Berat Badan Bayi Turun Akibat Mogok Minum ASI

berat badan bayi https://www.facebook.com/ibudanbalita

Berat badan bayi bisa naik secara drastis. Akan tetapi, yang sering terjadi adalah berat badannya yang turun. Hal tersebut disebabkan banyak hal seperti bakteri atau virus yang membuat bayi terkena penyakit dan ada juga dikarenakan bayi menolak mengkonsumsi ASI.

Untuk alasan yang kedua ini, ada beberapa penyebab yang sebenarnya bisa diantisipasi. Apa saja penyebabnya?

Penyebab Bayi Mogok Minum ASI

Yang pertama, ibu memberikan ASI atau menyusui dengan cara yang salah. Biasanya, ini terjadi pada ibu muda yang baru beberapa minggu memiliki bayi dan baru melahirkan sekali. Wajar jika ibu muda tersebut menyusui dengan cara yang salah.

Akibatnya, ASI tidak keluar secara maksimal dan bahkan putingnya terluka. Walhasil, ibu merasa takut untuk memberikan ASI karena merasakan perih sehingga ASI yang keluar tidak maksimal. Akibatnya, bayi enggan menyusui karena merasa ASInya kurang banyak dan tidak membuatnya kenyang.

Ibu bisa bayangkan jika hal tersebut terjadi untuk beberapa hari. Berat badan bayi akan turun apalagi jika sumber gizi yang didapatkan hanya dari ASI.

Penyebab lainnya adalah kurangnya gizi yang diserap oleh ibu. Tidak bisa dipungkiri kesehatan ibu itu sangat mempengaruhi kualitas serta kuantitas ASI yang diproduksi. Itulah mengapa orang tua dulu menyarankan agar ibu yang menyusui semakin banyak makan makanan yang sehat. Sekarang ini, ada susu ibu menyusui yang mengandung nutrisi baik bagi ibu yang memberikan ASI ekslusif untuk bayinya. Dengan tubuh yang sehat, kualitas ASI baik sehingga bayi sehat.

Jika salah satu kurangnya produksi ASI itu adalah kesehatan, maka tidak hanya nutrisi saja yang berpengaruh. Bisa juga kondisi psikis ibu yang terganggu seperti stress yang memang sangat mempengeruhi kesehatannya secara menyulur. Sehingga bukan tidak mungkin jika ibu stress, kualitas serta kuantitas ASI pun berkurang.

Jadi beberapa ulasan tersebut, peran ibu sangat penting untuk memastikan berat badan bayi normal apalagi jika ibu berkomitmen untuk memberikan ASI eksklusif.

Lalu, apa yang harus ibu lakukan jika berat badan si kecil turun drastis?

Hal yang Bisa Ibu Lakukan Jika Berat Badan Bayi Turun

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kualitas serta kuantitas ASI menjadi penentu. Oleh karena itu, sebisa mungkin ibu harus sehat dengan cara mengkonsumsi makanan yang bergizi serta menghindari stress.

Akan tetapi, jika berat badan bayi turun dan sekiranya sangat mengkhawatirkan, sebaiknya ibu konsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan khusus. Dikhawatirkan ada masalah dengan sistem pencernaan sehingga gizi yang didapatkan tidak disalurkan ke seluruh tubuh.

Selanjutnya, ibu bisa meminta saran apakah ada cara lain yang bisa ibu lakukan. Biasanya, jika berat badan bayi turun sangat drastis, dokter akan menyarankan agar menambahkan susu formula yang baik sesuai dengan kondisi kesehatan bayi. Saran ini sering diberikan apalagi jika ibu benar-benar tidak bisa memenuhi kebutuhan ASI untuk si kecil.

Salah satu barometer kesehatan bayi adalah berat badannya. Indeks berat badan si kecil sudah ditentukan oleh WHO. Untuk bayi yang berat badannya di bawah normal, bayi tersebut harus segara mendapatkan penanganan. Ikuti beberapa saran yang direkomendasikan oleh dokter anak dan perhatikan perkembangannya.

Menjaga kesehatan bayi itu sangat penting karena bayi yang sehat bisa berkembang secara normal. Dan salah satu ukuran kesehatan adalah berat badan bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*