Balita Ibu Sudah Lancar Berjalan, Tapi Belum Belajar Bicara?

belajar bicara www.facebook.com/ibudanbalita

Belajar berbicara merupakan proses perkembangan balita yang sangat ditunggu-tunggu setiap orang tua. Sama halnya ketika ia mulai belajar berjalan.

Sayangnya, kebanyakan balita sudah bisa berjalan dan bahkan sudah lancar namun belum mulai bisa berbicara. Apakah ada masalah dengan tumbuh kembang balita? Dan apa yang harus ibu lakukan jika itu terjadi pada sang buah hati?

Sebenarnya, setiap anak itu sudah mulai belajar bicara mulai dari bayi. Hanya saja cara mengucaptkan katanya berbeda. Saat masih bayi, suara yang dikeluarkan sama sekali berbeda dengan suara yang dikeluarkan dari mulut orang dewasa. Semakin besar ketika sudah beranjak balita, suara tersebut akan semakin jelas. Sayangnya, perkembangan tersebut terkadang sedikit terganggu.

Penghambat Balita Susah Bicara

Ibu tidak boleh langsung men judge si kecil tidak bisa bicara atau bisu ketika si kecil sudah masuk usia 2 dan bahkan 3 tahun. Perkembangan balita dalam proses belajar bicara itu berbeda-beda. Ada yang cepat ada juga yang lambat.

Salah satu faktor yang sering terjadi ketika balita terlambat berbicara adalah faktor eksternal. Tidak adanya stimulus di mana balita ibu mulai belajar berbicara layaknya ketika ia mendapatkan stimulus untuk mulai belajar jalan. Balita akan mulai belajar berjalan ketika ia bisa berdiri dengan cara memegang benda yang lebih tinggi seperti meja atau kursi. Pada saat itulah anak secara alami akan mulai belajar berjalan. Begitu pula ketika ia belajar berbicara. Ia membutuhkan stimulus.

Lalu, apa stimulus untuk berbicara? Harus dipahami bahwa anak bisa bicara itu karena ia sering mendengar. Ia mendengar dan akhirnya otaknya memproses kata sehingga bisa ditirukan olehnya. Jadi, apa stimulus agar anak belajar bicara? Betul sekali, yaitu suara yang bisa didengarkan.

Untuk itu, dari beberapa kasus balita terlambat berbicara, dokter anak biasanya menyarankan agar ibu sering mengajak balita berkomunikasi. Sekarang ibu ingat-ingat seberapa sering ibu mengajak si kecil bercanda dan berkomunikasi? Jika belum intens, ibu bisa melakukannya mulai sekarang.

Sebenarnya ada banyak sekali stimulus yang bisa ibu berikan. Selain berkomunikasi dan mengajaknya bersendau gurau, ibu juga bisa memutarkan musik atau video agar balita terangsang dan akhirnya mau menirukan suara yang didengar.

Mudah sekali, bukan? Akan tetapi, jangan ibu paksakan anak untuk berbicara. Biarkan proses belajar berbicaranya alami, layaknya ia belajar jalan. Jadi, sebenarnya kurang baik ketika ibu memaksa anak untuk belajar berjalan dengan cara membelikan alat bantu jalan yang disebuh baby walker. Otot kakinya tidak berkembang sempurna karena badannya ditopang oleh alat tersebut.

Begitu juga dengan berbicara. Jika otot mulut serta syaraf motoriknya belum siap, maka apapun yang ibu lakukan tidak akan bisa membuat balita bisa berbicara seperti orang dewasa. Yang ibu bisa lakukan hanya memberikan stimulus dan tentu saja memberikan makanan yang baik untuk tumbuh kembang balita.

Jadi, apa yang harus ibu lakukan? Ibu harus meluangkan waktu untuk memperhatikan dan ikut serta dalam proses perkembangan si kecil. Mungkin ibu sangat sibuk dengan pekerjaan. Tapi setidaknya ada waktu luang untuk mengerjakan pekerjaan sebagai seorang ibu. Berikan stimulus agar si kecil lebih mudah memulai proses belajar berbicara. Kenalkan nama-nama benda di sekitar, ajak si kecil bernyanyi, atau seringlah ibu bercerita maka ibu akan sangat berperan sekali dalam proses belajar bicara.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*