Balita Tiba-Tiba Rewel? Bisa Saja Itu Tanda Konstipasi

Friso www.friso.co.id
Friso

www.friso.co.id

Terkadang balita terlihat sehat tapi tiba-tiba rewel dan menangis. Tentu ada alasannya kenapa ia menangis. Hanya saja, ia belum bisa mengungkapkan karena mungkin balita belum bisa bicara.

Yang harus memperhatikan tidak lain adalah ibu sendiri. Ibu harus jeli apa yang sebenarnya terjadi jika si kecil rewel.

Apa Saja Tanda Si Kecil Konstipasi?

Sebelum akhirnya ibu tahu jika ternyata anak mengalami masalah konstipasi, sebenarnya tanda-tandanya sudah terlihat. Salah satunya tiba-tiba menangis.

“Bisa saja karena hal yang lain” Tentu saja. Akan tetapi, jika ibu merasa tidak ada luka dan sepertinya dia tidak baru saja jatuh, maka ada kemungkinan ia mengalami masalah konstipasi.

Tanda-tanda yang lainnya sebagai berikut:

  • Mengejan

Mengejan atau bahasa Jawa nya “ngeden” bisa jadi tanda lain bawasannya si kecil mengalami konstipasi.

Sebenarnya bisa dilihat kapan balita sedang buang air besar. Walaupun ia belum bisa mengatakan jika ia ingin buang air besar sehingga ia melakukannya di popok, ada tanda yang bisa ibu lihat. Biasanya ia berhenti beraktivitas kemudian mengejan. Biasanya hal ini dilakukan dengan cara berdiri.

Jika ia mengejan dalam kurun waktu yang cukup lama kemudian ia menangis, sangat besar kemungkinan anak ibu mengalami masalah konstipasi.

  • Tidak Mau Makan

Konstipasi biasanya dibarengi dengan masalah yang lain. Salah satunya hilangnya nafsu makan.

Ibu bisa bayangkan sendiri bagaimana rasanya sudah beberapa hari tidak buang air besar. Pasti perut rasanya tidak nyaman. Dan akhirnya ibu kehilangan nafsu makan, bukan?

Hal ini pula yang dirasakan oleh si kecil. Padahal, ibu harus tetap memberikan makanan, terutama makanan yang mengandung serat agar konstipasi bisa segera ditangani.

  • Perut Terasa Keras

Ibu bisa pegang bagian perut si kecil. Apakah membesar dan mengeras? Ini merupakan efek dari mengalami konstipasi. Saat masalah ini dialami oleh si kecil, perut akan menampung sisa makanan yang tidak bisa dikeluarkan melalui feses. Dan akhirnya perut mengeras.

Jika tanda-tanda tersebut ibu temukan, besar kemungkinan balita ibu mengalami konstipasi. Lalu, apa yang seharusnya ibu lakukan?

Saat Balita Mengalami Konstipasi

Konstipasi hanya bisa ditangani dengan memberikan makanan yang mengandung serat. Ini merupakan cara yang paling tepat dan aman untuk balita.

Sebenarnya ada obat konstipasi, entah itu secara oral ataupun berupa cairan yang dimasukkan melalui anus si kecil. Akan tetapi, sebaiknya cara ini dijadikan alternatif terakhir saja jika cara yang lebih aman tidak mempan.

Ibu bisa coba dengan memberikan menu makanan yang mengandung serat. Ibu tahu makanan apa saja yang mengandung serat? Ibu bisa mencari informasi tersebut di www.friso.co.id. Atau ibu juga bisa langsung bertanya dengan ahli gizi melalui konsultasi online.

Selain itu, ibu bisa mengoleskan minyak telon di perut si kecil sambil mengurut secara perlahan-lahan. Cara ini akan membuat perut lebih mudah untuk mengeluarkan sisa kotoran yang sulit dikeluarkan karena konstipasi.

Selanjutnya, ibu juga perlu memberikan lebih banyak minjman. Ibu bisa buatkan jus buah karena buah juga kaya akan serat. Jadi, selain mendapatkan cairan, si kecil juga mendapatkan serat yang akan menyembuhkan dia dari masalah konstipasi.

Bagaimana, ibu sudah tahu apa yang harus ibu lakukan jika si kecil mengalami konstipasi, bukan?

Apapun masalah yang terjadi pada balita, ibu harus tahu cara mengatasinya. Perbanyak pengetahuan tentang kesehatan balita dengan mengunjungi website friso. Karena di sanalah ibu akan mendapatkan segala informasi yang ibu butuhkan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*