Apa Yang Dilakukan Saat Konsultasi Pertumbuhan Anak?

lakukan konsultasi pertumbuhan anak www.nuansapagi.com

Semakin banyak orang tua yang melakukan konsultasi pertumbuhan anak. Hal ini tidak lepas munculnya kesadaran pentingnya melakukan kontrol terhadap perkembangan anak. Dan kontrol tersebut harus dilakukan oleh ahlinya.

Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh adanya fasilitas konsultasi online di situs Ibu dan Balita. Mereka tidak perlu datang langsung menemui dokter anak untuk melakukan konsultasi. Cukup dengan memberikan pertanyaan kepada dokter melalui situs tersebut. Dan dokter akan segera merespon pertanyaan yang mereka ajukan tersebut.

Sayangnya, konsultasi online ini hanya bisa dilakukan untuk menangani masalah atau isu yang ringan saja. Ibu bisa tanyakan mengenai tips agar berat badan anak naik, bagaimana agar anak makan dengan lahap, dan lain sebagainya. Untuk masalah yang serius, tetap saja ibu harus berkonsultasi langsung dengan dokter. Apalagi terdapat masalah yang perlu pemeriksaan secara langsung.

Bagaimana dengan biayanya? Tentu saja biaya ini tergantung perawatan serta masalah yang ditangani. Ada baiknya ibu mengetahui apa yang dilakukan oleh seorang dokter saat ibu berkonsultasi pertumbuhan anak.

Pemeriksaan

Konsultasi biasanya dilakukan ketika anak mengalami masalah. Orang tua cenderung akan membawa sang buah hati mereka ke dokter anak jika merasa pertumbuhan anak mengalami keterlambatan.

Jika ibu memiliki pikiran yang mengkhawatirkan terkait dengan pertumbuhan anak, silakan ibu tanyakan. Hal ini membuat dokter lebih fokus untuk melakukan pemeriksaan.

Di lain sisi, ada juga orang tua yang memang ingin pertumbuhan anak maksimal sehingga mereka melakukan konsultasi secara rutin dengan dokter. Biasanya, konsultasi ini bersamaan dengan vaksinasi atau imunisasi.

Terlepas apakah ibu menanyakan sesuatu atau tidak, dokter anak akan menakukan pemeriksaan. Ini langkah awal yang dilakukan untuk mengidentifikasi apakah ada masalah dengan pertumbuhan anak atau tidak. Ibu harus tahu pertumbuhan anak tidak hanya terkait dengan apakah anak sudah bisa berjalan ketika usianya 1,5 tahun atau belum. Pertumbuhan anak ini berkait dengan banyak hal seperti berat badan, kondisi mental anak, keaktifan, dan lain sebagainya. Dengan demikian, banyak faktor yang digunakan oleh dokter dalam melakukan pemeriksaan.

Yang pasti, pemeriksaan ini sangat diperlukan untuk melihat apakah ada hal yang menghalami perkembangan anak. Jika ada, maka pengobatan atau terapi harus diberikan. Tindakan medis tergantung pada permasalahan yang ditemukan saat konsultasi pertumbuhan anak dilakukan.

Pengobatan dan Terapi

Setelah pemeriksaan dilakukan dan ternyata ada hal yang membuat perkembangan anak terganggu, maka dokter akan memberikan pengobatan atau terapi. Tindakan medis yang akan dilakukan tergantung pada masalah kesehatan yang dihadapi.

Dalam hal ini, pengobatan tidak selalu dilakukan di rumah sakit. Obat jalan yang paling sering diberikan oleh dokter anak. Tentu saja sekali lagi pengobatan ini tergantung pada masalah yang dihadapi oleh sang buah hati.

Biasanya, dokter akan memberikan obat yang harus dikonsumsi oleh si kecil dalam kurun waktu yang ditentukan. Contohnya, ketika anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan tubuh sehingga tinggi badanya terlihat di bawah anak secara rata-rata, maka yang diberikan adalah suplemen yang mengandung tinggi kalsium.

Pengobatan semacam ini harus berada di bawah pantauan dokter. Bisa saja ibu membelikan suplemen untuk meninggikan badan anak. Namun, jika tanpa pantauan dokter, bisa saja anak mengalami masalah kesehatan yang lain mengingat terlalu tinggi mendapatkan kalsium bisa mengakibatkan masalah pencernaan.

Ini hanya salah satu contoh saja. Tentu ada pengobatan untuk perkembangan anak yang lainnya. Yang pasti, ibu harus konsultasikan perkembangan anak ketika terjadi hal yang ibu rasa harus mendapatkan penanganan medis segera.

Mencegah Masalah Perkembangan Anak

Masalah yang sering terjadi terkait dengan perkembangan anak adalah berat dan tinggi badan anak di bawah normal. Masalah seperti ini sebenarnya bisa diantisipasi sedini mungkin.

Sudah gencar sekali para dokter mengkampanyekan pemberian ASI eksklusif. Ini merupakan program di mana bayi hanya minum ASI saja hingga usianya mencapai 6 bulan. Hal ini ternyata berkaitan dengan perkembangannya ketika balita nanti. ASI mengandung antibodi yang tidak bisa ditemukan di dalam susu formula manapun, Dengan terpenuhinya antibodi, anak tidak mudah sakit sehingga perkembangannya lebih optimal.

Tentu bukan antibodi saja. Kandungan nutrisi yang lain juga berperan penting untuk perkembangan anak. Jadi, setiap ibu sebaiknya berusaha sekuat mungkin untuk mensukseskan pemberian ASI eksklusif.

Pencegahan masalah perkembangan anak lainnya bisa dilakukan dengan memberikan makanan dan minuman yang bergizi. Menu MPASI yang bergizi harus diberikan ketika bayi sudah berusia 6 bulan. Sementara itu, saat balita, kebutuhan nutrisi harian harus dipastikan tercukupi dengan cara mengkonsumsi susu balita terbaik Frisian Flag.

Perkembangan anak tidak hanya melulu masalah terpenuhinya nutrisi. Ini juga berkaitan dengan kegiatan atau aktivitas setiap hari. Agar perkembangan anak maksmal, tidak disarankan anak diberi gadget. Pasalnya, gadget cenderung membuat anak pasif. Akan lebih baik jika ibu memberikan permainan yang menuntutnya bergerak seperti bola, sepeda, permainan untuk masak untuk anak perempuan, dan lain sebagainya.

Meskipun ibu merasa sudah memberikan yang terbaik untuk sang buah hati, tetap saja ibu disarankan untuk konsultasi dengan dokter anak secara rutin. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada potensi buruk yang bisa memperlambat perkembangan anak. Jadi, konsultasi tidak hanya untuk pengobatan saja. Konsultasi pertumbuhan anak juga bertujuan sebagai pencegahan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*