Apakah Ibu Termasuk Orang Tua yang Terkena Baby Blues Syndrome

Ibu dan balita https://www.ibudanbalita.com/
Ibu dan balita

www.ibudanbalita.com

Seorang ibu yang terlihat temperamental dan mudah marah setelah melahirkan tidak lantas dikatakan sedang terkena baby blues syndrome ya. Karena tidak hanya satu tanda tersebut kemudian seorang ibu diindikasikan terkena baby blues syndrome.

Agar ibu lebih tahu seperti apa tanda-tanda seorang ibu mengalami baby blues syndrome, ibu sebaiknya ketahui dulu penjelesan ilmiah berikut ini.

Mengapa Mengalami Baby Blues Syndrome

Sebelum mengetahui apa tanda-tanda sindrom baby blues ini, ada penjelasan ilmiah yang harus ibu ketahui. Ini mengenai penyebab mengapa ada sebagian ibu yang mengalami sindrom ini.

Baby blues memang sering dikatakan sebagai sindrom akibat psikologi seorang ibu yang kurang stabil setelah melahirkan. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti kelelahan, kondisi kesehatan kurang baik, atau kekhawatiran yang berlebihan terhadap masa depan anak. Setidaknya itu yang sering terjadi dan dipahami oleh kebanyakan orang.

Akan tetapi, tahukah ibu baby blues syndrome juga dipengaruhi oleh hormon?

Umumnya, baby blues syndrome terjadi di minggu-minggu awal setelah melahirkan. Dan pada saat itulah produksi hormon berubah. Hal inilah yang membuat ada beberapa ibu yang mengalami sindrom baby blues ini.

Lalu, mengapa ada juga yang tidak? Jawabannya sederhana, karena mereka berhasil mengatasi faktor psikologi yang bisa menyebabkan sindrom ini menyerang mereka.

Jadi, faktor psikis serta faktor hormon sama-sama berpengaruh. Mungkin faktor perubahan hormon tidak bisa dihindari oleh siapapun. Akan tetapi, kesiapan mental serta keberhasilan me manage psikologi membuat banyak ibu yang akhirnya tidak mengalami baby blues syndrome.

Tanda-Tanda Baby Blues Syndrome

Setelah ibu tahu mengapa ada ibu yang mengalami baby blues syndrome dan mengapa ada ibu yang tidak mengalami baby blues syndrome, sekarang ibu harus ketahui apa saja tanda-tanda sindrom ini.

Yang pertama adalah temperamental. Namun, sekali lagi, ini bukan satu-satunya tanda seorang ibu terkena baby blues syndrome. Memang biasanya ibu yang mengalami sindrom ini lebih mudah marah dengan orang sekitar maupun dengan bayi yang baru saja ia lahirkan.

Yang kedua, merasa terasing. Banyak ibu yang merasa mendapatkan perhatian dari suami dan juga keluarga besar selama masa kehamilan dan terutama ketika ketika baru melahirkan.

Namun, setelah beberapa hari, keadaannya berubah. Keadaan menjadi biasa-biasa saja. kondisi yang awalnya ia menjadi pusat perhatian dan mendapatkan banyak kasih sayang dari orang sekitar, tiba-tiba beruban 180 derajat. Ia harus kerepotan mengurus bayi sendiri sekaligus menyiapkan semua kebutuhan suami. Pada saat itulah ia merasa terasing, merasa hidup tanpa ada perhatian sama sekali dari orang sekitar.

Yang ketiga, bersedih. Biasanya seorang ibu merasa bahagia setelah melahirkan sang buah hati. Namun, ketika sudah beberapa minggu, ia merasa sedih setelah melihat kenyataan di mana beban yang ia hadapi semakin berat.

Tidak hanya harus mengurus bayi, ia juga harus lebih berhemat karena kebutuhan sang buah hati semakin banyak, mulai dari popok, pakaian, peralatan yang dibutuhkan bayi, dan lain sebagainya. Belum lagi ketika bayi ternyata membutuhkan perawatan yang intensif karena ada masalah kesehatan yang cukup serius.

Hal inilah yang membuat seorang ibu bersedih dan merasa bersalah. Dan apa yang terjadi? Ia menjadi pendiam.

Tiga tanda tersebutlah yang bisa bisa dijadikan patokan apakah seorang ibu mengalami baby blues syndrome atau tidak.

Untuk lebih jelasnya, akan lebih baik jika ibu berkonsultasi dengan dokter. Ibu bisa kunjungi website ibu dan balita, www.ibudanbalita.com untuk berkonsultasi dengan dokter secara online atau sekedar mencari lebih banyak informasi tentang baby blues syndrome.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*