Balita Ibu Mengalami Disleksia? Ketahui Apa Yang Harus Dilakukan

balita mengalami disleksia www.ibudanbalita.com

Apa itu disleksia? Banyak orang tua yang tidak mengerti apa itu gangguan yang satu ini. Padahal, siapa saja bisa mengalami hal ini, tidak terkecuali balita ibu.

Bisa dikatakan disleksia merupakan kondisi perkembangan balita yang membutuhkan perhatian khusus. Jauh berbeda dengan perkembangan balita normal.

Apa Itu Disleksia?

Yang pasti, harus dipahami dulu bawasannya disleksia tidak membuat balita mengalami perkembangan yang kurang jika dibandingkan dengan balita yang lain. Balita yang mengalami disleksia hanya membutuhkan perhatian yang berbeda saja.

Balita yang mengalami disleksia memiliki kekurangan dalam hal memproses informasi yang didapatkan. Bahkan, ia sering merasakan kesulitan ketika dalam proses belajar membaca.

Orang tua yang memiliki anak yang mengalami disleksia juga harus lebih sabar. Pasalnya, mereka harus mengulang-ulang instruksi sehingga balita mereka paham apa yang mereka inginkan.

Kesimpulannya, disleksia merupakan bentuk ketidakmampuan balita dalam mempelajari sesuatu hal yang baru. Harus digaribawahi, ini bukan berarti tidak mampu, tapi hanya proses untuk mempelajari hal baru yang sedikit mengalami keterlambatan.

Pola Belajar Balita Disleksia

Karena ada keterbatasan atau kekurangan dalam mempelajari hal yang baru, maka diperlukan pola asuh serta pola yang berbeda.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh pakar perkembangan anak di www.ibudanbalita.com, terdapat beberapa hal penting yang harus dilakukan untuk mengajari balita yang mengalami disleksia.

  1. Memilihkan Buku Bacaan Favorite

Balita yang mengalami disleksia mengalami masalah yang sulit untuk memahami hal yang baru. Akan tetapi, hal ini bisa diantisipasi jika ibu memilihkan buku bacaan yang ia suka. Setidaknya ada keinginan yang kuat pada balita ibu untuk membaca atau mendengarkan cerita yang ada di buku tersebut.

Ketertarikan ini sangat penting. Secara psikologis, siapapun lebih cepat mencerna hal yang baru asalkan hal tersebut membuatnya senang atau hal tersebut ia sukai.

  1. Belajar Dengan Cara Menonton

Bagi balita yang mengalami disleksia, dia biasanya akan mengalami kesulitan untuk mencerna informasi dengan cara membaca. Berbeda dengan menggunakan video atau film. Informasi menggunakan media visual cenderung mudah ditangkap atau diterima oleh si kecil.

Mulai sekarang, ibu bisa mengumpulkan video-video pembelajaran sesuai dengan kebutuhan si kecil.

  1. Belajar Dengan Alat Peraga

Balita akan lebih mudah memahami pelajaran atau sesuatu hal yang baru jika ibu ajarkan dengan menggunakan alat peraga. Bahkan, ini merupakan metode pembelajaran yang efektif untuk semua balita, walaupun balita tersebut tidak mengalami disleksia.

Sekarang ini sudah banyak sekali motode pembelajaran yang menggunakan alat peraga. Ibu bisa memilihkan pelajaran yang sesuai seperti pelajaran desain komputer, olahraga, atau prakarya. Bukankah itu lebih menyenangkan?

Dan tentunya banyak hal lagi yang bisa ibu lakukan untuk membantu balita disleksia memahami pelajaran baru. Ibu bisa kunjungi situs ibu dan balita untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana membantu perkembangan balita disleksia.

Atau di sana ibu juga bisa konsultasi dengan pakar perkembangan balita. Hanya saja, konsultasi dilakukan secara online. Silakan ibu mendaftarkan diri sebagai anggota forum ibu dan balita lalu ibu bisa bebas bertanya kepada ahli perkembangan balita.

Tidak ada balita yang kurang. Yang diperlukan hanyalah bagaimana ibu menggali potensinya. Dan ini membutuhkan cara yang berbeda. Setiap balita memerlukan cara yang berbeda untuk menggali potensi. Apalagi balita yang mengalami disleksia. Dibutuhkan cara yang spesial untuk balita yang spesial seperti ini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*