Cara atasi sakit tumbuh gigi pada bayi

tumbuh gigi pada bayi www.awalsehat.nestle.co.id

Setelah sekian lama bersama bayi kini tiba saat tumbuh gigi pada bayi. Memang sih, tumbuh gigi tidak selalu menyenangkan. Perjuangan pertama dimana bayi kerap menangis ketika bangun di malam hari sudah dilalui, namun hal serupa terjadi ketika bayi tumbuh gigi, seolah olah perjuangan kemarin muncul kembali dengan tingkat kesulitan berbeda.

Bagaimana tidak ? bayi tidak hanya bangun minta ditidurkan namun pada masa ini bayi minta dihilangkan rasa sakit oleh kedua orang yang sangat ia percaya yaitu anda dan pasangan anda, terlebih jika anda dan pasangan adalah orang yang selalu ada untuk si kecil.

Hal ini tentu membuat pasangan maupun anda bingung apalagi jika ia adalah anak pertama anda. Terlebih lagi ketika anda masih menyusui dan bayi kesakitan, jangan sampai payudara anda menjadi pelampiasan ketika sesi menyusui sedang berlangsung.

Pertama tama mari dipahami terlebih dahulu, sumber dari rasa sakit tumbuh gigi pada bayi yang membuat bayi kerap menangis. Sebenarnya struktur gigi sudah lama terbentu ketika bayi masih di dalam rahim ibu.

Hanya saja semakin bayi bertambah tua, maka struktur gigi semakin siap pula merebut spot light kenangan bayi. Gigi akan mencoba cari cara untuk muncul ke permukaan sehingga gigi semakin membengkak dan sakit. Terdengar mudah dan tidak sakit ?

Mari dibayangkan seperti ini, gigi adalah keluarga tulang. Keras, dan tajam. Kulit yang selama ini menyelimuti atau biasa dikenal sebagai gusi akan segera ‘robek’ oleh gigi yang sudah memberontak. Layaknya membuka kulit pisang. Gusi memerah bengkak selama proses adalah hal yang sangat wajar. Wajar sekali jika bayi terus merengek rengek minta dihilangkan rasa sakit di gigi. Bahkan beberapa bayi bertindak ekstem dengan menolak air susu ibu atau susu formula kesukaan ia selama proses pertumbuhan gigi.

Lantas bagaimana cara atasi tumbuh gigi pada bayi ?

Tentu sebagai orang tua tidak hanya fisik yang capek menimang nimang bayi setiap hari, mencoba menenangkan si kecil seraya menapis perasaan sakit nan sedih setiap raungan dan tangisan kesakitan bayi menyayat hati ayah dan bunda.

Hal pertama yang setidaknya bisa anda lakukan adalah pijat. Bukan, bukan mengundang tukang pijat yang dimadsud melainkan memijat gusi. Terdengar aneh memang tapi cara ini banyak berhasil.

Sejatinya pijat pijatan jenis apapun adalah suatu teknik menenangkan sendi dan saraf, mengembalikan alur struktur tubuh yang salah pada tingkat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan pijatan ringan di badan terasa begitu nikmat dan menyenangkan ketika badan lelah dan sakit.

Refleksi kaki sampai pijat kepala yang pasangan anda berikan memberi efek yang tidak jauh berbeda dengan pijatan berbayar di luar sana. Hal inilah yang akan sangat membantu anda mengurangi rasa sakit pada gigi bayi.

Pada saat gusi memerah, sebetulnya ada saraf saraf menegang, layaknya penduduk tak bersalah yang sedang berada di tengah medan perang. Dengan memijat gusi yang memerah tersebut, maka saraf saraf gusi bisa sedikit mereda. Seperti anda menenangkan penduduk yang sedang tertimpa musibah.

Meski tentu saja cara ini bersifat sementara. Dimana anda harus mengulangi proses ini berulang ulang. Cara memijat pun cukup gampang. Pastikan anda sudah mencuci tangan hingga bersih, jangan sampai ada sabun menempel, hindari hand sanitizer atau cairan pembersih instan karena rasa yang ditinggalkan hand sanitizer bisa sangat pahit dan menganggu.

Lalu masukkan jari anda ke area gusi memerah dan pijat lembut menggunakan kedua jari anda sampai bayi berhenti menangis.

Cara kedua adalah mencari mainan mainan dari karet lembut, berukuran tidak terlalu besar atau setidaknya pas dikunyah untuk bayi namun tetap enak dipegang oleh si kecil. Menggigit bisa membuat bayi lupa akan rasa sakit yang diderita bayi sehingga bayi akan lebih tenang dan bahagia.

Pastikan pula mainan pilihan anda tidak terlalu keras, dan banyak orang tua memasukkan mainan tersebut di dalam kulkas agar sedikit lebih dingin namun anda wajib berhati hati jangan sampai makanan tersebut beku. Karena mainan beku sangat keras dan malah bisa melukai gusi bayi.

Hindari pula mainan mainan yang biasa dikalungkan. Memang sih akan memudahkan bayi ketika ia ingin menggigit gigit mainan, ia tidak perlu mencari lagi namun sudah pasti ada di leher. Sayangnya mainan yang dikalungkan akan beresiko mencekik bayi ketika anda lengah saat mengawasi. Tentu anda dan pasangan tidak ingin mengambil resiko ini. Mengingat si kecil bisa melakukan hal hal tidak terduga ketika anda berpaling ke tempat lain.

Jika bayi anda sudah mencapai usia 6 bulan pada saat proses pertumbuhan gigi, maka solusi kunyah mengkunyah akan jauh lebih gampang. Anda bisa memilih buah buahan dan sayuran yang gampang dikunyah untuk malaikat kecil anda. Buah sayur yang dimadsud seperti pisang, dan timun.

Jangan memberi bahan makanan yang terlalu ekstrem meski bayi bisa mengkunyah makanan tersebut, dikhawatirkan makanan pecah menjadi serpihan dan malah membuat bayi tersedak. Ditambah lagi umumnya bayi tidak terlalu kelihatan ketika tersedak sehingga anda malah terlambat menyadari sebelum semua terlambat. Feeding cup juga disarankan apabila bayi menyukainya.

Alat satu ini berbentuk seperti corong penyiram Bunga dan sangat mudah ditelan pada saat memberi makanan sehingga meringankan rasa sakit tumbuh gigi pada bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*