Cara Mendidik Anak Usia Dini Yang Bisa Bunda Terapkan

Cara mendidik anak usia dini

Cara mendidik anak usia dini merupakan salah satu cara untuk mengajak dan memotivasi si kecil dalam menciptakan lingkungan yang baik, sehingga dapat mengenali pengetahuan baru yang bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Mendidik anak merupakan hal penting dalam memberikan pengenalan norma dan pengetahuan sehingga membentuk pribadi, sikap mental dan perilaku yang lebih baik.

Banyak yang  salah dalam mengartikan bahwa dengan memasukan anak Anda ke sekolah, misalnya saja pendidikan anak usia dini telah memberikan cara mendidik anak terbaik padahal waktu anak dalam berinteraksi yang lama yaitu  bersama lingkungan dan keluarga besarnya. Untuk Anda mendidik anak di rumah adalah  hal yang harus diperhatikan, sebab pada usia anak yang dikategorikan masa emas dimana kemampuan dan kebiasaannya akan menjadi inti dalam kehidupan di lingkungannya.

Cara Mengajari Anak Usia Dini di Rumah

Berikut ini beberapa cara dalam mendidik anak di rumah :

  • Mendidik agar mandiri di usia dini

Sikap mandiri bisa Anda kembangkn sejak buah hati Anda masih kecil. Jangan selalu melindungi anak Anda. Saat periode anak Anda bersosialisasi dengan teman seusianya Anda hanya perlu memberikan pengawasan saja tanpa mengekang atau melindungi kesalahan yang ia lakukan. Tumbuhkan pula kebiasaan untuk bisa mengenali berbagai benda miliknya agar dapat menjaga dan merapikan setelah  bermain. Saat memasuki masa sekolah berikan uang jajan dan upayakan untuk memberikan arahan dalam menggunakan uang jajannya, misalnya menyisihkan untuk ditabung. Anak juga perlu mandiri makan sendiri.

  • Mendidik untuk memiliki rasa penasaran yang baik

Rasa ingin tahu di usia dini memang tinggi beberapa benda atau peristiwa yang baru ingin ia ketahui , dengan begitu Anda bisa  memberikan arahan dalam menemukan jawaban pertanyaanya dengan menghubungkan kegiatan sehari-hari yang mudah ia mengerti. Jika pertanyaan anak Anda merupakan penjelasan yang membingungkan beri tahu intinya saja dengan beberapa kata agar memudahkan pemahamannya dan arahkan penjelasan ke hal yang lebih baik.

  • Mendidik untuk memberikan pendapat

Anda harus membiarkan buah hati Anda untuk memiliki pendapat lain. Sebuah keterampilan hidup yang penting yaitu kemampuan untuk mengajak orang dari segala usia dalam sebuah percakapan.

Memberikan kesempatan anak Anda untuk berpendapat akan membuat rasa percaya dirinya tumbuh walaupun biasanya Anda sering mengabaikan sebab menganggap bahwa pendapat Anda selalu benar. Hindarkana rasa egois  Anda untuk memberikan teladan yang baik dalam mendengar pendapat orang lain. Sehingga saling menghargai dapat ditanamkan pada usia anak Anda yang masih kecil.

  • Mendidik anak agar terbiasa hidup sederhana

Banyak fakta yang memperlihatkan bahwa anak yang sukses dahulunya berada di keluarga yang sederhana dan tidak bergelimang harta. Hal ini diakibatkan oleh kesederhanaan yang anak-anak alami menjadi salah satu gaya kehidupanya kelak. Memberikan penderitaan artifical bukan berarti buah hati Anda harus menderita namun anak Anda dikondisikan serba terbatas dalam mengharapkan sesuatu sehingga membuat ia untuk disiplin, bekerja keras, menolong sesama dan peduli dengan lingkungan sekitarnya. Saat anak Anda mengingankan mainan Anda bisa memberikan beberapa tantangan, misalnya saja mainan akan diberikan setelah anak Anda membiasakan membersihkan kamarnya sendiri.

Kiat Menciptakan Anak Usia Dini Agar Menjadi Lebih Cerdas

Mempunyai anak cerdas adalah harapan  semua orang tua. Akan tetapi sebenarnya orang tua bisa mendidik anak supaya kecerdasannya dapat dirangsang sejak masih dalam kandungan. Bahkan sejak masih berbentuk janin, orang tua bisa melihat perkembangan kecerdasan anaknya. Agar dapat seperti itu, orang tua perlu memperhatikan beberapa hal, misalnya saja terpenuhinya keperluan biomedis, stimulasi dan kasih sayang. Membahas tentang kecerdasan, tentu saja tidak dapat jauh dari masalah kualitas otak, sedangkan kualitas otak itu dipengaruhi oleh beberapa fakor. Secara umum, perkembangan positif kecerdasan sejak dalam kandungan dapat terjadi dengan memperhatikan banyak hal. Diantaranya yaitu:

  • Pemenuhan Asupan Nutrisi

Pertama, berbagai kebutuhan biologis atau fisik berupa nutrisi untuk ibu hamil harus benar-benar tercukupi. Seorang ibu hamil, gizinya harus selalu diperhatikan, seperti asupan protein, karbohidrat, dan mineral  tercukupi dengan baik. Disamping itu, seorang ibu hamil tidak akan menderita penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi sebenarnya tidak hanya saat ibu mengandung, melainkan saat  ia siap untuk mengandung juga  sudah harus memperhatikan gizi, makanan dan komposisi nutrisi yang lengkap, sehingga saat hamil, dari segi fisik sudah siap dan proses kehamilan akan berlangsung baik dalam hal pemenuhan nutrisi. Namun, memang di Indonesia atau di beberapa negara berkembang biasanya bisa dikatakan masih jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan yang baik. Bahkan kadang ada pula  kehamilan dianggap sebagai suatu yang mendebarkan.

  • Pemenuhan Keperluan Kasih Sayang

Seorang ibu perlu menerima kehamilan itu dengan lapang dada, hati ikhlas dan bahagia, serta merupakan kehamilan yang benar-benar diharapkan. Tanpa adanya kasih sayang, pertumbuhan dan perkembangan bayi tidak akan maksimal. Seorang ibu hamil harus siap dan bisa menerima resiko dari kehamilannya. Risiko tersebut seperti seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan cemas kehamilannya akan mengganggu  pekerjaannya yang sudah ia tekuni sejak sebelum menjadi ibu hamil. Ia sebenarnya ingin hamil, namun disisi lain juga merasa terganggu dengan kehamilannya sendiri. Kondisi seperti ini tidak  baik dalam  merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya. Di samping itu, ada faktor psikologis yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yakni apakah ibu hamil tersebut menikah secara resmi atau justru kawin lari. Hal ini merupakan cara mendidik anak usia dini yang paling tepat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*