Bahaya! Hindari Posisi Tidur Bayi Berikut

Ruam popok bayi www.johnsonsbaby.co.id

Posisi tidur bayi tidak ubahnya seperti kebiasan tidur orang orang dewasa. Masing masing memiliki gaya tersendiri, dan tentu saja berbeda satu sama lain. 

Namun, perlu diingat bahwa bayi adalah mahluk tidak berdaya, tubuh si kecil belum sepenuhnya kokoh bahkan daya tahan tubuh pun masih dalam tahap pengembangan atau bahkan pembangunan saja. Mengingat hal ini, tentu bayi berbeda dengan orang dewasa yang bisa memilih posisi tidur sesuka hati, posisi tidur bayi masih perlu diatur agar memastikan tidak adanya gangguan kesehatan di masa pertumbuhan bayi.

Tahukah anda? sebuah survei di Amerika serikat menunjukkan bahwa 80 % bayi di negeri paman Sam ini meninggal hanya karena posisi tidur yang salah. Karenanya yuk, mari kenali posisi tidur yang aman dan yang bahaya bagi bayi.

Pertama tidur tengkurap. Posisi tidur satu ini tidak hanya populer di kalangan bayi namun juga di kalangan orang dewasa. Sekilas seperti tidak ada masalah, kalau istilah gaul pewe (posisi wenak) katanya. Ternyata posisi ini jauh lebih berbahaya bagi bayi meski terlihat nyaman. Posisi tengkurap sebetulnya menekan dada dan perut bayi, bahkan pada saat tengkurap wajah bayi cenderung terlalu menempel di matras atau seprei tempat tidur. Hal ini menyebabkan tidak ada pergantian udara pada saat tidur bayi, oksigen hanya berputar putar keluar masuk antara seprei dan hidung saja. Jika tidak segera diperbaiki, bayi bisa merasa sesak. Pada jangka waktu lama bayi bisa saja merasa tercekik hingga meninggal.

Walau tidak membuahkan hasil ekstrem, bayi tidur tengkurap artinya ia menghirup mikro bakteri lebih banyak dibanding biasanya. Bakteri bakteri ini menempel di matras atau seprei bayi apalagi di alas tempat tidur yang jarang dibersihkan. Ujung ujungnya bayi bisa saja sakit tanpa alasan, dan kasur umumnya disalahkan paling akhir.

Kedua, tidur dengan menghadap ke satu sisi. Sama dengan sebelumnya, tidur menghadap ke satu sisi berarti menekankan seluruh berat badan pada satu sisi saja. Jauh lebih parah dibanding pada saat bayi tidur tengkurap. Tidur menghadap satu sisi membebani bayi lebih berat, organ organ bayi tertekan ke arah samping. Hal ini tentu membuahkan hasil tidak jauh berbeda, bisa saja bayi malah menjadi lebih lelah saat bangun atau beberapa kasus karena tekanan perut bayi, pernafasan pada saat tidur bisa terganggu.

Posisi paling aman adalah posisi tidur terlentang. Posisi terlentang terbukti secara medis memberi waktu maksimal bagi bayi untuk beristirahat. Posisi tidur bayi terlentang membuka lebar ruang udara bagi bayi sehingga bayi mampu bernafas tanpa ada hambatan. Selain itu, beban tubuh bayi diserahkan kepada gravitasi, bayi tidak perlu lagi menopang berat tubuh pada saat ingin mengembalikan energi usai menghabiskan waktu pada saat terjaga. Hasilnya? bayi tidur dengan nyenyak, tanpa beban, dan bahkan meningkatkan keceriaan saat si kecil bangun dan siap berinteraksi dengan bunda atau orang orang di sekeliling. Bahkan pada tahun 1992 saat Amerika memberi rekomendasi tidur terlentang, kontan tingkat kematian bayi saat terlelap turun hingga 50% menjadikan posisi tidur terlentang adalah posisi yang mendapat acungan dua jempol bagi kesehatan.

Bagaimana cara membiasakan bayi tidur terlentang mudah mudah sulit, yang paling penting hindari menidurkan bayi di dalam mobil, kereta bayi, atau tempat apapun yang mengharuskan bayi tidur menghadap arah lain.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*