Bayi Sebaiknya Tidur Bersama atau Terpisah?

Ibu dan balita

www.ibudanbalita.com

Paling asyik itu tidur satu ranjang dengan si kecil. Tapi coba ibu pertimbangkan lagi, pasalnya ada pendapat di mana bayi yang tidur satu ranjang dengan ibu apalagi dengan suami ibu juga, tidak bisa tidur dengan nyaman. Bukan hanya resiko tertindih saja karena selama ini banyak orang yang menyadari bawasannya jika tidur bersama bayi, dikhawatirkan bayi ibu tertindih saat ibu terlelap namun hal ini bisa diakali dengan memberikan guling di antara si kecil.

Bukan itu saja yang menjadi persoalannya. Jika ibu ingin bayi ibu tidur nyenyak, pulas, dan nyaman, sebaiknya ibu tidur terpisah dengan bayi.

Alasan Mengapa Sebaiknya Tidak Tidur Bersama Bayi

Ibu pasti tahu kenyamanan saat tidur bagi bayi itu penting. Karena pada saat ia terlelap, pada saat itulah beberapa organ tubuh yang penting bekerja, terutama tulang serta perkembangan otak. Bahkan, kualitas tidur bayi itu mempengaruhi kecerdasannya lho. Itulah mengapa sangat disarankan bayi itu memiliki waktu sekitar 12-13 jam sehari untuk tidur. Hal tersebut disebabkan waktu tidur sangat penting untuk perkembangan otaknya.

Lalu, kenapa tidur satu ranjang bersama bayi bisa mengurangi kualitas tidur bayi?

Alasannya sangat sederhana. Karena bayi akan berebut oksigen dengan ibu dan bahkan suami ibu. Apalagi jika kamar tidur ibu sempit dan ventilasinya kurang bagus. Lebih dari itu, bayi yang tidur bersamaan dengan ibu juga akan lebih mudah berkeringat. Apalagi jika ibu tinggal di daerah yang panas.

Bagaimana bayi bisa tidur nyenyak jika merasa gerah dan berkeringat?

Dan ibu harus tahu bayi yang berusia di atas 4 bulan itu lebih suka terlentang, tengukurap, dan berubah posisi tidur. Oleh sebab itu, bayi akan lebih leluasa untuk tidur di ranjang sendiri. Justru ia akan mudah terbangun jika ia tidak bisa bebas bergerak.

Bagaimana? Masih ingin tidur satu ranjang dengan si kecil?

Hal Lain yang Tak Kalah Penting

Tujuannya hanya satu, yaitu membuat si kecil bisa tidur nyaman. Karena kenyamanan saat tidur akan membuat perkembangannya lebih bagus, terutama perkembangan otak. Namun, ibu tidak bisa hanya mengandalkan satu faktor saja, yaitu tempat tidur sendirian yang luas karena ada faktor lain juga yang tak kalah penting, contohnya bayi merasa kenyang. Sebaiknya ibu pastikan dulu si kecil tidak lapar karena jika lapar, ia akan mudah bangun dan menangis.

Akan tetapi, ibu juga tidak boleh memberikan makan sebelum tidur. Usahakan ada jeda antara makan dan tidur, sekitar 30-60 menit. Dengan demikian, makanan yang si kecil konsumsi sudah dicerna dengan baik oleh sistem pencernaan. Ia pasti akan tidur dengan pulas.

Adakah faktor yang lain? Tentu saja ada, kelelahan juga bisa membuat tidur si kecil tidak nyaman lho. Untuk lebih lengkapnya, ibu bisa simak ulasannya pakar perkembangan anak di www.ibudanbalita.com.

Atau ibu bisa berinteraksi secara online dengan pakar perkembangan anak. Ibu bisa konsultasi seputar perkembangan anak dengan ahlinya.

Mungkin ibu menemukan masalah seputar perkembangan anak. Ibu juga bisa tanyakan tentang hal tersebut.

Yang pasti, kualitas tidur si kecil sangat menentukan perkembangannya. Oleh sebab itu, ibu tidak boleh salah dalam memberikan perawatan kepada sang buah hati. Dapatkan referensi yang terpercaya atau tanya langsung dengan ahlinya. Itu cara yang paling tepat agar ibu bisa menjadi orang tua yang benar-benar memperhatikan perkembangan sang buah hati.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*