Biskuit Bayi Untuk Pertumbuhan Gigi

biskuit bayi Source: Organix

Masa tumbuh gigi suka bikin pusing kepala ayah bunda. Pasalnya, bayi akan meraung-raung dengan tangisan yang super bikin miris tapi sulit ditenangkan. Mau bagaimana lagi, memang tumbuh gigi tidak semudah membalik telapak tangan. Sampai cara meringankan sakit tumbuh gigi yang tidak logis seperti makan biskuit bayi sampai ada.

Rasa sakit saat tumbuh gigi wajar saja terjadi, bila bunda dan ayah tahu prosesnya pasti bisa bayangkan sedikit siksaan yang dialami si kecil. Gigi yang akan tumbuh sebetulnya telah ‘mendiami’ gusi selama bertahun-tahun. Ibarat tanaman, pelan tapi pasti biji akan bertunas, tumbuh besar, mencoba mencari jalan keatas. Masalahnya bukan pakai ketuk dan salam untuk nongol keluar, melainkan dengan cara merobek gusi.

Pernahkah bunda atau ayah teriris pisau? Bagaimana rasanya? Sakit? Kira-kira bayangkan saja begitu pula perasaan bayi. Ditambah lagi, sebelum muncul ke permukaan, cikal bakal gigi mengendap di dalam membuat gusi memerah nan bengkak. Si kecil merasa tidak nyaman, dan sakit tapi tidak paham apa yang sedang terjadi. Hanya suara tangis dan raungan yang menarik perhatian orang sekitarnya. S.O.S yang tak tersampaikan dengan jelas lebih tepatnya.

Kembali lagi pada biskuit untuk tumbuh gigi anak, beberapa orang tua telah menerapkan metode satu ini dan membuahkan hasil. Bayi menjadi lebih tenang dan tidak gampang marah. Kendati demikian, belum ada data penelitian akurat sebagai bukti bahwa biskuit dan rasa sakit gigi punya hubungan yang erat. Namun, beberapa metode di dunia ini memang tidak bisa dijelaskan dengan ilmiah tapi tetap saja berhasil.

Metode yang sama populernya dengan biskuit adalah pijat. Terdengar sedikit janggal, tapi memang pijat mampu mengatasi sakit gigi pada usia berapapun. Seluruh bagian tubuh tersambung melalui saraf-saraf di bawah kulit. Ketika saraf mendapat tekanan lembut dari luar, sama hal dengan kasih sayang, mulai mengendur. Secara tidak langsung, bengkak akibat saraf yang tegang langsung terasa lebih baik karena efek pijatan tadi.

Persiapan memijat gusi anak memang sedikit rempong. Bunda, ayah, yang jelas ‘eksekutor’ harus mencuci tangan hingga bersih. Jangan menyentuh apapun selain gusi si kecil. Keringkan tangan tapi pastikan tidak terlalu kering alias lembab. Pelaksanaan pijat inilah yang mungkin paling berat.

Bayi tidak usah dipegang saja sudah merasa kesakitan. Apalagi, jika dirinya dipegang erat dan dipaksa membuka mulut. Namanya saja badan sudah tidak nyaman, mana percaya kalau ada jari mau masuk ke dalam. Apalagi, bayi belum mampu memahami penjelasan rumit sehingga mau secantik apapun bujukan ayah dan bunda, bayi belum tentu mau. Untungnya, sih kalau sudah selesai ‘tim pengasuh’ (ayah bunda, serta siapapun terlibat) bisa bernafas lega untuk beberapa menit kedepan.

Ide pemberian biskuit untuk mengatasi sakit gigi berawal dari teknik pijat tadi. Berbeda dengan tangan yang harus melakukan segalanya manual, bayi bisa melakukan pijat secara mandiri. Absennya gigi, membuat biskuit jadi lebih tahan lama untuk terus ‘dikunyah’. Insting bayi langsung mengarahkan biskuit pada area gusi yang tidak nyaman. Tinggal ditunggu saja hingga bayi kembali tertawa riang.

Gigi memang teratasi, tapi nutrisi belum. Metode apapun yang digunakan, tidak menutup fakta bahwa si kecil jadi malas makan. Rasa super tidak nyaman di seluruh penjuru mulutnya bikin makanan paling enak sekalipun terasa bagai hukuman. Ayah dan bunda tentu tidak bisa menyalahkan bayi, namanya juga orang sedang ‘sakit’, marah-marah tidak akan menyelesaikan masalah utama.

Kalau bayi sudah mulai paham biskuit yang diberikan mampu redakan sakit di area gusi, sangat sulit baginya untuk melepas kebiasaan satu ini. Banyak orang tua mendapati sampai dengan bayi tumbuh gigi, hanya biskuit yang ada di genggaman. Kondisi tersebut bahkan berlanjut hingga bayi sudah punya gigi sekalipun. Duh, bikin pusing kalau biskuitnya hanya tipe biasa yang asal ambil dari ruang tamu.

Pertumbuhan anak sudah pasti memerlukan banyak nutrisi baik dalam bentuk mineral, sampai vitamin. Semua ‘bahan’ tumbuh kembang si kecil umumnya berasal dari sayuran, buah, hingga makanan pokok seperti nasi dan roti. Kecil kemungkinan pada masa bayi tumbuh gigi, memberikan hidangan bernutrisi diterima dengan tangan terbuka.

Teknologi jaman sekarang berhasil menyelesaikan beragam masalah, beruntunglah orang tua yang minimal lahir di era sekarang. Walaupun bayi tidak mau makan sayur dan buah, hanya biskuit sahabat sejatinya, bukan berarti tidak ada solusi. Beberapa perusahaan global yang menawarkan produk bayi seperti Nestle, mengambil kesempatan tersebut.

Produk biskuit khusus untuk si kecil sudah diformulasikan sedemikian rupa. Kandungan dalam 1 biskuit sudah diusahakan mampu penuhi kebutuhan buah hati ayah bunda. Tidak sampai disitu, tekstur biskuit juga disesuaikan dengan kemampuan bayi. Secara tidak langsung, mau bayi makan biskuit seharian sekalipun, orang tua bisa kipas-kipas tenang karena beban sudah sedikit terangkat.

Bahkan, manfaat metode pemberian biskuit tidak hanya berhenti untuk gigi saja. Kala makan biskuit, mau tidak mau bayi akan mengenggam sendiri. Cukup sulit bagi orang tua membantu suapin bayi kalau pilihannya biskuit, yang ada malah tidak tepat sasaran. Inilah kenapa biskuit secara tidak langsung melatih otot motorik dan kemandirian si kecil.

Apapun yang terjadi, sepanjang apapun penjelasan, semuanya kembali pada ayah bunda. Tetapkah memberikan biskuit bayi untuk meringankan rasa tidak nyaman buah hati, atau memakai metode lain, selama masih dalam kadar normal.

Pertumbuhan gigi juga merupakan tanda siapnya bayi menikmati MPASI. Buat ayah bunda yang membutuhkan resep MPASI 6-12 bulan, bisa lihat di sini ya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*