Bayi Alergi Akibat Keteledoran Orang Tua

bayi alergi Source: Neocate

Banyak kasus terjadi di mana bayi alergi. Karena seringnya terjadi hal tersebut, orang tua menganggap alergi itu hal yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Mereka tahu karena kulitnya yang masuk tipis dan sensitif, maka kulit bayi sangat mungkin mengalami alergi.

Akan tetapi, mereka tidak akan melupakan anggapan tersebut setelah mereka tahu alergi pada kulit bisa berakibat fatal pada kesehatan si kecil. Kondisi ini bisa merembet pada hal yang lain seperti demam, tidak mau minum ASI, dan lain sebagainya. Tentu ibu bisa membayangkan sendiri apa yang mungkin terjadi jika hal tersebut dialami oleh sang buah hati.

Yang lebih parah lagi adalah ketika alergi pada bayi ini disebabkan oleh ketelodoran ibu sebagai orang tua. Tidak sedikit orang tua yang justru melakukan hal yang menyebabkan bayi mengalami alergi.

Penyebab Alergi Bayi

Sebagai seorang ibu, ibu pasti sudah mempelajari banyak hal tentang bagaimana merawat sang buah hati yang baru berusia beberapa bulan. Ibu sudah tanya kepada teman-teman yang sudah lebih dulu mendapatkan momongan atau sudah membaca banyak sekali buku dan referensi tentang perawatan bayi.

Sayangnya, hal sepele biasanya terlewatkan. Dan ini yang justru menyebabkan kesehatan bayi terganggu. Contohnya saja pemilihan popok. Kebanyakan pasangan suami istri yang akan memiliki momongan kuwalahan dalam mempersiapkan kehadiran sang buah hati. Mereka hanya mencoba mencukupi apa yang dibutuhkan terutama popok. Namun, mereka tidak memperhatikan kualitas kain yang digunakan untuk membuat popok.

Belum lagi dengan mengganti popok. Umumnya, suami yang bertanggungjawab untuk mencuci dan mengeringkan popok. Hal ini disebabkan sang istri masih belum pulih betul setelah proses persalinan. Sayangnya, ada suami yang tidak tahu bagaimana cara mencuci popok sehingga benar-benar bersih. Akhirnya, ketika popok digunakan, maka terjadilah iritasi pada kulit yang sering disebut dengan ruam popok. Ini juga salah satu tanda bayi mengalami alergi.

Yang satu ini juga tak jarang terjadi. Semoga ibu bukan satu diantara orang tua yang memberikan makanan lunak kepada bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan. Ibu tahu mengapa ini tidak diperbolehkan? Selain sistem pencernaan bayi belum siap, memberikan makanan lunak sebelum usia 6 bulan juga bisa menyebabkan alergi. Ini biasanya ditandai dengan diare atau susah buang air besar.

Tidak menutup kemungkinan bayi usia di atas 6 bulan mengalami alergi karena makanan. Hal ini biasanya disebabkan orang tua memperhatikan pemberian menu MPASI. Mereka hanya asal memberikan makanan lunak seperti bubur yang mudah dicerna oleh si kecil. Padahal, ada aturan pemberian MPASI. Salah satunya menu MPASI harus terbuat dari satu bahan saja untuk bayi yang baru pertama kali mengkonsumsi makanan. Selain itu, menu MPASI juga tidak terbuat dari bahan yang mengandung protein terlalu tinggi karena ini juga yang sering menyebabkan bayi alergi. Jadi, ibu harus tahu banyak mengenai hal yang satu ini.

Tanda-Tanda Alergi Pada Bayi

Alergi tidak selalu ditandai dengan munculnya bintik merah pada kulit bayi. Ada beberapa tahap ketika bayi mengalami alergi.

  • Rewel

Ini masih sangat umum. Bisa saja bayi rewel karena lapar atau ada hal yang membuatnya tidak nyaman. Jika ibu sudah memberikan ASI cukup tapi bayi tetap rewel, ada kemungkinan ia tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Bisa saja ini tanda alergi.

  • Masalah Pencernaan

Diare dan susah buang air besar merupakan tanda alergi pada bayi. Biasanya ini terlihat ketika beberapa saat bayi terlihat tidak nyaman dan terus menangis.

  • Biduran dan bintik merah pada kulit

Selain munculnya masalah pencernaan, bisa saja alergi ditandai dengan munculnya bintik-bintik mereka pada kulit atau biduran. Ini tanda yang paling umum dan paling mudah untuk diketahui.

  • Konsumsi ASI atau Makanan Berkurang

Karena tidak nyaman atau merasa sakit, maka bayi kehilangan nafsu makan.

Setidaknya beberapa hal tersebut bisa menjadi acuan ketika bayi mengalami alergi.

Langkah Pertama Yang Ibu Lakukan Saat Bayi Alergi

Yang terpenting adalah bagaimana ibu mengatasi alergi yang dialami oleh sang buah hati. Setidaknya ibu melakukan tindakan awal sehingga alergi tidak semakin parah.

Yang pertama yang wajib ibu lakukan adalah memberikan lebih banyak ASI. Mungkin si kecil menolak untuk minum ASI. Namun, ibu harus mencari cara bagaimana agar si kecil mau banyak minum ASI. Ini diperlukan karena ASI mengandung antibodi yang akan memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga faktor penyebab alergi bisa dibasmi.

Selain itu, ibu juga harus melakukan flashback kira-kira apa yang menyebabkan bayi mengalami alergi. Ibu bisa mengingat lagi makanan apa yang terakhir ibu berikan sehingga bayi terkena alergi.

Ibu juga perlu memberikan pertolongan pertama berupa obat alergi untuk bayi. Contohnya saja lotion atau bedak gatal. Agar lebih lengkap, ibu harus menyiapkan allergy-kit di kotak obat di rumah.

Muncul pertanyaan apakah alergi bisa dicegah? Sebenarnya bisa. Hanya saja, faktor penyebab alergi pada setiap bayi itu berbeda-beda. Ada yang alergi karena udara dingin, keringat, protein tinggi, dan lain sebagainya.

Itulah mengapa sistem kekebalan tubuh bayi itu harus selalu diperkuat. Jika usianya masih di bawah 6 bulan, ibu hanya boleh memberikan ASI saja. Sementara itu, jika usianya sudah di atas 6 bulan, ibu bisa memberikan menu MPASI berupa Nestle Cerelac yang penuh dengan gizi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*