Batita

Apakah seorang anak batita boleh diajari sesuatu? Tentu saja boleh. Dan bahkan sebaiknya hal ini lebih intens dilakukan. Akan tetapi, mengajari ini bukan seperti proses belajar di sekolah di mana anak harus belajar membaca, menulis, dan berhitung. Dalam hal ini, mengajari lebih diartikan kepada proses mengetahui hal yang perlu diketahui oleh batita.

Jadi, jangan samakan dengan proses mendidik anak di sekolah. Batita harus belajar dengan senang hati.

Satu hal yang perlu ibu ketahui. Pada saat batita, potensi si kecil sudah harus digali. Menurut pakar perkembangan anak, usia 3 tahun merupakan masa yang cemerlang. Mereka menyebutnya golden period atau periode emas. Dikatakan demikian karena terdapat milyaran sel otak yang berpotensi untuk berkembang. Hanya saja, pertanyaannya adalah apakah ibu selaku orang tua mampu mengembangkan sel yang potensial tersebut?

Hanya ada satu cara untuk mengaktifkan sel tersebut, yaitu dengan memberikan stimulus yang tepat. Di sinilah pentingnya para orang tua termasuk ibu mengetahui bagaimana cara mengajari batita.

Belajar Harus Menyenangkan

Cara Mendidik Batita Lewat Permainan

pondokibu.com

Sebenarnya lebih mudah mendidik anak batita daripada anak yang sudah dewasa yang duduk di bangku sekolah. Ibu tahu mengapa? Karena anak batita memiliki curiosity atau rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Dengan demikian, ia sebenarnya terdorong secara alamiah untuk belajar.

Nah, yang perlu ibu lakukan hanyalah mengarahkan agar proses belajarnya efektif. Ibu bisa memberikan media berupa apa saja termasuk permainan yang bisa memuaskan rasa ingin tahunya tersebut. Dari sinilah sebenarnya yang paling ditekankan dalam proses mendidik anak batita adalah bagaimana ia belajar secara menyenangkan.

Oleh sebab itu, ada langkah-langkah yang harus ibu lakukan. Yang pertama, cari tahu apa yang membuat batita ibu benar-benar ingin tahu. Kemudian, ibu carikan permainan atau media yang membantu si kecil mengetahui apa yang ia ingin ketahui. Mengenai permainan, ibu bisa dapatkan berbagai ide permainan edukatif di berbagai situs, terdapat ide permainan yang bisa mengasah otak si kecil di mana permainan tersebut bisa ibu modifikasi sesuai dengan kebutuhan.

Mendidik Tidak Harus Selalu Melalui Permainan

Tentu saja ibu harus memiliki banyak cara agar anak tidak bosan dengan permainan yang sama setiap hari. Dan ibu sebenarnya bisa mendidik anak batita tanpa harus memberikan mainan lho.

Contohnya saja mendidik dengan cara lebih sering mengajak batita berbicara. Ternyata, ini cara yang ampuh untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan juga kemampuan logikanya. Pasalnya, dengan komunikasi interaktif, otak batita diajak untuk bekerja dan memberikan respon terhadap apa yang ibu ucapkan.

Selain itu, ibu juga bisa mendidik anak dengan cara membacakan dongeng. Pernah dengar istilah dongeng sebelum tidur? Apakah ibu tahu mengapa harus membacakan dongeng sebelum tidur?

Ibu bisa saja membacakan dongeng ketika si kecil sedang semangat di pagi atau di siang hari. Dengan demikian, si kecil bisa benar-benar memperhatikan dan mendengarkan dongeng yang ibu bacakan. Lain hal jika ibu membacakan dongeng ketika si kecil mengantuk. Kemungkinan kecil ia akan mendengarkan. Yang paling mungkin terjadi adalah ia akan tertidur.

Mungkin itu yang ibu pikirkan. Namun, coba ibu lihat dari kaca mata ilmu perkembangan balita. Ternyata, di saat batita sedang dalam masa transisi dari kesadaran ke ketidak-sadaran, pada saat itulah ibu bisa memberikan pendidikan kepada batita. Pada saat itu, otak bekerja dan merekam apa yang ibu bicarakan. Dan rekaman tersebut akan selalu diingat hingga dewasa nanti lho.

Itulah mengapa ahli perkembangan anak sangat menyarankan agar orang tua menerapkan cara mendidik batita dengan cara membacakan dongeng sebelum tidur. Bacakan saja hingga ia terlelap. Ketika ia sudah masuk ke dunia mimpi, maka ibu harus memberikan wejangan atau nasehat yang baik. Nasehat itulah yang akan direkam oleh otak si kecil. Ketika dewasa, rekaman tersebut akan terbuka.

Mau tahu cara mendidik anak yang lainnya lagi? Mendidik anak dengan cara bermain atau bermain musik. Sangat disayangkan jika seorang batita sudah diajarkan bagaimana mengeja dan bahkan sudah diajarkan mengenal huruf. Akan lebih baik jika batita diajari musik.

Anak Mendengarkan Musik

www.vemale.com

Menurut penelitian, musik bisa menstimulus perkembangan otak kanan anak lho. Ibu bisa memperdengarkan musik dan mengajaknya menari. Atau, jika ada bakat pada diri si kecil, ibu bisa mulai memperkenalkan alat musik yang memungkinkan untuk ia mainkan. Jangan buru-buru mengajarkan si kecil tentang baca tulis. Ingat, anak harus belajar secara menyenangkan. Dan belajar musik merupakan cara belajar yang menyenangkan bagi anak kecil.

Beberapa cara mendidik tersebut di atas hanya bersifat stimulus dari luar saja. Agar batita ibu tumbuh pintar dan cerdas, tentu saja ibu perlu memberikan makanan dan minuman yang mengandung nutrisi yang baik untuk mengoptimalkan perkembangan otak. Oleh sebab itu, selain menerapkan cara mendidik batita yang tepat, jangan lupa untuk memberikan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembangnya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*