bayi 9 bulan belum tumbuh gigi

si kecil tumbuh gigi www.awalsehat.nestle.co.id

Orang tua memakai refrensi dari orang lain atau orang yang sudah dianggap berpengalaman sebagai tolak ukur normal tidaknya pertumbuhan sang buah hati. Sedangkan tumbuh gigi pertama kali terkenal menjadi salah satu tahap dari sekian banyak tahap pertumbuhan anak. 

Usia 3 bulan belum muncul gigi mungkin masih merasa tenang tenang saja. 6 bulan berlalu dan masih tidak ada gigi sudah mulai cemas. Sampai usia 9 bulan belum tumbuh gigi juga dapat menimbulkan kebingungan.

Apakah ini salah didik orang tua ? Jangan jangan anak saya sedang sakit ? Kapankah gigi anak saya akan tumbuh ? Salah saya kah ? Pertanyaan pertanyaan tersebut sangat wajar muncul di benak orang dengan bayi 9 bulan belum tumbuh gigi atau lebih dari itu.

Pada artikel ini sebagai orang tua anda tidak akan ‘kena marah’ atau ‘disalahkan’ malah disinilah penjelasan ilmiah bayi 9 bulan belum tumbuh gigi.

Membandingkan kondisi si kecil dengan kondisi bayi lain bukan hal aneh, sebetulnya ada bagusnya juga, dengan demikian sebagai orang tua anda mampu belajar dari pengalaman orang lain pula.

Pada persoalan tumbuh gigi, sebagian besar anak mengalami pertumbuhan gigi pertama kali di usia 6 bulanan, bisa lebih lambat, bisa lebih cepat namun keseluruhan pas usia 6 bulan. Gigi pertama yang akan muncul adalah 2 gigi terdepan.

Makannya sangat umum dijumpai bayi – bayi bergigi kelinci. Setelah 2 gigi depan (terutama bagian atas) barulah 2 gigi terdepan selanjutnya bermunculan pula diikuti dengan gigi gigi lain yang masih tersembunyi di dalam gusi. Jika diurutkan maka tahap pertumbuhan gigi menjadi seperti berikut :

1. Bayi berusia 11 bulan secara umum memiliki 4 gigi 

2. Bayi berusia 1 tahun 3 bulan secara umum memiliki 8 gigi 

3. Bayi berusia 1 tahun 3 bulan secara umum memiliki 8 gigi 

4. Bayi berusia 1 tahun 7 bulan secara umum memiliki 12 gigi 

5. Bayi berusia 1 tahun 11 bulan secara umum memiliki 16 gigi 

6. Bayi berusia 2 tahun 7 bulan secara umum memiliki 20 gigi 

Sedangkan pada kasus gigi bayi belum tumbuh meski telah menginjak 9 bulan, biasa dialami karena beragam alasan.

Jika memang dari awal bayi terlahir premature atau ada ‘kondisi bayi tertentu’ pada saat melahirkan, maka bisa saja inilah penyebab utama gigi bayi tak kunjung muncul, dan bersiap siap saja pada bayi prematur dengan hambatan pertumbuhan gigi biasanya menemukan ada masalah pada enamel (pelindung terluar gigi) pada bayi.

Alasan kedua bisa saja dikarenakan kekurangan vitamin D. Bayi yang terlalu sering berada di dalam ruangan, tanpa adanya sinar matahari yang masuk dan tidak diberi asupan vitamin D, membuat tubuh bayi kesulitan mendapat bahan bakar untuk pertumbuhan gigi.

Sebetulnya tradisi ‘menjemur bayi’ terutama pada keluar jawa dengan membawa bayi keluar sebelum jam 9 pagi bermanfaat agar bayi mendapat asupan vitamin D yang diperlukan.

Alasan paling sering ditemui ketiga adalah kelainan genetis. Mungkin pasangan atau anda sendiri tidak merasa memiliki kondisi tertentu, tapi bisa saja bentuk gen dalam bayi berasal dari nenek atau leluhur jaman dahulu yang anda atau pasangan sendiri bahkan tidak pernah mengenal.

Kondisi gen yang dimadsud termasuk namun tidak terbatas adalah amelogenesis imperfecta  dan odontodysplasia. amelogenesis imperfecta adalah kondisi dimana gigi tidak dapat tumbuh dengan normal, meski nanti sudah muncul gigi sekalipun, karena amelogenesis imperfecta menyerang khusus pada enamel gigi tidak jarang ditemui masalah seperti gigi berukuran jauh dibawah rata rata, gigi terkikis, bahkan gigi berbentuk sedikit berbeda.

Sindrom satu ini hanya mempengaruhi gigi dan biasanya tidak memberi efek berarti pada anggota tubuh lain.

Sedangkan odontodysplasia  adalah kondisi yang tidak mempengaruhi kondisi gigi yang terlihat, malah kelainan gen ini ditemukan pada saraf gigi.

Pada banyak kasus, odontodysplasia banyak ditemui pada bayi perempuan dibanding bayi berjenis kelamin laki laki. Hasil akhir tidak jauh berbeda dengan amelogenesis imperfecta gigi terlihat kuning dan tidak cantik.

Memang dikatakan alasan paling sering umum ketiga tapi jika dihitung kembali kasus karena kondisi gen terutama yang cukup ekstrem memang tidak banyak atau bahkan jarang ditemui.

Haruskah orang tua merasa cemas terhadap keterlambatan pertumbuhan gigi bayi ? jawaban yang akan diberikan disini adalah ya dan tidak. Jika menyangkut masalah penampilan gigi maka ya anda perlu khawatir.

Pada banyak anak, yang sedang mengalami keterlambatan pertumbuhan gigi, memerlukan perawatan gigi ekstra dibanding anak dengan pertumbuhan gigi normal.

Termasuk menyediakan asupan susu untuk gigi dengan lebih hati hati, memperhatikan sikat gigi yang digunakan, seberapa halus sikatnya, makanan seperti apa yang harus dipilih.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, telah diketahui ada kemungkinan kelainan genetis, dan masalah pada enamel. Sehingga cukup masuk akal jika nanti memang diperlukan penanganan khusus.

Jika anda sedang mempertimbangkan kondisi anak secara keseluruhan, maka jawaban dari ‘haruskah orang tua merasa cemas?’ adalah tidak perlu.

Keterlambatan pertumbuhan gigi secara garis besar tidak mempengaruhi kondisi anggota badan lainnya. Anggota badan lain tetap tumbuh secara normal, jikalau muncul masalah di anggota badan lain pada kemudian hari, justru  sangat kecil kemungkinan disebabkan oleh keterlambatan pertumbuhan gigi saat anak masih seorang bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*