Belajar Bicara Si Kecil Terhambat? Mungkin Ini Penyebabnya

belajar bicara www.facebook.com/ibudanbalita

Belajar bicara pada anak sewajarnya dimulai ketika si kecil mulai berusia 1 tahun. Pada usia ini, si kecil sudah mulai mengujarkan satu atau dua patah kata walaupun tidak sempurna. Hanya saja, orang dewasa sudah bisa menangkap apa maksud dari ucapan si kecil tersebut.

Sementara itu, balita dikatakan terlambat bicara jika pada usia 2 tahun belum mulai berbicara. Ia cenderung menggunakan isyarat menggunakan tangan untuk mengajak orang lain untuk berkomunikasi.

Lalu, apakah ibu harus khawatir jika si kecil sudah berusia 2 tahun tapi belum bisa berbicara? Wajar sekali jika ibu khawatir. Hanya saja, kekhawatiran tersebut tidak perlu berlebihan. Pasalnya, ada penyebab kenapa anak terlambat berbicara dan ada cara mengangani agar anak mau mulai belajar bicara.

Penyabab Keterlambatan Bicara Anak

Ibu tidak perlu terburu-buru menyimpulkan bahwa si kecil tidak bisa bicara atau bisu. Sebelum mengambil kesimpulan tersebut, ibu harus tahu apa saja yang membuat anak terlambat bicara. Pasalnya, ada keterlambatan wajar terjadi dan ada juga keterlambatan yang membuat anak bisu.

Yang pertama adalah keterlambatan fungsional. Ini murupakan keterlambatan ringan. Artinya, ibu tidak perlu khawatir. Keterlambatan fungsional ini disebabkan ada ada gangguan di bagian saraf. Namun, sekali lagi gangguan ini sering dialami oleh anak dan ibu tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut.

Keterlambatan fungsional sering dikaitkan dengan keterlambatan maturasi atau kematangan dari proses saraf pusat yang digunakan untuk memproduksi bahasa. Itulah mengapa anak tidak bisa bicara.

Jika gangguan ini yang terjadi, maka yang ibu tidak perlu khawatir. Jika saraf pusat sudah matang, maka anak akan mulai berbicara.

Keterlambatan yang kedua ini yang harus ibu antisipasi, yaitu keterlambatan non fungsional. Keterlambatan ini berhubungan dengan lingkungan. Jika ini yang menyebab anka ibu terlambat berbicara, maka harus ada penanganan khusus dari dokter, ibu sebagai orang tua, dan mungkin juga dokter yang merawat sejak kehamilan.

Untuk mengetahui gangguan apa yang menyebabkan anak ibu telat belajar bicara, dibutuhkan deteksi dini. Itulah mengapa pentingnya berkonsultasi kesehatan dengan dokter anak setiap kali terjadi permasalahan. Ibu tidak bisa hanya mengandalkan tips mendidik anak tentang bagaimana mengajarkan anak berbicara. Tips tersebut mungkin berhasil jika anak ibu mengalami keterlambatan akibat gangguan fungsional. Tapi, siapa tahu ternyata anak ibu mengalami keterlambatan gangguan non fungsional?

Menangani Anak Terlambat Bicara

Satu hal yang ibu harus lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter anak. Hal tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab anak ibu terlambat berbicara.

Setelah itu, stimulus dari lingkungan mutlak harus diberikan. Ibu sebagai orang yang paling dekat dengan anak ibu harus memberikan stimulus agar anak mulai berbicara. Tentu saja ibu harus memberikan nutrisi yang cukup agar organ tubuh dan perkembangan sarafnya berjalan normal.

Hanya saja, tanpa stimulus, semua itu anak sia-sia. Jangan biarakan anak ibu tinggal di rumah yang sepi. Buat anak ibu mendengarkan suara. Berkomunikasilah secara intens seolah-olah anaksudah mengerti perkataan ibu dan anak ibu bisa merespon. Kenalkan nama-nama benda yang ada di sekitar. Ajak si kecil mengulang nama benda tersebut terus menerus. Stimulus seperti inilah yang dibutuhkan si kecil.

Jadi, belajar berbicara itu bukan masalah apakah anak pintar atau tidak. Ini juga terkait dengan kematangan organ tubuh untuk memproduksi bahasa serta stimulus dari luar. Jadi, ibu harus tahu apa yang harus ibu lakukan agar anak mulai belajar bicara.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*