Baik Buruknya Memberikan ASI Pada Balita Usia 2 Tahun Lebih

ASI Pada Balita www.facebook.com/FrisoIndonesia

Membiarkan balita usia 2 tahun tetap minum ASI itu ada baiknya dan juga ada buruknya. Yang pasti, para ahli kesehatan balita sangat menganjurkan agar menyapih dilakukan ketika usia balita sudah mencapai 2 tahun.

Sayangnya, tidak semua ibu berhasil menyapih anaknya meskipun mereka sudah menerapkan teknik menyapih. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan?

Biarkan saja hal tersebut berjalan normal saja. Yang pasti, tidak harus ketika balita berusia 2 tahun benar-benar sama sekali tidak boleh minum ASI. Menyapih butuh waktu yang tidak sebentar. Toh sebenarnya tidak ada buruknya jika balita usia 2 tahun masih minum ASI.

Sisi Baik Balita 2 Tahun Masih Minum ASI

Tentu saja tidak ada yang lebih baik daripada ASI walaupun dibandingkan dengan susu balita terbaik apapun. Dan jika balita mengkonsumsi ASI, maka ia akan memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Setidaknya inilah salah satu sisi baik jika balita mengkonsumsi ASI walaupun usianya sudah 2 tahun.

Lebih dari itu, menurut pakar perkembangan anak, balita yang masih minum ASI saat usianya 2 tahun cenderung tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Hal ini disebabkan ia merasa nyaman bersama ibu dan suatu saat ia akan berhenti sendiri minum ASI, bukan disebabkan karena ibu yang menyapih. Bukankah itu lebih baik?

Sisi baik tidak hanya didapatkan oleh balita saja lho. Sisi baiknya juga dirasakan oleh seorang ibu. Pasalnya, dengan memberikan ASI, maka risiko terkena kanker payudara serta penyakit berbahaya lainnya bisa dihindari.

Jadi, pada dasarnya, tidak salah jika ibu tetap memberikan ASI ketika balita sudah mencapai usia 2 tahun lebih.

Sisi Buruk Balita 2 Tahun Masih Minum ASI

Di samping sisi baik, ada juga susu buruknya. Ini merupakan konsekuensi buruk yang akan didapatkan jika seorang balita usia 2 tahun masih tetap minum ASI.

Yang paling sering terjadi adalah balita akan sulit sekali untuk tidak minum ASI. Bahkan, hingga ia sudah masuk sekolah, ia tetap akan minum ASI. Dan ibu akan sangat kesulitan untuk menghentikannya.

Selain itu, ibu juga akan merasa kesakitan. Saat balita usia 2 tahun, produksi ASI tidak lagi lancar dan banyak seperti ketika ia masih bayi hingga balita usia di bawah 2 tahun. Jika si kecil tetap saja menyedot ASI melalui payudara, pastinya ibu akan merasa perih.

Dan yang pasti, ibu akan sedikit terganggu. Kegiatan rumah tangga atau kegiatan apapun akan terganggu lantaran ibu tetap harus memberikan ASI. Padahal, kebanyakan ibu yang sudah memiliki balita di atas 2 tahun sudah mulai melakukan kegiatan lain, tidak hanya fokus mengurusi anak. Bahkan, tidak jarang mereka yang akhirnya kembali bekerja karena mereka menganggap balita sudah bisa ditinggal, tidak harus mendapatkan ASI terus menerus.

Dengan mengetahui sisi baik serta sisi buruk tersebut, diharapkan ibu lebih obyektif melihat permasalahan menyapih ini.

Yang pasti, bukan hal yang berbahaya jika ibu masih gagal menyapih balita usia di atas 2 tahun. Namun, karena adanya hal buruk yang bisa terjadi, sebaiknya ibu tetap berupaya agar si kecil tidak lagi minum ASI lantaran ia sudah dewasa.

Untuk informasi tentang bagaimana cara menyapih yang efektif, ibu bisa konsultasikan dengan ahlinya langsung di www.friso.co.id. Di sana juga ada banyak tips tentang perkembangan balita yang bisa ibu pelajari.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*