Beginilah Caranya Orang Tua Dalam Memahami Anak Autis!

info kesehatan balita www.ibudanbalita.com

Memahami anak autis memang sedikit lebih inten, perhatian lebih perlu diberikan agar anak merasa lebih tenang. Anak merupakan tanggung jawab orang tua. Segala perhatian memang wajib tercurahkan untuk anaknya. Entah itu anak mengalami masalah ataupun tidak. Perhatian ini nantinya bisa membentuk kepribadian anak. Begitupun perhatian yang diberikan pada anak yang menderita autism.

Pertanyaanya sekarang adalah bagaimana cara orang tua dalam memberikan perhatian lebih pada anak autis? Di sini, kami akan bagikan informasinya setelah Anda mengenal apa itu autis dan ciri-cirinya.

Sekilas Mengenai Autisme

Autis merupakan sebuah kondisi dimana anak mengalami sejumlah permasalahan yang berhubungan dengan mentalnya. Banyak orang mengatakan kalau autis adalah keterbelakangan mental. Prilaku anak yang autis memang akan berbeda dengan anak normal. Ada yang lebih suka sendirian, tidak mau diganggu oleh orang lain.

Biasanya anak seperti ini juga lebih acuh tak acuh, tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain, bahkan tidak bisa membaca perasaan orang lain sehingga terkadang berbicara menyakitkan hati orang lain.

Menurut penelitian, anak yang memiliki presentase besar menderita autis adalah anak laki-laki. Sementara anak perempuan cenderung lebih sedikit. Meskipun dibilang sedikit, tapi anak perempuan juga memiliki potensi besar menderita autis ini.

Autis ini biasanya sudah bisa dikenali sejak anak telah berusia 3 tahunan. Ketika telah berusia 3 tahun ini, ciri-cirinya juga sudah terlihat. Sebagai orang tua, Anda bisa memahami apakah anak menderita autis atau tidak.

Autis sendiri terbagi menjadi dua yaitu autis ringan dan autis berat. Autis ringan ini masih bisa disembuhkan, sementara autis berat agak sulit untuk disembuhkan.

Anda yang melihat ada gejala aneh pada anak, tentu langkah yang tepat adalah segera melakukan penanganan agar kondisinya bisa kembali normal.

Sementara bila telah terlewat dan anak menderita autis berat, Anda perlu berbesar hati. Kemudian berikan perhatian khusus pada anak tersebut agar sedikit banyak masalah yang dialaminya bisa lebih ringan.

Ciri-Ciri Anak Menderita Autis

Tanda-tanda anak menderita autis bisa dikenali sejak anak masih berusia 3 tahun. Dan ini bisa berlanjut sampai usia 10 tahun, bahkan juga dewasa. Autis sendiri merupakan kondisi dimana anak mengalami masalah pada perkembangannya. Jika gejala tersebut muncul, Anda perlu memaksimalkan pertumbuhannya.

Mengenai seperti apa anak yang mengalami autis, sebenarnya Anda bisa memperhatikan tanda-tandanya. Salah satunya adalah adanya gangguan dalam kemampuan sosialnya. Gangguan seperti ini bisa terlihat dengan canggungnya anak saat berkumpul dengan teman sebayanya atau orang lain.

Tak hanya itu saja, kadang anak akan mengeluarkan komentar yang menyinggung perasaan, serta terasing dengan teman sebayanya sehingga anak lebih suka menyendiri dengan kehidupannya. Tanda lainnya adalah kesulitan dalam berbicara. Normalnya, gangguan bicara ini bisa terlihat ketika anak masih berusia 12-18 bulanan.

Anak biasanya tidak bicara sepatah katapun. Namun ada yang berbicara, hanya saja mampu mengucapkan beberapa kata saja. Disamping itu, anak penderita autis yang telah dewasa biasanya berbicara lebih datar, dan kesannya lebih formal dibandingkan dengan anak-anak normal lainnya.

Kemudian tanda lainnya adalah tidak suka dengan suara yang keras. Biasanya anak akan merasa terganggu dengan suara yang agak keras. Kemudian tidak suka dengan cahaya terang dan lain sebagainya.

Cara Memahami Anak Yang Menderita Autis

Ketika gejala autis mulai dipahami, orang tua perlu memahami apa yang dirasakan oleh anak. Dibutuhkan perhatian lebih supaya anak bisa berkembang sampai dewasa nanti.

Ada beberapa kiat yang bisa orang tua lakukan ketika anak menderita autis. Salah satunya adalah dengan mengikuti apa yang anak sukai.

Salah satu ciri anak autis adalah kecenderungannya untuk menyukai suatu hal. Dan sebaliknya menolak untuk hal-hal lain. Anda jangan memaksakan anak untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai. Pasalnya, anak-anak Anda akan merasa terguncang, dan kemungkinan besarnya adalah menunjukkan prilaku yang negatif.

Cara terbaik yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah mengikuti apa yang disenangi anak. Misalnya bila Anak Anda suka seni menggambar, berikan fasilitas pada anak agar anak bisa berkembang dengan apa yang disukainya. Minimal, apa yang disukainya bisa menjadi cara terbaik dalam menghindarkan berbagai hal yang membuat dirinya terguncang. Kemudian yang tak kalah penting, Anda perlu menjauhkan anak Anda dengan hal-hal yang menakutkan baginya.

Banyak kasus dimana anak akan histeris sendiri. Baik itu anak yang menderita autism sampai yang tidak. Untuk kasus autis, prilakunya akan semakin menurun. Biasanya akan lebih suka mengurung diri, membuatnya sulit berkembang. Supaya anak Anda tidak mengalami masalah besar di dewasanya nanti, jauhkan hal-hal yang membuatnya takut.

Contohnya adalah bila anak Anda tidak suka dengan patung. Maka jauhkan atau buang saja patung yang ada di rumah Anda.

Karena cara ini bisa membuat anak merasa aman dan nyaman selama berada di rumah. Dan ini menjadi bukti kecintaan Anda pada anak.

Sementara cara memahami anak autis yang terakhir adalah selalu memberikan motivasi. Motivasi ini sangatlah penting dikala anak memiliki keterbelakangan mental. Jangan buat anak tambah down dengan kondisinya dan lingkungannya. Selalu beri motivasi, kemudian berikan contoh yang nyata.

Dalam memberikan motivasi, Anda bisa memberikannya dengan cara yang lembut. Tentunya tidak menyinggung perasaannya. Dengan pemberian motivasi, anak Anda tidak akan terlalu canggung. Bahkan ini bisa menjadi solusi untuk menangani permasalahan autis.

Kesimpulannya, berikan perhatian lebih untuk anak Anda dengan pemberian motivasi serta menjaga perasaannya sebagai bagian dari memahami anak autis.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*