Bendera Merah Tahap Perkembangan Anak

tahap perkembangan anak P'kolino

ceritawanitamodern.com – Masa bayi dan balita adalah 2 masa terindah dimana kenangan terukir di benak anda maupun anak. Namun, seahli apapun anda sebagai orang tua, kemungkinan kendala dalam tahap perkembangan anak tetap ada. Yang anda butuhkan sekarang adalah mengenali kendala kendala perkembangan anak.

 

  1. Bayi

    Awal mula kehidupan manusia dimulai dari bayi. Misteri kehidupan dan masa depan anak juga berasal pada masa dimana anak baru mengenal dunia. Fase terpenting dan anda adalah orang yang bisa mengarahkan kelancaran atau bahaya tahap perkembangan anak karena ayah bunda adalah orang yang pertama kali menjaga dan mengajari bayi mengenai dunia. Secara garis besar setidaknya ada 4 hal yang patut anda waspadai tahap perkembangan anak pada masa bayi.

    Pertama, bayi tidak bisa menekuk tangan dan kaki. Gerakan merangkak yang merupakan cikal bakal berjalan memerlukan gerakan menekukkan tangan serta kaki. Akan sangat penting bayi untuk bisa melakukan kedua hal dasar tersebut agar bisa lanjut ke tahap berikutnya. Kemungkinan besar ada kelainan pada tulang bila bayi tidak sanggup mengontrol kedua area tubuh tersebut.

    Kedua, bayi tidak tersenyum, tertawa, atau memberi respon apapun ketika anda berbicara dengannya. Jika usianya masih dibawah 3 – 6 bulan maka anda tidak perlu khawatir karena memang pengelihatan bayi bak kaca mata berembun. Tapi, bila sampai usia bayi lebih dari 3 – 6 bulan, menyediakan anggaran untuk konsultasi rutin ke dokter anak akan sangat direkomendasikan. Alasan bayi tidak bisa merespon ada 2, entah telinga bayi tidak berfungsi dengan baik atau kemampuan pengelihatan bayi rendah, manapun itu segera cari akar masalahnya sebelum terlambat.

    Ketiga, bayi tidak mau digendong oleh anda. Waspadai tahap perkembangan anak usia dini yang sedikit mengkhawatirkan ketika bayi menolak digendong oleh anda. Jika pemberontakan ini sudah dimulai sejak lahir mungkin ada rasa sakit di badannya tiap kali seseorang menyentuhnya. Bila dimulai beberapa hari ini, bisa jadi ada faktor psikologis yang membuat anak ketakutan setengah mati. Anda sebaiknya memeriksa siapa saja yang pernah menggendong atau merawat bayi akhir akhir ini, apakah diantara mereka memicu rasa takut bayi. Tidak adanya tindak lanjut hanya akan membuat trauma bayi semakin besar.

    Keempat, bayi tidak berbicara di usia 3 bulan maupun mengeluarkan suara apapun di usia 6 bulan. Langkah terbesar bayi adalah ketika ia mengucapkan kata pertamanya, momen yang sungguh menggembirakan hati. Bayi pada umumnya sudah mulai melatih kemampuan berbicara di usia 3 bulan. Jika kurang dari itu, anda mungkin ingin mempertimbangkan toleransi anda. Yang dimaksud dengan tidak berbicara bukan tidak berbicara lancar, melainkan benar benar tidak satupun suara keluar dari mulut anda. Segera bawa bayi ke dokter anak untuk diperiksa apakah ada kelainan pada pita suara, semakin cepat didiagnosa semakin mudah bagi anda untuk mempersiapkan yang akan datang demi masa depan cerah anak anda.                                             
  2. Balita

Masa balita bisa dibilang masa paling menyenangkan, dimana bayi tidak hanya mengalami momen-momen lucu, namun juga mampu berinteraksi layaknya orang dewasa dengan pikiran cenderung lugu dan imajinasi yang luas. Bahaya tahap perkembangan masa balita lebih banyak dibanding bayi. Setidaknya ada 4  hal yang harus anda waspadai bila tidak kunjung muncul dalam diri bayi.

Pertama, bayi sengaja merusak barang sampai perabotan. Seberapa sering anda harus mengganti mainan baru yang hanya akan dirusak si kecil dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan? Anda mungkin berpikir ulang mengenai keputusan anda mengganti setiap mainan yang anak rusak. Merusak mainan bahkan sampai perabotan banyak dilakukan balita, tapi tindakan andalah yang sangat menentukan pola pikir anak ke depan. Rasa teritorial muncul pada diri balita setiap kali ia sengaja merusak barang lantas anda membelikan yang baru. Bila siklus ini diteruskan, kemungkinan besar anak akan merasa tidak masalah merusak sesuatu toh akan diganti bunda.

Kedua, bayi sering menggigit, dan melukai anak lain. Berapapun umur seseorang, melukai orang lain baik fisik maupun mental bukan hal yang pantas diberi tepuk tangan. Anak anda sering terlibat perkelahian atau malah memancing amarah orang tua lain karena ia selalu melukai anak mereka? Sama dengan merusak mainan, anda harus berjaga jaga dalam mengambil tindakan agar anak tahu ia salah tapi tidak dengan cara kasar yang malah memancing agresifitas.

Ketiga, balita tidak mau bermain dengan mainannya. Awalnya anda mungkin hanya mengira balita tidak suka dengan mainan yang anda sediakan sehingga anda mengganti mainan mainan tersebut dan balita masih saja menolak. Yang harus anda khawatirkan bukan anggaran lebih untuk membeli mainan namun kesehatan bayi itu sendiri. Menolak menggunakan mainan merupakan tanda awal pertumbuhan lambat, karena mainan merupakan alat untuk memicu perkembangan otak anak.

Keempat, durasi mengamuk bisa 20 menit lebih. Balita mengamuk tentu hal wajar ketika ia kesal, tapi bila sekali mengamuk bisa bikin pusing berjam jam, anda harus siaga. Pasalnya, amukan yang meluap luap dalam jangka waktu menandakan tingkat agresifitas yang melebihi normal, dan bisa berakibat anak tumbuh dengan nafsu amarah membara. Ada 2 kemungkinan penyebab anak suka marah, pertama ia tumbuh di lingkungan penuh perkelahian, atau ada ketidak seimbangan kimia dalam otak anak yang memicunya untuk terus marah. Manapun itu tahap perkembangan anak satu ini cukup melenceng. Anda bisa memberikan olahraga yang tepat bisa menstabilkan emosi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*