Berhubungan Dengan Suami Membuat Ibu Hamil Tidak Mudah Sakit. Benarkah?

ibu hamil tidak mudah sakit www.ibudanbalita.com

Ada sebuah penelitian yang menunjukkan fakta bawasannya seorang ibu hamil yang berhubungan dengan suaminya cenderung lebih kebal terhadap penyakit. Berbagai keluhan kesehatan bisa dihindari. Kenapa demikian?

Penjelasannya sangat sederhana. Dan setelah ibu mengetahui penjelasan yang satu ini, ibu akan lebih tahu bagaimana agar ibu bisa menjalani masa kehamilan dengan lancar tanpa ada kendala terkena penyakit berbahaya.

Berhubungan Suami Istri Dan Stres

Pernah dengar kan bawasannya berhubungan itu akan menurunkan stres? Dan inilah yang menjadi dasar mengapa seorang ibu hamil tidak mudah sakit saat ia rutin berhubungan dengan suami. Ia bisa terbebas dari stres sehingga ia tidak mudah sakit.

Ternyata, kebanyakan penyakit yang dialami oleh seorang wanita hamil itu lebih disebabkan karena stres. Bisa dikatakan stres merupakan pemicu munculnya berbagai macam penyakit.

Hanya saja, ada satu catatan yang harus ibu ketahui. Tidak semua ibu hamil yang berhubungan dengan suami itu terbebas dari stres lho. Hal ini terkait dengan seberapa menikmati dan seberapa puas ibu hamil ketika berhubungan dengan suami.

Bagi seorang wanita hamil yang puas setelah berhubungan dengan suami, maka tingkat stresnya akan turun. Dan ia akan lebih sulit terkena penyakit. Berbeda dengan yang tidak menikmati dan puas hubungan dengan suaminya.

Oleh sebab itu, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu hubungan tersebut membuat ibu hamil enjoy dan stres berkurang.

Perhatikan Usia Kehamilan

Sebenarnya, berhubungan dengan suami juga bisa berbahaya untuk perkembangan bayi di dalam kandungan lho. Ada batasan usia kapan ibu hamil boleh melakukan hubungan dengan suami.

Yang pasti, ketika usia kehamilan masih sangat muda, berhubungan dengan suami tidak disarankan. Pasalnya, air mani yang masuk ke rahim akan menimbulkan kontraksi. Ketika rahim belum kuat dan janin belum benar-benar sempurna, maka yang terjadi adalah keguguran.

Awalnya akan keluar darah dari vagina.  Dan akhirnya perkembangan janin terganggu dan sangat tinggi risiko bayi tersebut mengalami keguguran.

Berbeda ketika usia kehamilan tidak lagi muda. Ketika usia kehamilan sudah memasuki trimester kedua, maka sudah sangat aman untuk melakukan hubungan dengan suami. Kontraksi yang terjadi tidak akan mengganggu rahim dan juga janin. Rahim sudah kuat dan organ tubuh bayi sudah mulai terbentuk.

Akan tetapi, untuk mencegah hal buruk yang bisa saja terjadi, beberapa dokter kandungan menyarankan agar berhubungan menggunakan komdom. Hal ini untuk mencegah agar sperma tidak masuk ke dalam rahim.

Berhubungan Dengan Suami Yang Dianjurkan

Ibu sekarang sudah tahu bagaimana berhubungan dengan suami bisa sangat baik untuk kesehatan kehamilan. Namun, di samping itu, ada juga warning di mana hal tersebut bisa berubah menjadi hal yang berbahaya.

Di sisi lain, berhubungan dengan suami itu juga disarankan lho ketika kehamilan sudah mencapai usia trimester ketiga. Terutama ketika tinggal menghitung beberapa minggu proses persalinan, berhubungan dengan suami akan sangat membantu. Pasalnya, hal tersebut akan membuat kontraksi sehingga bayi akan mudah keluar dengan normal.

Proses persalinan normal pada dasarnya dipengaruhi oleh kontraksi. Dan justru berbahaya jika bayi tidak mengalami kontraksi. Biasanya dokter akan menambahkan obat kontraksi. Jika tidak berhasil juga, maka tindakan medis lainnya seperti operasi caesar akan dilakukan.

Tentunya masih banyak informasi kesehatah kehamilan lainnya yang harus ibu ketahui. Kunjungi www.ibudanbalita.com untuk mendapatkan informasi lebih lengkap lagi tentang kehamilan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*